
“Pak Azman silahkan di nikmati dulu, maaf saya sedikit lama membawakan cemilan untuk anda ini.” Ucap seorang anggota Tim Sar wanita yang datang ke tenda Azman dan membawakan sepiring tahu isi goreng dengan banyak juga cabai disana.
“Terima kasih ya, dan apakah yang lain juga sudah mendapatkannya.” Ucap Azman.
“Sudah Pak, yang lain bertugas memberikan cemilan ini, dan jika Bapak mau maka saya bisa kembali ke basecamp untuk mengambilkan yang lainnya jika ada yang Bapak inginkan.” ucap anggota Tim Sar tersebut yang tersenyum ramah ke Azman.
“Sudah tidak perlu merepotkan dirimu, ini sudah lebih dari cukup untukku, terima kasih ya.” Ucap Azman sambil tersenyum hangat ke wanita muda itu yang membuat pipi wanita muda itu kini terlihat memerah.
“Pak Azman, maaf saya lancang, bolehkah saya berfoto berdua dengan Bapak namun jika boleh saya ingin sambil memeluk Bapak.” Ucap wanita muda yang berusia tidak jauh dari Azman.
“Kau ini ada - ada saja, baiklah aku mau, tapi kenapa kau ingin sambil memelukku.” Ucap Azman.
“Bapak ini panutan dan juga idola ku, aku sangat ingin sekali memiliki photo dengan pose seperti itu Pak.” Ucap wanita muda tersebut.
“Baiklah tapi kita berfotonya disini saja ya.” ucap Azman sambil berdiri dan wanita muda itu langsung mengeluarkan telepon selulernya lalu memeluk Azman dengan erat dan mengambil beberapa photo dengan tangan kanannya.
Azman hanya tersenyum saja dan dia mengikuti keinginan wanita yang seumuran dengannya itu, dan saking senangnya wanita muda itu bahkan sampai mengecup pipi kanan Azman di photo terakhirnya lalu melepaskan pelukannya.
“Pak Azman, terima kasih, saya sangat bahagia sekali, akhirnya saya bisa memeluk Bapak dan mengabadikannya.” Ucap Wanita muda tersebut yang kini berdiri di depan Azman yang sudah duduk kembali.
__ADS_1
“Iya sama sama ya, tetap berbuat baik ya dan jaga kesehatanmu juga ya, jangan terlalu capai dan jangan mengambil tugas yang sekiranya berat untukmu.” Ucap Azman yang kembali menyalakan sebatang rokoknya lagi.
“Baik Pak, saya akan selalu mengingat pesan Bapak dan saya permisi lagi ya pak, karena harus menyiapkan makan siang untuk semuanya.” ucap Wanita muda tersebut yang langsung meninggalkan Azman dengan wajah penuh kebahagiaan.
“Menang banyak kau Azman, enak sekali kau sampai di peluk erat dan mendapatkan ciuman mesra dari wanita muda yang cantik itu.” Ucap Daim yang dari tadi melihat apa yang dilakukan Azman.
“Aku kan hanya membuatnya bahagia saja, kan dia yang dari tadi memelukku dan menciumku, biarkan saja tidak masalah paling masuk berita dan aku yakin Ayah dan Ibu ku juga tidak akan keberatan dengan hal ini.” ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim dan memang banyak sekali kamera media televisi yang merekam kejadian itu.
“Pak Azman maaf lama dan maafkan ulah anak buahku itu ya.” Ucap Pak Jaja yang sudah kembali dan duduk di kursi yang tadi dia duduki.
“Iya Pak tidak masalah, lagi pula memberikan kebahagiaan untuk orang lainkan bisa mendapatkan pahala kebaikan juga” Ucap Azman.
“Pak Jaja ini ada ada saja, tidak Pak saya belum mau untuk berhubungan, untuk saat ini saya hanya ingin berkelana saja Pak.” Ucap Azman sambil mengambil satu tahu isi goreng tersebut dan memakannya perlahan.
