Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Gunung Gelap Garut 29


__ADS_3

“Azizah, kita akan berjalan santai saja, jadi kau tidak akan merasa capek nantinya, jika kau capek juga kita akan beristirahat, karena lebih baik untuk mu berperilaku seperti manusia, akan ada waktunya untukmu nanti bertindak sesuai dengan kemampuanmu.”Ucap Azman sambil menatap hangat Azizah.


“Baiklah, lalu apakah aku harus menghilangkan wujud ku ini, jika kau mau aku bisa hanya terlihat oleh mu saja, seperti yang dilakukan oleh Paman Daim selama bersamamu.” Ucap Azizah.


“Sementara tidak perlu, jadi jika ada yang melihatku berbicara mereka tahu siapa lawan bicaraku.” Ucap Azman sambil menyalakan sebatang rokoknya, dan dia sengaja sedikit mengulur waktu agar saat tiba di basecamp hanya tinggal dia seorang.


“Azman apakah kau tidak lapar, sejak kita bertemu kau belum makan apapun juga, jika kau mau aku bisa mengambilkan buah buahan yang ada di hutan sebelah sana, tidak terlalu jauh kok, sekejap mata juga aku sudah kembali.” Ucap Azizah.


“Azizah, apakah kau lapar dan apakah kau benar - benar bisa mengambil buah - buahan itu sekejap mata.” Ucap Azman yang langsung menatap Azizah namun Azizah tidak ada disampingnya dan saat Azman kembali melihat kedepan, Azizah sudah berdiri dengan membawa beberapa buah - buahan di tangannya.


“Azman, ini sudah aku ambilkan, dan ini untukmu aku ini saja sudah cukup.” Ucap Azizah sambil memberikan beberapa buah jambu batu dan buah apel hijau yang dia ambil dari dalam hutan, Azizah sendiri hanya menyisakan dua buah apel hijau untuknya.


“Kau hebat, bahkan Daim tidak pernah melakukan hal ini, terima kasih ya.” Ucap Azman sambil menerima buah buahan itu di sampingnya dan langsung menggigit satu buat apel hijau.


“Paman Daim juga bisa kok, namun sepertinya dia memang tidak mau melakukannya, oh iya apakah kau yakin kita akan berjalan kaki dan tidak mau aku pindahkan saja kesana.” Ucap Azizah sambil duduk di batu yang ada di dekatnya tidak lagi di samping Azman.


“Aku sangat yakin dan selesai kita menghabiskan buah - buahan ini kita akan berangkat, seharusnya nanti pas kita datang tempat itu sudah sepi dan kehadiran mu tidak akan menjadi pertanyaan banyak pihak.” Ucap Azman.

__ADS_1


“Ya sudah jika itu keputusanmu, aku akan ikut, lalu setelah ini kita akan kemana memangnya.” Ucap Azizah.


“Hal pertama yang harus kita lakukan adalah membeli pakaian untukmu dan mengirimkan tas ransel ini ke rumah ku agar tidak menambah beban di perjalanan kita, aku juga akan membelikanmu helm serta pakaian ganti untuk mu.” Ucap Azman.


“Baiklah, kemana pun kau membawa ku aku akan mengikutimu dan bilang ya jika ada hal yang kau butuhkan dariku tapi jangan minta yang aneh - aneh ya, meskipun ayah ku sudah merestui kita namun kita belum menikah dan aku tidak mau melakukan hal yang dilarang.” Ucap Azizah.


Äzizah, aku akan berusaha untuk itu, kau tahu kau ini sungguh luar biasa cantiknya dan jujur saja aku tertarik kepadamu, namun biarkan kita saling mengenal dulu saja ya, aku tidak ingin kita terlalu cepat mengambil keputusan dan membuat kita mengakhiri hubungan kita lebih cepat.” Ucap Azman.


“Azman kami kaum Jin hanya menikah satu kali, berbeda dengan kaum manusia yang sering menikah berkali - kali.” Ucap Azizah.


“Aku juga ingin pernikahan satu untuk selamanya, namun aku masih bingung dengan pernikahan kita, secara kau kaum Jin dan aku manusia, akan jadi apa anak kita nantinya ya.” Ucap Azman yang memang masih bingung dengan hal ini.


“Bukankah kalian tidak berwujud manusia.” Ucap Azman yang masih terbayang dengan cerita - cerita di komik yang dia baca.


“Azman, dari lahir aku berwujud sepertimu dan semua organ tubuh kita sama kecuali yang itu tentunya karena kan kau laki - laki dan aku adalah wanita.” Ucap Azizah dengan mulut yang penuh dengan apel hijau.


“Bisa kau ceritakan tentang alam mu itu?.” Tanya Azman.

__ADS_1


“Alamku sangat sedikit bangunannya dan lebih banyak gunung dan pepohonan, semuanya sangat asri dan meskipun begitu aku sangat nyaman disana, kami memang mengutamakan kesehatan alam kami dari pada kebutuhan dan keinginan kami, kami bisa saja lebih maju dari kalian di dunia ini namun kami tidak ingin karena tentunya alam kami akan rusak seperti disini, satu hal lagi jangan mencari wanita yang buruk rupa karena kau tidak akan menemukannya.” Ucap Azizah.


“Apakah benar tidak ada wanita yang berburuk rupa disana?.” Tanya Azman.


“Itu benar, dan itu adalah kenyataannya, tapi aku tidak akan membawamu kesana, karena aku takut kau seperti yang lainnya yang memiliki banyak istri, aku tidak ingin memiliki saingan ha ha ha ha ha ha.” Ucap Azizah sambil tertawa ringan.


“Kau ini ada - ada saja, ya tidak demikian juga arahnya, aku kan sudah bilang akan menikah satu kali.” Ucap Azman.


“Iya aku percaya, satu kali dengan ku dan satu kali dengan yang lainnya bukankah demikian  yang kau inginkan, Azman sudah jangan berucap janji ya, aku tidak menyukainya, karena biar bagaimanapun juga aku sudah mulai bisa memahami dirimu, kau ini orang baik dan tetaplah menjadi baik ya, sebaiknya kita segera berangkat saja ya, karena aku lihat jika sebentar lagi di hutan ini hanya tinggal kita berdua, sedangkan teman - teman mu sudah hampir keluar dari dalam hutan ini.” Ucap Azizah sambil berdiri demikian juga Azman yang langsung mengambil ranselnya.


“Azizah mari kita pergi.” Ucap Azman sambil melangkah dan Azizah pun langsung berjalan di sebelah kiri Azman.


“Azman, sini aku bantu membawakan tas ransel mu itu.” Ucap Azizah sambil terus melangkah di samping Azman.


“Azizah, kau ini ada - ada saja, kau kan perempuan, mana mungkin aku membiarkan mu membawa beban seberat ini, Daim saja tidak pernah aku mintain tolong membawakan barangku, masa kamu sekarang aku mintain tolong.” Ucap Azman.


“Loh kenapa, tas itu bahkan tidak berat untukku, kau tahu aku ini sangat kuat dan aku belum lama ini dinobatkan sebagai wanita terkuat di alam ku.”Ucap Azizah.

__ADS_1


“Tetap tidak, kau tidak perlu membantuku, aku akan meminta pertolongan mu jika memang aku sudah sangat membutuhkannya, kau tidak perlu khawatir akan apapun ya, selagi aku masih mampu maka aku akan tetap seperti ini dan akan mengurangi meminta pertolongan mu, meskipun kau kaum Jin namun aku akan selalu menganggapmu sebagai wanita.” Ucap Azman.


__ADS_2