
"Pak Azman terima kasih atas waktu yang anda berikan jika boleh saya ingin meminta nomor telepon bapak, siapa tau suatu hari nanti bapak bersedia untuk memberikan wawancara eksklusif kepada saya" ucap Reporter wanita pertama itu yang kembali menemui Azman.
"Iya mba sama sama, nomor telepon saya 08… …. ….." ucap Azman dengan ramah.
"Baik Pak saya sudah mengirim pesan singkat ke. Bapak, sekali lagi terima kasih, saya pamit ya pak" ucap Reporter wanita itu sambil meninggalkan Azman.
Satu persatu reporter mendatangi Azman berpamitan dan mereka meninggalkan lokasi itu.
"Wah mas ternyata penolong yang sedang ramai di bicarakan oleh orang orang, ini saya kembalikan sisa uang mas nya" ucap Ibu rumah makan itu sambil memberikan sejumlah uang dan juga beberapa bon.
"Ibu simpan saja ya kembaliannya, saya permisi ya Bu" ucap Azman dengan ramah sambil tersenyum hangat lalu meninggalkan rumah makan itu.
….
"Azman kita tidak jadi kemah" ucap Daim karena Azman tidak mengarahkan motornya masuk ke arah pantai melainkan terus melewati pantai.
"Tidak, gimana bisa berkemah dengan tenang setelah wawancara tadi, kita cari pantai lain saja" ucap Azman sambil menambah kecepatan motornya.
"Satu kilometer di depan ada pantai yang pas untuk mu berkemah, di sana juga ada masjidnya, jarak antara pantai ke masjid hanya seratus meter" ucap Daim.
"Oke kita kesana saja, setidaknya sedikit lebih jauh dari yang tadi, karena jika kita tetap disana yang ada hanya akan di repotkan dengan kamera" ucap Azman sambil mulai memelankan laju motornya itu sambil mencari jalan menuju Pantai yang di sarankan oleh Daim.
"Seratus meter lagi, itu di sebelah masjid jalan masuk ke pantainya" ucap Daim yang mengetahui kebingungan Azman.
Azman kemudian berbelok di samping masjid itu dan jalannya juga lumayan mulus.
Azman memarkir motornya di pinggir pantai lalu mendirikan tendanya di samping motornya karena dia tidak ingin jauh dari motornya yang akan membuatnya kerepotan jika ingin mengambil sesuatu.
Tenda itu sudah berdiri dan Azman juga sudah berada di dalam Tenda itu, di sana juga banyak tenda lainnya yang lebih dulu berdiri karena ternyata lokasi yang di tunjukan oleh Daim tersebut merupakan lokasi dengan Spot pemandangan yang bagus dan pantainya juga landai.
Di lokasi itu juga sangat jarang adanya pedagang berbeda dengan pantai sebelumnya yang penuh dengan pedagang.
__ADS_1
"Azman kenapa kau hanya tiduran saja di dalam Tenda" ucap Daim.
"Aku lelah, ingin tidur dulu sampai masuk waktu shalat Ashar" ucap Azman sambil bangun lalu menutup pintu tendanya.
"Ya kau beristirahat saja dulu, jangan khawatir apapun aku akan menjaga mu selama kau beristirahat" ucap Daim sambil keluar menembus tenda.
Azman tidak lagi berbicara melainkan langsung tidur dengan pulasnya, karena dia memang memasang tendanya di bawah pohon kelapa yang cukup rimbun namun sedang tidak berbuah sehingga Azman merasa aman untuk berkemah di bawahnya.
Angin di pantai itu juga lebih sejuk dari pantai lainnya di karenakan lokasi pantai itu yang sedikit melingkar menyerupai sabit.
Waktu berlalu dan kini terdengar suara adzan Ashar berkumandang dari masjid di dekat pantai itu.
Azman terbangun dari tidurnya dan langsung keluar dari dalam tendanya.