“Pak Azman anda benar, alat berat kami belum bisa masuk ke lokasi longsor dan semua harus kita kerjakan manual dulu sampai semua tanah mengering dengan sempurna.” Ucap Pak Jaja.
“Pak Jaja apakah Pak Ridho sudah memberikan kabar?.” Tanya Azman.
“Tadi saya sudah menghubunginya dan katanya dia dalam perjalanan kesini dengan lima orang kepala desa dan beberapa tokoh desa lainnya, dari informasi yang saya dapat mereka ingin berbincang dengan Pak Azman.” Jawab Pak Jaja.
__ADS_1
“Kira - kira masih lama tidak ya Pak, jika masih lama maka sebaiknya kita ke lokasi kedua dulu saja namun saya tidak ingin banyak orang dulu cukup empat orang saja yang ikut dengan kita, sedangkan pihak media tidak perlu ikut dulu Pak, biarkan mereka disini saja dulu, ini karena saya belum tahu kondisi jalannya.” Ucap Azman yang tidak ingin membuang banyak waktu.
“Kemungkinan satu jam lagi pak mereka baru sampai lokasi kita ini karena mereka belum sampai bawah juga, jika mereka sampai bawah maka radio yang satu ini pasti melaporkan.” Ucap Pak Jaja yang memperlihatkan satu radio komunikasi yang terletak di pinggangnya yang menggunakan jalur frekuensi khusus Jawa Barat dan radio komunikasi itu memang milik dari Tim Sar Jawa Barat yang dipinjam oleh Pak Jaja.
“Azman jika kau sudah tidak lelah lebih baik kita kesana saja dulu, mereka masih jauh dan sekarang saja mereka masih pada duduk santai.” Ucap Daim ikut memberikan pendapatnya.
“Pak Jaja, jika demikian maka ayo kita pergi, jangan sampai membuat kecurigaan pihak media ya.” Ucap Azman sambil berdiri.
“Baik Pak, saya sudah meminta anak buah saya untuk sedikit menyibukkan pihak media kok Pak, jadi mari Pak.” Ucap Pak Jaja sambil ikut berdiri juga.
Empat orang anggota Tim Sar yang ada di luar tenda langsung mengikuti Pak jaja dan mereka kini berjalan ke desa lokasi longsor dengan Daim yang berjalan paling depan, semuanya disana mengira jika Azman dan pak Jaja beserta empat orang itu akan kembali ke lokasi longsor dan mereka pun tidak mengikutinya melainkan hanya mengambil rekaman video kembali.
Daim terus berjalan di depan dan dia berjalan tidak terlalu cepat agar Azman dan yang lainnya tidak terburu buru, mereka melewati lokasi longsor dan terus berjalan hingga masuk ke dalam hutan yang cukup lebat dan pepohonan di sana juga sangat besar dan tinggi sehingga sinar matahari sangat jarang yang bisa tembus.
“Azman, kita tinggal mengikuti jalanan ini saja dan akan sampai, sebaiknya empat orang itu berjalan di depanmu saja dan mulai membuka kan jalan untuk mu, terlalu banyak ilalang dan ranting yang menutup jalan soalnya di depan kita.” Ucap Daim yang tiba tiba berhenti berbicara dan Azman pun langsung berhenti di ikuti oleh yang lainnya.
“Pak Jaja, biar rekan rekan jalan di depan kita saja, karena di depan jalan sudah mulai penuh dengan ilalang dan ranting ranting pohon, jadi saya minta tolong rekan rekan untuk membukakan jalan.” Ucap Azman.
“Kalian sudah mendengarnya, jadi tolong bantu kami ya, bukakan jalan untuk kami dan buat agar jalan jadi sedikit lebih lebar sehingga kita mudah melewatinya dan juga nantinya yang lain juga mudah melewatinya.” Ucap Pak Jaja.
__ADS_1