Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Kabupaten Bandung 10


__ADS_3

“Siap Komandan.” Ucap keempatnya dengan sangat kompak dan langsung melangkah ke depan sambil mengeluarkan parang mereka sementara itu Daim terus berjalan di depan mereka semua.


Benar saja lima puluh meter dari lokasi itu kini jalanan semakin rapat dan malai tertutup oleh ilalang dan ranting  ranting pohon yang berserakan akibat banyaknya ranting yang jatuh, dengan sigap ke empat orang anggota Tim Sar itu pun membersihkannya dan mereka berempat membuat jalan jadi sedikit lebih lebar lagi.


Sudah dua ratus meter mereka berjalan dan kini mereka sudah sampai di sebuah tanah yang cukup lapang dengan sebuah lubang besar menganga di depan mereka, mereka semua kini melihat jika lubang besar yang berdiameter kurang lebih dua puluh meter dengan kedalaman kurang lebih delapan meter itu penuh dengan jenazah dan tengkorak sehingga menimbulkan bau yang  sangat tidak sedap sehingga semuanya menutup hidung mereka.


“Dua orang segera ambil beberapa gambar dari berbagai posisi, dan dua orang segera buat rekaman video agar ada bukti nyata atas penemuan ini, lakukan dengan cepat agar kita bisa segera meninggalkan lokasi ini.” Ucap Pak Jaja sambil menutup hidungnya.


Mereka langsung melakukan perintah Pak Jaja dan rasa lelah mereka kini sudah hilang digantikan dengan perasaan bercampur aduk melihat ratusan tengkorak dan jenazah yang mulai membusuk itu.


“Azman, kau tidak perlu khawatir tidak akan ada gangguan apapun disini, semuanya bisa bekerja dengan maksimal.” Ucap Daim.


“Terima kasih ya Daim.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim dan dia pun menutup hidungnya karena bau busuk mayat yang sangat menyengat itu.


“Pak Jaja mari kita menjauh dulu saja dari sini, baunya terlalu menyengat dan sebaiknya nanti yang melakukan evakuasi disini lebih mempersiapkan diri Pak.” Ucap Azman sambil berjalan menjauh dan Pak Jaja  pun langsung mengikutinya.


Azman berjalan menjauh dan dia terus berjalan karena dia tidak ingin mencium bau yang sangat menyengat itu, hingga kini dia berjarak hampir seratus meter dan duduk di atas sebuah batang pohon besar yang sudah tumbang dengan Pak Jaja yang duduk di sebelahnya.

__ADS_1


“Pak Azman, apakah itu semua adalah korban dari praktik ilmu hitam yang dilakukan oleh warga desa yang terkena longsor?.” Tanya Pak Jaja.


Azman yang sedang menyalakan sebatang rokoknya tidak menjawabnya melainkan dia kini hanya menghisap rokoknya perlahan dan Pak Jaja pun sama dia juga ikut menyalakan sebatang rokok juga.


“Dari apa yang saja ketahui mereka semua adalah korban yang dijadikan tumbal Pak, dan ini sudah berjalan bertahun - tahun, sehingga jumlahnya sangat banyak, tadi kita lihat dalamnya  kurang lebih delapan meter bukan, dan saya tidak yakin dalamnya hanya segitu saja, oh iya kenapa anda jadi perokok aktif lagi.” ucap Azman.


“Saya lagi pusing Pak, jika sampai kita tidak mendapatkan lokasi untuk memakamkan mereka semua, dan ya gara - gara ini saya jadi perokok aktif lagi.” Ucap Pak Jaja.


“Kita tunggu mereka selesai dan kita kembali ke tenda di atas saja Pak, jika memang mereka tidak mau memberikan tanahnya maka nanti saya akan gunakan pihak media saja untuk mencari lokasi pemakamannya, saya yakin ada banyak tanah milik pemerintah disini dan masa iya pemerintah tidak mau menyerahkan sedikit tanahnya untuk dijadikan pemakaman mereka semua.” Ucap Azman.


