Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Penunggu Pantai 6


__ADS_3

“Suamiku, bisakah kau meminta Pak Edi untuk pergi dulu, ada hal penting yang harus kita lakukan disini dan aku tidak ingin Pak Edi mengetahuinya.” Ucap Azizah yang hanya terdengar oleh Azman karena Azizah bertelepati dengan Azman.


“Pak Edi, begini saja, biarkan saya dan istri saya disini dahulu dan nanti saya akan menemui anda setelah saya berhasil mempelajari area ini ya.” Ucap Azman sambil tersenyum hangat ke Pak Edi.


“Baik Pak, jika Bapak memerlukan saya, maka saya ada sebelah sana Pak, saya sedang membantu warga mengembalikan perahu mereka yang terdampar di pantai.” Ucap Pak Edi sambil menunjuk ke arah barat.


“Nanti saya akan kesana menemui anda.” Ucap Azman.


“baik , Bapak dan Ibu saya permisi dahulu.” Ucap Pak Edi dengan sangat ramah dan langsung meninggalkan Azman dan Azizah.


“Istriku ada apa?.” Tanya Azman.


“Suamiku, ayo ikut aku.” Ucap Azizah sambil melangkah dan arahnya bukan ke arah laut melainkan ke arah hutan yang terletak tidak jauh dari lokasi mereka itu.


Azman hanya tersenyum dan mengikuti Azizah dari belakang, dia tahu jika ini berkaitan dengan misteri di pantai tersebut.


Azizah terus melangkah dan kini mereka berdua berjalan di dalam hutan, sudah hampir setengah jam mereka berjalan dan tidak ada satu hal pun yang di ucapkan oleh Azizah ke Azman.


Hingga mereka sampai di sebuah air terjun yang cukup tersembunyi dan disana ada sebuah sungai yang airnya langsung mengalir ke laut, tapi bukan hal ini yang menarik perhatian Azman melainkan ada seorang laki - laki sepuh yang duduk di atas batu tidak jauh dari air terjun tersebut.


Pria sepuh berusia tujuh puluh tahunan itu menggunakan pakaian serba putih dan nampak melihat ke arah mereka berdua.


“Suamiku, dialah penunggu pantai itu, dan dia menunggu kita, jadi mari kita temui.” Ucap Azizah bertelepati ke Azman dan Azizah sendiri terus melangkah mendekati pria sepuh itu demikian juga dengan Azman yang berjalan di sebelah kirinya.

__ADS_1


“Azizah kau sudah dewasa ternyata dan siapa manusia ini?.” Ucap Pria sepuh itu sambil berdiri sesaat Azman dan Azizah berada satu meter di depannya.


“Guru, lama tidak berjumpa denganmu, ternyata guru yang menguasai pantai ini.” Ucap Azizah sambil memeluk erat pria sepuh itu dan melepaskannya kembali dan ini membuat Azman keheranan karena Azman tidak mengenal pria sepuh yang merupakan jelmaan dari sosok Jin itu.


“Siapa manusia yang bersama mu ini Azizah?.” Ucap Pria sepuh itu sambil melihat ke arah Azman dengan tajam.


“Guru, ini Azman suamiku, kami belum lama menikah dan suamiku ini adalah guruku selain paman Daim beliau inilah yang mengajar ku, oh iya Guru kenapa kau berwujud laki - laki tua seperti ini?” Ucap Azizah dan tiba - tiba asap putih menutupi pria sepuh itu.


Azman dan Azizah mundur beberapa langkah dan perlahan asap putih itu menghilang, namun sosok pria sepuh itu tidak lagi terlihat, di hadapan Azman dan Azizah kini nampak seorang perempuan cantik meskipun tidak secantik Azizah.


“Senang bertemu dengan mu Azman, aku Celtiq.” Ucap sosok wanita tersebut.


“Guru kenapa kau berpenampilan seperti tadi?.” Tanya Azizah.


“Azizah jika aku berpenampilan seperti ini tentunya akan menarik banyak masalah berbeda dengan berpenampilan menjadi laki - laki tua, aku juga suka berwujud menjadi nenek tua tergantung suasana hatiku saja.” Jawab Celtiq menjelaskan.


