Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Bertenda di hutan samping desa terkutuk


__ADS_3

"Saya sudah mempelajari mengenai desa terkutuk dan mengetahui jika di sana masih ada kurang lebih seratus orang jadi kita harus menyelamatkan mereka dan menyelesaikan misteri ini bersama sama.


Saya tidak bisa sendiri, oleh karena itu saya mengajak kepada semua orang untuk ikut serta dalam aksi penyelamatan ini, untuk saudara ku semua, perlu diketahui jika desa terkutuk merupakan pusat dari makhluk makhluk supranatural dan karena nanti malam adalah puncak bulan purnama maka mereka akan jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Saya mengajak kepada saudara ku semua untuk berdzikir bersama kami nanti malam yang bertujuan untuk melemahkan semua makhluk gaib yang ada di desa terkutuk.


Untuk semua saudara ku yang dapat hadir saya ucapkan terima kasih, kalian semua nanti silahkan berkoordinasi dengan Pak Jaja selaku pemimpin dari Tim SAR.


Besar harapan saya jika banyak yang dapat hadir untuk membantu saya.


Terima kasih." Ucap Azman menjawab semua pertanyaan media namun pertanyaan kelima mengenai nomor teleponnya tidak dijawab.


Azman kemudian berdiri dan meninggalkan meja itu di ikuti oleh Pak Jaja, sedangkan para reporter media langsung melanjutkan pemberitaan itu.


Drrrrt Drrrrt Drrrrt ponsel ponsel Azman bergetar karena ada panggilan masuk yang langsung di terima oleh Azman.


"Pak Erickson ada apa?." Tanya Azman memulai pembicaraan telepon itu yang ternyata dari Pak Erickson Direktur utama Rumah Sakit Mooby.


"Maaf Pak Azman saya baru menghubungi Bapak kembali, saya baru selesai memimpin rapat para direksi rumah sakit, kasus menelantarkan pasien tadi sudah saya bahas dengan semuanya dan saya menjamin tidak akan ada lagi pasien yang terlantar hanya karena kekurangan biaya kedepannya, saya juga sudah meminta agar semua yang terlibat dalam kasus ini di berikan peringatan agar mereka tidak mengulanginya lagi, untuk pasien sudah saya pindahkan ke ruang perawatan vvip saya juga secara pribadi memberikan sedikit untuk istrinya agar mempunyai pegangan uang selama menunggui suaminya." Ucap Pak Erickson.


"Baguslah jika demikian, jadikan ini pelajaran berharga, ingat nyawa pasien adalah nomor satu, kita sudah memiliki keuntungan yang cukup jadi sedikit berbagi dengan mereka yang kekurangan biaya adalah hal sangat wajar. Terima kasih." Ucap Azman.


"Siap Pak Azman, terima kasih juga Pak." Ucap Pak Erickson dan Azman langsung mengakhiri panggilan telepon itu.

__ADS_1


Azman dan Pak Jaja saat ini sudah duduk berdua di teras masjid sambil menunggu pihak media menyelesaikan pemberitaannya.


"Saya setelah ini mau ke lokasi Pak, melihat situasi disana, bagaimana dengan Pak Azman." Ucap Pak Jaja.


"Sama Pak, saya juga mau kesana juga, oh ya apa ada terpal besar untuk alas shalat, jika ada nanti maghrib dan isya kita laksanakan di sana saja." Ucap Azman.


"Ada pak, kami memiliki terpal yang memang biasa kami pakai untuk shalat dalam aksi penyelamatan jika jauh dari masjid, nanti akan saya suruh anak anak untuk menyiapkannya." Ucap Pak Jaja.


"Terima kasih pak, karena jika bolak balik kesini pakai motor atau mobil kita akan sedikit kesulitan dengan lebar jalan yang hanya muat satu mobil." Ucap Azman.


"Bukannya ada jalan lain pak, dulu saat saya kesini malah tidak melewati jalan ini?." Ucap Pak Jaja.