"Kau sudah bangun ternyata, baru aku mau masuk membangunkan mu" ucap Daim yang berdiri sambil bersandar di pohon kelapa itu.
"Ayo kita ke masjid" ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim sambil memasang kunci gembok kecil di resleting pintu tendanya.
"Apa ada hal harus aku kerjakan disini" ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim sambil terus berjalan menuju masjid.
"Tidak ada untuk sekarang" ucap Daim.
"Lalu?" Tanya Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim, yang mendengar ucapan Daim seolah jawaban jebakan.
"Ya kalau nanti mungkin ada, tapi entahlah, lihat saja nanti" ucap Daim.
Banyak pekemah yang juga shalat ashar di masjid itu sehingga masjid itu pun cukup penuh.
Azman yang telah selesai melaksanakan shalat Ashar berjamaah langsung kembali ke tendanya namun tidak masuk ke dalam tendanya melainkan mengambil tikar lipat lalu menggelarnya di samping pohonnya persis menempel dengan pohon kelapa itu.
Azman pun duduk di atas tikar lipatnya bersandar ke pohon kelapa sambil memeriksa ponselnya sedangkan Daim duduk di sebelahnya.
__ADS_1
"Ternyata banyak sekali yang memberitahukan ku" ucap Azman sambil melihat aplikasi media sosial dan ternyata dia menjadi trending topik sejak kemarin.
Ponselnya berbunyi karena ada panggilan telepon yang masuk, dan panggilan telepon itu dari reporter wanita yang tadi, Azman pun langsung menjawab panggilan telepon itu.
"Sore Pak Azman maaf mengganggu anda" ucap Reporter wanita itu yang bernama Intan melalui panggilan telepon.
"Iya Mba Intan, ada apa ya" ucap Azman dengan melalui panggilan telepon.
"Pak Azman maaf tapi apakah bapak sudah mendengar tentang hilangnya dua pendaki di gunung sebelah gunung yang tadi pagi" ucap Intan melalui panggilan telepon itu.
"Belum Mba, saya baru mendengarnya dari Mba saja" ucap Azman melalui panggilan telepon itu dan terlihat jika Daim tersenyum lebar.
"Kami mendapat berita jika para pendaki itu hilang sudah dua hari, jadi kami akan kesana, apakah Pak Azman akan kesana juga" ucap Intan melalui panggilan telepon itu.
"Saya belum tahu mba apakah saya akan datang atau tidak, jika memang berhubungan dengan hal spiritual mungkin saya datang" ucap Azman dengan ramah melalui panggilan telepon itu.
"Baik Pak, jika demikian, jika bapak kesana kita ketemuan ya pak" ucap Intan melalui panggilan telepon itu.
"Iya mba" ucap Azman sambil memutuskan panggilan telepon itu karena ada panggilan lain yang masuk dan langsung dia terima.
Panggilan kedua itu ternyata dari Pak Jaja pemimpin tim SAR.
"Sore Pak Azman saya Jaja Pak dari Tim SAR" ucap Pak Jaja melalui panggilan telepon itu.
"Sore juga pak, ada yang bisa saya bantu untuk bapak" ucap Azman dengan ramah.
"Maaf Pak Azman, kami saat ini sedang menuju gunung sebelah karena ada informasi hilangnya dua pendaki sejak dua hari yang lalu" ucap Pak Jaja melalui panggilan telepon itu.
"Iya pak, namun saya belum mengetahui apakah berkaitan dengan hal spiritual atau tidak, mungkin bapak bisa sampai di sana terlebih dulu untuk melihat situasinya" ucap Azman dengan ramah melalui panggilan telepon itu juga.
"Baik Pak, terima kasih sebelumnya ya, nanti akan saya informasikan ke bapak perkembangannya" ucap Pak Jaja melalui panggilan telepon itu.
__ADS_1
"Iya Pak sama sama saya tunggu kabarnya" ucap Azman sambil kemudian memutuskan panggilan telepon itu.