“Aku tahu ada banyak hal yang ingin kalian tanyakan kepadaku, ayo kita duduk disana.” Ucap Celtiq sambil kembali melangkah ke batu yang tadi dia duduki.


Azman dan Azizah pun langsung mengikutinya, mereka kini duduk di sebelah kiri Celtiq.


“Guru, apakah kau mengetahui perihal para korban di pantai itu?.” Ucap Azizah yang langsung mengutarakan rasa ingin tahu nya.


“Aku tahu akan hal itu, namun bukan aku yang mengambil mereka melainkan penunggu laut selatan ini sendiri yang mengambil mereka.” Ucap Celtiq yang membuat Azman menjadi bingung karena belum memahami apa yang di maksudkan oleh Celtiq.

__ADS_1


“Azizah dan Azman, kalian perlu tahu ada kekuatan besar di laut selatan ini, bahkan aku pun tidak mampu mengatasinya sendiri, namun setidaknya hanya satu korban saja pertahunnya dan bahkan kedepannya sudah tidak akan ada korban lagi.” Ucap Celtiq lagi yang melanjutkan pembicaraannya.


“Guru apa maksud Guru?.” Tanya Azizah kembali.


“Azizah alam ini begitu luas dan ada banyak kekuatan yang di luar pemikiran maupun bayangan kita, saat guru mengetahui kedatangan mu, guru pun bertarung dengan salah satu dari mereka, tidak ada yang menang di antara kami hingga akhirnya kami membuat kesepakatan agar tidak ada lagi korban manusia di pantai ini, dan dampak pertarungan itu adalah hujan badai yang terjadi di daerah ini.” Jawab Celtiq.


“Jadi seperti itu, pantas aku merasa jika hujan badai itu tidak biasa.” Ucap Azizah.


“Azman, kau tidak perlu memikirkan banyak hal, di pantai ini sudah tidak akan ada lagi korban jiwa kecuali jika memang sudah takdir mereka untuk meninggal dunia di pantai ini, dan aku tahu apa yang kau juga khawatirkan.” Ucap Celtiq kembali.


“Guru, aku berterima kasih atas bantuanmu dan jika anda mengetahui kekhawatiran saya maka bisakah anda memberikan jawaban.” Ucap Azman.


“Azman, Azizah ini tidak pernah lama di bumi seperti ini, dan sangat wajar jika dia menyesuaikan dengan bumi ini, semua yang ada di bumi dan alam kami itu berbeda, namun kau tidak perlu khawatir karena Azizah sendiri akan kembali normal seiring waktu nantinya.” Ucap Celtiq yang langsung menarik nafas dalam - dalam.


“Jadi selama proses penyesuaian itu kau harus menjaganya, kau harus bisa melindunginya.” Ucap Celtiq kembali yang terdengar cukup tegas.


“Guru, berapa lama aku seperti ini dan apakah ada cara aku bisa melewati ini lebih cepat.” Ucap Azizah.


“Ini semua karena kau menikahi manusia dan ini sangat wajar karena kau akan mengandung anak manusia, berapa lama aku tidak mengetahuinya namun yang jelas kekuatan mu akan kembali pulih seratus persen setelah kau melahirkan anak mu.” Ucap Celtiq.


“Betapa besar pengorbanan mu istriku.” Ucap Azman dalam hatinya sambil menarik nafas dalam - dalam.


“Sudah kalian tidak perlu banyak pikiran, kalian bersenang - senanglah dan nikmati bumi ini, bumi ini sangat luas untuk kalian jelajahi berdua.” Ucap Celtiq yang berusaha menghidupkan suasana.

__ADS_1


“Suamiku, apapun yang terjadi dan meskipun aku harus kehilangan kekuatan yang aku miliki namun aku bahagia bisa menjadi istrimu.” Ucap Azizah sambil meremas telapak tangan Azman.


“Azman, meskipun kekuatan Azizah berkurang namun bukan berarti dia menjadi lemah, hanya saja dia tidak sekuat sebelum menikah dengan mu, akan tetapi di bumi ini tidak akan ada yang bisa melawannya, kau tahu Jin wanita terkuat di alam Jin itu adalah Azizah.” Ucap Celtiq.


__ADS_2