
Waktu berlalu dengan cepat dan Dania pun sudah kembali datang, namun kini Dania tidak datang sendiri melainkan bersama dengan dua orang yang sebelumnya dia sampaikan, kini mereka berempat pun duduk di kursi yang ada di taman belakang, dan hal ini di sengaja oleh Azman agar kedua orang itu mengetahui luas rumah dan juga taman - tamannya.
“Mas Azman dan Mba Azizah mereka berdua ini sudah seperti ayah dan ibu saya, karena dari sebelum saya lahir mereka berdualah yang bekerja merawat rumah saya dan juga termasuk merawat saya, namun sejak kedua orang tua saya wafat mereka berdua tidak lagi bekerja, karena rumah saya yang sekarang kan kecil jadi tidak memerlukan orang lain untuk merawatnya.” Ucap Dania.
“Bapak dan Ibu, perkenalkan saya Azman dan ini istri saya Azizah, kami berdua ini untuk sementara ini akan tinggal disini, dan rumah bersama halamannya disini terlalu luas untuk kami berdua, jadi kami memang sedang mencari orang untuk bekerja disini, terutama untuk membantu membersihkan dan merawat rumah serta semua yang ada disini, bisakah Bapak dan Ibu memperkenalkan diri terlebih dahulu agar saya dan Istri bisa lebih mengenal Bapak dan Ibu?.” Ucap Azman yang memperkenalkan dirinya dan juga istrinya serta ingin mengetahui mengenai kedua orang yang dibawa oleh Dania.
“Bapak dan Ibu perkenalkan nama saya Sugeng dan ini istri saya Sumiyem, kami kebetulan seperti yang disampaikan oleh Mba Dania sebelumnya bekerja ke kedua orang tua Mba Dania, dan kami sudah terbiasa bekerja sebagai asisten rumah tangga, kami berdua juga tidak memiliki anak sehingga kami bisa bekerja dengan maksimal jika memang kami di terima kerja disini, kami memang sudah tidak muda dan saya sendiri berusia lima puluh dua tahun sedangkan istri saya lima puluh tahun namun insyaallah kami berdua masih mampu untuk merawat rumah dan semua yang ada disini.” Ucap Pria yang datang bersama Dania itu dan mengaku bernama Sugeng.
“Suamiku, mereka berdua sangat jujur dan baik, aku rasa mereka bisa kita percaya untuk merawat rumah kita ini.” Ucap Azizah bertelepati ke Azman.
“Baik jika memang demikian Pak Sugeng dan Ibu Sumiyem saya terima kerja disini, namun kedepannya jika memang kalian berdua merasa memerlukan tambahan orang jangan sungkan untuk menyampaikannya kepada kami berdua ya.” Ucap Azman.
Keduanya nampak berbahagia dan mereka tidak menyangka bisa semudah itu Azman menerima mereka untuk bekerja, demikian juga dengan Dania yang sebelumnya mengira jika Azman atau Azizah akan banyak bertanya atau mengajukan syarat - syarat khusus.
“Alhamdulilah terima kasih Bapak dan Ibu sudah menerima kami, Insyaallah kami tidak akan mengecewakan Bapak dan Ibu.” Ucap Pak Sugeng dengan nada suara yang terdengar sedang berbahagia.
“Bapak dan Ibu, nanti tinggal di rumah yang itu ya, disana kan ada tiga rumah jadi silahkan saja di pilih mau yang mana yang di tempati, oh iya soal gaji? Berapa yang Bapak dan Ibu inginkan?.” Ucap Azman namun nampak jika Pak Sugeng dan Bu Sumiyem itu kebingungan untuk menjawabnya, mereka hanya saling berpandangan saja.
__ADS_1
“Bapak dan Ibu jangan sungkan kepada saya ataupun istri saya bukankah kita sekarang akan jadi satu keluarga.” Ucap Azman kembali.
