Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Membangun kembali rumah ibu warung


__ADS_3

Sebagian penduduk kemudian mendekati suami ibu warung itu dan sebagian lagi mendekati Azman yang tergeletak di atas tanah dengan mata terpejam. 


“Kita harus bagaimana ini” ucap salah seorang warga.


“Pak Azman Pak Azman” ucap seorang warga desa sambil memukul mukul pelan pipi Azman berusaha membangunkan Azman.


“Saya hanya istirahat Pak tidak pingsan” Ucap Azman sambil membuka matanya dan bangun lalu duduk di atas tanah itu.


“Alhamdulilah” ucap semua penduduk desa yang ada disana.


“Pak Azman, anda terluka cukup parah, mari kami bantu bapak ke rumah sakit” ucap seorang ibu ibu yang berbadan besar.


“Tidak Perlu Bu, saya masih kuat kok, bisa saya numpang ke kamar mandi untuk membasuh wajah saya ini” ucap Azman sambil memegang pelipis sebelah kirinya yang terkena pukulan buto ijo itu dan memang pelipis sebelah kiri itu berdarah sehingga darah segar banyak menutupi wajah Azman.


“Pak Azman mari rumah saya paling dekat dan di depan rumah saya ada kran yang bisa di gunakan” ucap salah seorang ibu ibu lainnya.


“Mari Bu bisa tunjukan rumahnya” ucap Azman sambil berdiri dan memegangi pelipis kirinya.


Azman kemudian mengikuti ibu itu dan banyak juga warga yang masih sibuk merekam Azman dan menyiarkannya secara langsung di sosial media yang ternyata siaran mereka sampai di tonton jutaan orang dalam waktu sebentar saja.


Azman kemudian membasuh wajahnya yang penuh dengan darah dan ternyata lengannya yang sebelumnya terluka kini mengeluarkan darah kembali, Azman tidak asal membersihkan luka luka itu namun tetap dengan doa doa yang dia panjatkan dalam hatinya dan anehnya darah darah itu kini berhenti mengalir semuanya.


“Terima kasih ya Bu” ucap Azman ke ibu pemilik rumah itu lalu dia melangkah ke arah motornya untuk mengambil plester dan perban untuk menutup tubuhnya yang terluka itu agar lebih aman.

__ADS_1


“Sama sama Pak Azman” ucap ibu pemilik rumah sambil mengikuti Azman.


“Pak Azman maaf kami tidak berhasil mendirikan motor bapak ini, kami sudah mencoba namun gagal terus” ucap salah seorang pemuda desa yang berdiri di dekat motor Azman dan disana ada beberapa orang pemuda yang terlihat kecapean.


“Iya tidak apa apa, biar saya saja” ucap Azman sambil berjongkok membelakangi motornya yang jatuh ke kiri itu dan punggungnya kini bersandar di jok motor sedangkan tangan kanannya ke stang motor dan tangan kirinya ke bracket bok panniernya.


Azman langsung berdiri perlahan sambil mengangkat perlahan motornya itu sampai kembali berdiri tegak lalu dia sandarkan kembali standar sampingnya, semua penduduk kembali di buat takjub karena motor seberat lebih dari tiga ratus kilogram itu berhasil di berdirikan seorang diri dengan mudah sedangkan mereka sampai berlima orang pun tetap gagal.


Azman tidak menggubris warga namun kemudian mengambil kotak obatnya dan mengeluarkan betadine, perban serta plester lalu mengobati dirinya sendiri yang terluka itu, Azman kemudian menyimpan kembali peralatan medisnya itu dan menyalakan sebatang rokok sambil bersandar di motornya.


“Pak Azman silahkan di minum” ucap seorang ibu ibu yang datang membawakan sebotol air mineral yang masih tersegel untuk Azman.


“Terima kasih Bu” ucap Azman dengan ramah dan langsung menerima botol air mineral itu lalu membuka penutup botolnya dan meminumnya sampai habis.