“Iya Pak, sayangnya saya tidak memiliki kenalan pemilik tanah dekat ini dan Pak Ridho ini benar - benar sudah sangat lalai, saya akan berikan dia teguran keras dan kedepannya saya akan lebih menegaskan jika selain melakukan evakuasi yang namanya pemakaman juga wajib didahulukan, ini lagi saya malah baru sadar jika dari semalam saya belum melihat ada seorang pun orang pemerintahan yang datang, sebentar saya ingin menghubungi Pak Gubernur saja dulu, ini tidak bisa dibiarkan, sikap acuh seperti ini saya benar benar tidak menyukainya.” Ucap Pak Jaja sambil mengambil Ponselnya.


Mereka berdua tetap duduk di sana dan menikmati rokok mereka, dan kini dua batang sudah habis, terlihat jika empat orang anggota Tim Sar itu sudah berjalan mendekati mereka dengan Daim yang berjalan di belakang keempat orang itu.


“Bagaimana apakah kalian sudah mengambil semua photo dan videonya?.” Tanya Pak Jaja.


“Siap sudah komandan, kami sudah mengambil semua bukti digital dari semua sudut juga.” Jawab salah seorang anggota Tim Sar itu dan mereka semua kini duduk di tanah di depan Pak Jaja dan Azman.

__ADS_1


Ke empat orang itu nampak sangat lelah dan mereka pun nampak sangat kecapean.


“Kita beristirahat dulu lima belas menit saja baru kembali ke atas.” Ucap Pak Jaja dan keempat orang itu hanya mengangguk lalu menyalakan sebatang rokok untuk bisa lebih relax lagi.


“Kalian berempat kenapa?.” Tanya Azman.


“Ini pengalaman terberat kami Pak, kami sudah terbiasa melihat jenazah namun melihat hal yang seperti tadi baru kali ini Pak, ini benar benar tidak manusiawi, pantas saja Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan Azab kepada mereka.” Ucap Salah seorang anggota Tim Sar itu menjawab Azman.


“Ya namanya juga manusia yang bekerja sama dengan setan Pak, mereka pikir dengan mengorbankan manusia lain bisa digdaya namun mereka salah besar dan tenang saja, di akhirat pun mereka akan terus mendapatkan azabnya kok Pak.” Ucap Azman.


“Pak Azman, anda benar - benar hebat bisa tahu ini semua.” Ucap Salah seorang anggota Tim Sar itu.


“Iya Pak, kebetulan ada Jin Baik yang memberitahu saya, dan ini benar - benar keberuntungan untuk kita semua.” Ucap Azman sambil tersenyum ke Daim yang berdiri di dekat keempat anggota Tim Sar itu.


“Pak Azman, warga desa itu sungguh biadab, mereka sudah sepantasnya mendapatkan Azab itu.: Ucap salah seorang anggota Tim Sar itu mengemukakan pendapatnya.


“Kita tidak boleh seperti ini ya, urusan Azab itu urusan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, tugas kita bukan untuk menghakimi juga, pendapatmu itu memang benar namun jangan sampai kau utarakan ke pihak luar ya.” Ucap Pak Jaja menengahi.

__ADS_1


“Siap Komandan, maaf saya benar benar kesal dengan mereka, mereka benar - benar manusia tersadis yang pernah saya temukan, tapi untungnya kini mereka sudah tiada dan tidak akan ada lagi korban dari mereka semua.” Ucap anggota Tim Sar itu kembali.


“Jadi inti dari semua ini adalah, kita harus selalu berbuat baik ya, agar kita selalu mendapatkan kemudahan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan kita tidak mendapatkan azabnya, selain itu juga kita harus membersihkan hati kita jangan sampai sikap kita membuat semua tindakan baik kita sia - sia ya.” Ucap Azman menyampaikan pendapatnya.


__ADS_2