“Pak, saya ikut saja berapapun yang Bapak dan Ibu berikan, kami berdua ini hanya ingin bekerja saja, kami bisa mempunyai kesibukan lagi sudah senang, berapapun yang Bapak dan Ibu berikan kami akan menerimanya.” Ucap Pak Sugeng.
“Benar Bapak dan Ibu, untuk Gajinya kami akan ikut dengan Bapak dan Ibu saja.” Ucap Bu Sumiyem.
“Mba Dania, sebelumnya mereka kan bekerja di keluarga anda, berapa Gaji disana?.” Tanya Azizah.
“Sebelumnya di keluarga saya hanya dua juta rupiah per orangnya.” Jawab Dania.
“Jika begitu sementara saya akan berikan masing masing tiga juta rupiah, dan jika Bapak dan Ibu keberatan maka tolong di sampaikan kepada saya.” Ucap Azman yang meskipun dia sudah menaikkan angka gaji Pak Sugeng dan Bu Sumiyem dia tahu jika angka itu masih kecil jika dibandingkan dengan apa yang akan di kerjakan oleh mereka berdua.
“Baiklah, jika demikian, kapan Bapak dan Ibu bisa mulai bekerja disini?.” Tanya Azizah.
“Kami mohon waktunya untuk mengambil barang - barang kami di rumah, dan insyaallah besok kami sudah siap untuk mulai bekerja Bu.” Jawab Bu Sumiyem.
“Mas Azman, jika demikian saya permisi dulu ya, biar saya antar mereka berdua pulang dahulu, dan besok saya akan kesini lagi untuk mengantar mereka berdua, kebetulan besok pagi saya belum ada rencana apapun.” Ucap Dania sambil berdiri.
__ADS_1
“Mba Dania terima kasih ya bantuannya.” Ucap Azizah.
“Tidak masalah, kita kan teman dan teman bukankah harus saling membantu, baik saya permisi dulu ya.” Ucap Dania kembali dan Azman hanya tersenyum sambil mengangguk saja.
Dania pun kemudian meninggalkan Azman dan Azizah pergi bersama dengan Pak Sugeng dan juga Bu Sumiyem.
“Istriku, untuk sementara waktu aku belum mau kemana - mana dan mau di rumah saja ya, nanti jika senggang kita akan berjalan - jalan di daerah sini saja dulu ya.” Ucap Azman sambil menatap hangat Azizah.
“Suamiku, aku tidak keberatan meskipun kita hanya tinggal di sini, dan apakah kau tidak ada rencana membawa motormu kesini, bukankah akan lebih mudah untuk kita berjalan - jalan dengan menggunakan sepeda motor.” Ucap Azizah.
“Sebaiknya kita membeli motor baru saja, motor biasa yang tidak mencolok perhatian masyarakat disini, aku sejujurnya ingin hidup tenang dengan tidak banyak orang yang mengetahui siapa aku.” Ucap Azman sambil kemudian menyalakan sebatang rokoknya.
“Itu juga baik menurutku, jadi aku akan mendukungmu selalu, namun sebaiknya tidak menyusahkan Mba Dania lagi untuk membeli motor ya.” Ucap Azizah.
“Tentu saja tidak, kita bisa mencari showroom motor dekat sini dan membelinya disana, motor matik seperti yang kita pakai di villa itu juga nyaman untuk kita, dan motor seperti itu juga pasaran sehingga tidak mudah di kenali orang.” Ucap Azman.
“Iya apapun motor yang akan kau beli, aku setuju saja.” Ucap Azizah yang memberikan dukungan untuk Azman.
__ADS_1
Azman hanya tersenyum dan melihat ke arah langit yang sudah mulai dipenuhi awan hitam dan angin juga mulai berhembus cukup kencang.
“Sepertinya akan ada badai, dan sebaiknya kita masuk kedalam rumah saja, perubahan cuaca ini terasa sangat extreme belakangan ini.” Ucap Azman sambil berdiri dan keduanya pun kemudian melangkah menuju ke rumah mereka lalu masuk kedalamnya.