“Sini pak saya buangkan” ucap Ibu yang tadi memberikannya air mineral botol itu sambil mengambil botol plastik kosong itu dan langsung membawanya untuk di buang.


“Pak Azman alhamdulilah bapak selamat makhluk tadi sangat menyeramkan, dan alhamdulilah ini suami saya sudah pulih seutuhnya.” ucap ibu warung yang datang bersama dengan suami dan anaknya.


“Alhamdulillah jika bapak sudah pulih, maaf rumahnya jadi seperti ini” ucap Azman sambil tersenyum hangat ke mereka bertiga.


“Pak Azman terima kasih maaf gara gara menolong saya bapak jadi terluka seperti ini, soal rumah saya bapak tidak perlu memikirkannya kami sementara bisa tinggal di warung kok pak sampai kami selesai memperbaiki rumah kami ini” ucap suami ibu warung itu sambil menunduk sebagai bentuk perhormatan ke Azman yang telah menolongnya.


“Bapak dan ibu, saat saya memutuskan menolong bapak, saya sudah siap dengan semua konsekuensinya jadi saya terluka seperti ini pun saya sudah siap, sudah kalian tidak perlu memikirkannya, maaf apakah ada dari bapak bapak disini yang merupakan ahli bangunan dan bisa membantu saya merenovasi rumah ini menjadi rumah bata seperti milik bapak bapak semua” ucap Azman dengan ramah yang sengaja sedikit kencang agar semua penduduk yang ada di sana bisa mendengar ucapannya itu.

__ADS_1


“Pak Azman, sudah tidak perlu Pak, saya bisa sendiri kok pak” Ucap Suami ibu warung.


“Jangan menolak ya, bagaimana bapak bapak, siapa dari bapak bapak yang merupakan ahli bangunan yang biasa membangun rumah” ucap Azman.


“Saya Pak Azman, kebetulan saya memang tukang bangunan di desa ini” Ucap seorang laki laki berusia empat puluh tahunan yang mengangkat tangannya.


Azman tersenyum dan kemudian melangkah mendekati pria tersebut.


“Pak, Kira kira berapa biaya yang di butuhkan untuk membangun sebuah rumah dengan dua kamar tidur di tanah milik mereka” Ucap Azman ke tukang bangunan tersebut.


“Maaf Pak Azman, karena tidak ada dari bangunan rumah lama yang bisa di pakai maka bisa sampai seratus juta pak sudah termasuk dengan ongkos kerja” ucap pria itu yang merupakan tukang bangunan tersebut.


“Seratus juta sudah rapi?” tanya Azman yang merasa jika dia di Jakarta membangun dengan uang seratus juta susah untuk jadi rumah dua kamar tidur.


“Iya Pak, rumah sebelah ini saya yang membangunnya tiga bulan lalu dan hanya habis seratus juta juga pak, jadi sudah siap huni pak” ucap pria tersebut.


“Oke, jika dengan furniture nya kira kira habis berapa ya?” tanya Azman.


“Jika dengan Furniture lengkap bisa sampai seratus dua puluh bahkan bisa sampai seratus dua puluh lima juta pak, bisa di sesuaikan kok” ucap pria itu lagi.


“Oke saya akan berikan bapak seratus sepuluh juta untuk pembangunan rumah ini dan semoga bisa di mulai hari ini ya, untuk furniture nya biar pemiliknya saya yang membelinya sesuai keinginan mereka, mari ikut ke motor saya sebentar” ucap Azman sambil melangkah ke motornya dan dia langsung mengambil tas pinggangnya yang memang dia sudah memisahkan uang miliaran yang dibawanya.


“Pak Ini saya bayarkan seratus sepuluh juta untuk pembangunan rumah ini ya, saya harap bapak bisa langsung bekerja, kan saya sudah membayar lunas.” Ucap Azman sambil menyerahkan uang senilai seratus sepuluh juta rupiah ke Pria yang merupakan tukang bangunan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2