
“Itu benar, namun kita coba dulu dengan izin ya, jika tidak maka kita akan berpindah parkir dan menuju kesana sendiri.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Azizah.
“Pak Azman, begini saja, saya minta waktu bapak sebentar, kebetulan sebentar lagi para sesepuh akan berkumpul di balai desa kami, bagaimana jika anda berdua ikut dengan saya kesana.” Ucap Pria sepuh Kepala Desa.
“Itu ide yang sangat baik Pak, dan karena sebentar lagi juga masuk waktu shalat dzuhur maka sekalian saja ya.” Ucap Azman yang berbarengan dengan terdengarnya Adzan dzuhur.
“Balai desa dengan masjid kami masih satu halaman Pak, jadi kita bisa sekalian, sebaiknya anda membawa mobil anda saja karena jaraknya masih lumayan, kurang lebih dua ratus meteran.” Ucap Pria sepuh.
“Sayangku, kita berjalan kaki saja ya, biarkan saja mobilnya disini, siapa tahu ada obyek untuk aku photo.” Ucap Azizah yang memang turun dari mobil tadi membawa satu kamera dslr.
Azman pun kemudian menyelesaikan pembayaran di warung nasi tersebut dan mereka berdua kemudian berjalan bersama dengan pria sepuh ke masjid desa itu.
Azizah sibuk dengan kameranya dan mengambil beberapa gambar sambil berjalan, sedangkan Azman sendiri nampak sibuk berbincang dengan pria sepuh itu, sampai akhirnya mereka sampai di masjid desa dan langsung memasukinya.
Mereka melaksanakan shalat dzuhur bersama - sama lalu berkumpul di balai desa yang ada di samping masjid, disana terlihat ada beberapa pria sepuh lainnya selain Azman, sedangkan Azizah tidak ikut masuk melainkan menunggu di luar sambil mengambil beberapa gambar.
“Pak Azman, kami semua disini sudah mengetahui kemampuan anda dengan makhluk spiritual, namun kami tidak ingin ada hal buruk terjadi terhadap anda.” Ucap Kepala desa.
__ADS_1
“Itu benar, meskipun Gua tersebut mempunyai sarang burung walet yang bisa merubah kehidupan masyarakat desa kami namun kami tidak ingin ada lagi korban jiwa disana, dan kami juga tidak mau disalahkan jika ada yang terjadi terhadap anda.” Ucap salah seorang Pria sepuh lainnya.
“Jadi begini Pak, keinginan saya dan istri saya kesana adalah murni keinginan kami sendiri, kami tidak akan menyalahkan siapapun jika ada yang terjadi terhadap kami, akan tetapi yang kami butuhkan adalah izin dari Bapak - bapak semua sebagai tokoh masyarakat sini, meski saya bisa saja kesana tanpa izin dari Bapak - bapak semua bukan. Saya tidak akan mengambil keuntungan apapun dari Gua itu dan bahkan jika masalah dengan makhluk gaib selesai bukankah itu lebih baik.” Ucap Azman mengutarakan keinginannya.
“Itu benar Pak, akan tetapi sudah banyak sekali korban dan kami semua juga tidak berani mengajak anda kesana, jika anda bisa mengajak orang lain untuk menemani anda maka kami akan Izinkan.” Ucap salah seorang tokoh masyarakat yang ada disana.
“Begini saja, jika Bapak - bapak tidak ingin menemani saya dan warga sini juga tidak ingin menemani saya, maka tidak masalah, saya dan istri saya tetap akan kesana, saya juga tidak ingin ramai orang yang kesana, karena jika ada banyak orang perhatian saya akan teralihkan, akan tetapi adakah yang mempunyai kontak dari Tim Sar atau anggota kepolisian, biar mereka saja yang menemani saya.” Ucap Azman.
“Saya bisa menghubungi pihak kepolisian namun tidak yakin jika mereka bisa menemani Pak Azman.” Ucap Kepala Desa.
“Silahkan dicoba dulu Pak di hubungi.” Ucap Azman.