"Wah saya malah tidak tahu hal itu pak, ya sudah tidak apa apa, lagi pula nanti jika semua akan berkumpul di hutan itu dan berdzikir bersama secara bergantian, namun saya mungkin tidak bisa sampai pagi karena paginya saya harus membereskan makhluk makhluk supranatural itu Pak." Ucap Azman.


"Iya Pak, sejak kemarin memang saya kurang istirahat, niat mau tidur nyenyak eh malah ketemu sepuluh kuntilanak." Ucap Azman.


"Sepertinya bapak di taksir sama kuntilanak tuch pak, sampai sepuluh yang datang." Ucap Pak Jaja mencandai Azman sambil tersenyum lebar.


"Masalahnya saya tidak mau di taksir sama mereka Pak, begini saja, nanti jika ada kuntilanak saya suruh mereka pacaran sama bapak saja gimana." Ucap Azman balik mencandai Pak Jaja.


"Ogah Pak, saya tidak mau dah, amit amit deh Pak." Ucap Pak Jaja sambil menggerakkan kedua bahunya pertanda dia sangat tidak ingin hal ini terjadi.


"Pak Jaja, sepertinya mereka sudah selesai ayo kita berangkat pak, agar lebih bisa bersantai kita disana." Ucap Azman yang melihat jika pihak media sudah menyimpan kembali kamera dan perlengkapan lainnya.

__ADS_1


"Iya Pak, saya juga sudah menyuruh mereka membangun tenda untuk bapak beristirahat." Ucap Pak Jaja sambil berdiri.


Azman kemudian ke motornya dan kembali menggunakan jaket serta helmnya lalu menaiki motornya itu sementara Pak Jaja langsung ke mobilnya demikian juga dengan pihak media yang sudah mendapatkan kabar dari Pak Jaja jika mereka akan ke lokasi hutan di luar desa terkutuk.


Mobil Pak Jaja melaju paling depan dan Azman mengikutinya sedangkan pihak media di belakang Azman.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk mereka sampai ke lokasi dimana Pak Umar sudah menyiapkan tenda tenda untuk mereka beristirahat dan Azman pun mendapatkan satu tenda sendiri lengkap dengan fasilitas seperti sebelumnya.


Azman pun langsung masuk ke dalam tendanya untuk beristirahat karena memang dia sudah ingin bisa selonjoran untuk sedikit melepas rasa lelahnya.


"Pak Azman, maaf namun ini nasi kotakĀ  bapak, karena dapur umum belum siap tadi saya tadi membeli nasi kotak untuk kita semua." Ucap Pak Umar yang mendatangi tenda Azman yang memang pintu tenda di biarkan terbuka oleh Azman agar angin bisa masuk.


"Makasih Pak, di letakkan di meja saja dulu pak, apakah yang lainnya juga sudah mendapatkannya?." Ucap Azman sambil bangkit dari atas kasur lipat lapangan itu dan berjalan ke kursi lalu mendudukinya bersamaan dengan Pak Umar menyimpan nasi kotak itu di atas meja.


"Sudah Pak, namun untuk makan malam sudah dari dapur umum pak jadi kita akan makan prasmanan." Ucap Pak Umar.


"Bagus itu Pak." Ucap Azman sambil mengambil satu botol air mineral dari dus yang ada di bawah meja itu.


"Jika demikian saya permisi dulu pak, karen masih harus menyeting lampu lampu untuk nanti malam." Ucap Pak Umar.


"Iya Pak, terima kasih, sudah membawakan nasi kotak ini ya pas banget waktunya saya lagi lapar." Ucap Azman sambil tersenyum lebar.


"Sama sama Pak, permisi." Ucap Pak Umar sambil kemudian meninggalkan tenda Azman.

__ADS_1


Azman kemudian memakan nasi kotak itu dan meskipun sederhana hanya dengan sepotong dada ayam dan sedikit sayuran namun terasa sangat lezat untuknya yang memang sudah cukup lapar.


__ADS_2