“Bapak - bapak semua, maaf adakah yang bisa memberitahukan saya mengenai Gua itu lebih jelas lagi, bukankah dulu ada yang biasa masuk mengambil sarang burung walet disana?.” Ucap Azman.
“Benar Pak, saya salah satunya, Gua itu sangat besar dengan diameter mulut Gua disini hanya dua meter namun didalamnya sampai sepuluh meteran lebarnya, tingginya juga sampai ada yang dua puluh meter, panjangnya sendiri mencapai lima ratus meteran yang menembus ke sisi laut dan selain itu Gua itu juga memiliki banyak cabang, kami sendiri belum pernah menjelajahnya, ada mitos jika Gua itu tersambung dengan beberapa Gua lainnya yang masih jadi misteri, untuk menjelajahi Gua itu tentunya membutuhkan peralatan dan waktu yang cukup juga.” Ucap salah seorang pria usia empat puluh tahunan yang belum lama bergabung dengan mereka.
“Ini sempurna, jadi ekspedisi Gua ini bisa kita lakukan bersama - sama nantinya, mungkin anda mau ikut bersama saya?.” Ucap Azman.
__ADS_1
Pria tersebut tidak langsung menjawabnya melainkan nampang berpikir keras dan mencoba meminta pendapat dari yang lainnya, dan beberapa warga juga mulai berdatangan.
“Suamiku, ada yang mencurigakan, karena ada satu orang yang nampak ragu untuk bergabung dengan kalian, dan hatinya sangat jahat juga, di tubuhnya juga ada aura makhluk terkutuk, sepertinya orang ini biang keladinya.” Ucap Azizah dalam hatinya berkomunikasi dengan Azman dan saat ini dia memang masih ada di luar balai pertemuan sibuk dengan kameranya serta mengawasi penduduk desa yang berkumpul di luar balai pertemuan.
“Istriku, awasi dia, jika benar dia terlibat maka kita akan membuatnya membayar atas semua kesalahannya.” Ucap Azman yang juga dalam hatinya karena sejak awal dia curiga ada yang menjadi biang keladi dari penutupan Gua sarang burung walet itu.
“Orang ini ahli racun juga dan sebaiknya kau lebih hati - hati ya suamiku.” Ucap Azizah dalam hatinya kembali berkomunikasi dengan Azman.
“Iya istriku, apakah kau bisa mencari tahu jenis racunnya dan penawarnya.” Ucap Azman yang juga dalam hatinya.
“Tentu saja aku bisa dan aku sudah mengetahui penawarnya juga kok, sudah kau lanjutkan saja dulu, aku disini dulu ya.” Ucap Azizah.
“Iya sayangku.” Ucap Azman.
“Pak Azman, kami saja yang ikut dengan Anda, akan ada sepuluh orang yang dulunya pencari sarang burung walet yang akan ikut bersama anda, tapi karena Gua itu sudah di tutup pihak kepolisian maka sebaiknya kita meminta izin dulu dari mereka.” Ucap Salah seorang warga.
“Saya sudah berbincang dengan pihak kepolisian dan mereka sudah setuju, informasinya satu jam lagi mereka akan datang kesini, mereka setuju karena mendengar nama Anda yang memimpin ke Gua itu.” Ucap Kepala Desa.
__ADS_1
“Alhamdulillah, jika demikian maka ini sangat baik bukan, terima kasih yang sudah mau menemani saya.” Ucap Azman.
“Baiklah sudah diputuskan, kita akan kesana bersama - sama dan silahkan semuanya membubarkan diri, untuk mempersiapkan yang sekiranya dibutuhkan, dengan pertolongan Pak Azman kita akan membuka kembali Gua kematian itu, semoga kita tidak mendapatkan masalah dan ingatlah, utamakan keselamatan nantinya.” Ucap Kepala Desa itu sambil berdiri dan kini dia sudah membuat keputusan, nampak ada beberapa orang disana yang tidak setuju dengan keputusan yang di ambil oleh kepala desa itu.