Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Desa di tengah lembah 6


__ADS_3

“Jika memang kalian berdua ingin beristirahat maka silahkan, namun bawa cemilan ini, jadi kalian bisa memakannya disana.” Ucap Mbah Hardiyata.


“Baik Mbah, saya tidak akan sungkan.” Ucap Pak Jaja sambil mengambil kedua piring tersebut.


Azman dan Pak Jaja pun langsung kembali ke rumah kecil yang ada di belakang rumah Mbah hardiyata dan mereka tidak beristirahat namun duduk di teras rumah dan menikmati pisang dan sukun goreng itu.


“Mbah hardiyata dan keluarganya sangat baik ya Pak.” Ucap Azman.


“Benar, semua penduduk sini memang sangat ramah dan baik.” Ucap Pak Jaja.


“Pak Jaja, hujan ini tidak akan reda dengan segera, dan saya juga tidak yakin jika hujan ini bisa reda malam ini.” Ucap Azman.


“Azman, apa yang kau ingin sampaikan sebenarnya.” Ucap Pak Jaja sambil memandangi Azman.


“Pak, Hujan deras serta petir dan angin kencang ini akibat adanya kekuatan besar yang merusak keseimbangan alam, dan ini artinya hujan ini baru bisa reda jika penyebabnya saya binasakan atau saya kembalikan ke alamnya.” Ucap Azman sambil melihat ke arah langit yang nampak sangat gelap.


“Azman, apakah sebenarnya kau sudah mengetahui apa yang terjadi dengan Ibu dan anak itu?.” Tanya Pak Jaja.


“Saya belum mengetahuinya, namun yang jelas ini berkaitan dengan hantu yang muncul di desa ini, Pak Jaja saya waktu di hutan pinus merasakan ada kekuatan gaib yang cukup besar namun saya sengaja tidak memberitahukan kepada anda karena tidak mengancam jiwa kita,, akan tetapi sepertinya yang diinginkan adalah apa yang ada di desa ini.” Jawab Azman.

__ADS_1


“Azman, barang apa yang ada di desa ini dan sangat diinginkan orang lain.” Tanya Pak Jaja.


“Itu Pak.” Jawab Azman sambil menunjuk ke arah pohon jati yang sudah sangat tua dan berdiameter lebih dari lima meter yang ada di sebelah kanan rumah Mbah Mirno.


“Pohon Jati tua itu hanya pohon biasa, kenapa mereka sangat menginginkannya, dan siapa mereka itu.” Ucap Pak Jaja.


“Di desa ini ada banyak pohon jati tua yang berdiameter minimal satu meter dan mungkin ada ribuan pohon, jika di uangkan maka akan jadi uang yang sangat banyak Pak, siapa mereka saya tidak mengetahuinya namun yang jelas ada manusia yang menjadi gelap mata dengan uang, dan menurut pemikiran saya mereka ingin warga desa meninggalkan desa ini, sehingga mereka bisa menebang pohon - pohon jati tua yang ada di desa ini.” Ucap Azman yang langsung menghisap perlahan rokoknya.


“Jika demikian aku akan menghubungi pihak kepolisian saja, biar mereka bisa mengusut perkara ini lebih teliti dan membongkar dalang dari kasus ini.” Ucap Pak Jaja sambil mengeluarkan telepon selulernya.


“Pak Jaja, kita belum punya bukti apapun dan ini juga hanya pemikiran saya, tentunya ini tidak bisa jadi alat bukti, sebaiknya anda tidak menghubungi mereka sekarang.” Ucap Azman sambil melihat ke arah hutan pohon jati.


“Aku hanya takut jika mereka menyerang desa ini dan juga kita, saat manusia sudah dibutakan matanya dengan keserakahan biasanya akan melakukan apapun untuk keuntungan mereka.” Ucap Pak Jaja.


“Aku tidak mungkin meninggalkanmu disini.” Ucap Pak Jaja.


“Jadi begini Pak, saya hanya minta anda malam ini membawa mobil keluar dari desa ini, sehingga mereka akan berpikiran jika kita sudah tidak ada di desa ini, saya yakin jika mereka akan menjalankan rencana busuk yang sudah mereka siapkan, anda nanti kembali lagi kesini dengan membawa petugas kepolisian.” Ucap Azman.


“Jadi maksudmu, aku menjemput petugas kepolisian, tapi saat aku kesini dengan petugas kepolisian tentunya mereka juga akan mengetahuinya bukan.” Ucap Pak Jaja.

__ADS_1


“Tidak masalah jika mereka tahu, toh anda datang dengan bantuan, jika anda tidak kesini maka saya yakin jika mereka tidak akan kesini, dan hanya berusaha untuk menakuti penduduk desa ini saja.” Ucap Azman.


“Oke, tapi apakah aman aku meninggalkan mu sendiri di desa ini.” Ucap Pak Jaja kembali.


“Bapak tidak perlu khawatir, sekarang ini hujan sangat deras dan sejak kita berangkat saya tidak membuka kaca mobil juga bukan, seandainya di desa ini ada yang bersekongkol pun saat anda pergi dengan membawa mobil dan kaca mobil di tutup, mereka tidak akan mengetahui ada saya atau tidak di dalam mobil itu, sekarang inilah rencana terbaik yang saya miliki, anda pamit saja dengan Mbah Hardiyata dan sampaikan saja jika ada urusan pekerjaan yang sangat darurat sehingga kita berdua harus pergi, jika dia menanyakan aku sampaikan saja aku sudah di mobil.” Ucap Azman.


“Lalu kau akan kemana?.” Tanya Pak Jaja.


“Tadi saat saya mengambil jas hujan saya sebelumnya kesini mengambil tas ransel saya dan sudah saya simpan di mobil Bapak, saya akan ke hutan jati itu saja bersembunyi, anda jangan khawatir dengan saya, dan saya mohon jika bisa bawa petugas kepolisian kesini sebelum shalat shubuh ya Pak, jadi hari masih gelap.” Ucap Uzman lagi.


“Azman, aku tahu ada yang kau tutupi, namun aku menyetujui rencanamu, baiklah jika demikian aku akan berangkat sekarang saja.” Ucap Pak Jaja sambil berdiri.


“Baik, anda berhati - hatilah.” Ucap Azman yang juga ikut berdiri.


“Anda juga.” Ucap Pak Jaja dan Azman langsung mengenakan Jas Hujannya lalu berlari ke arah hutan jati yang ada di belakang rumah itu, Pak Jaja hanya melihat sebentar karena Pak Jaja langsung masuk ke dalam rumah untuk mengambil barang - barangnya.


“Azman entah apa yang kau rencanakan, dan entah apa yang kau dapat saat di rumah Ibu dan anak yang hilang itu, namun aku percaya jika ini sudah kau rencanakan dengan matang.” Ucap Pak Jaja dalam hatinya sambil terus membereskan barang - barangnya.


Sementara itu Azman yang mengenakan Jas Hutan terus berlari di dalam hutan jati tersebut dan Azman berlari ke arah gerbang desa, desa di tengah lembah itu memang di kelilingi oleh hutan jati dan dengan rimbunnya pohon jati tersebut di tambah hujan yang turun deras sehingga tidak ada seorang pun penduduk desa yang mengetahui Azman.

__ADS_1


Pak Jaja pun berpamitan dengan Mbah Hardiyata dan sesuai saran dari Azman, Pak Jaja pun beralasan jika dia malam ini harus pergi karena ada urusan pekerjaan yang sangat darurat.


“Saat tadi aku melintasi gerbang desa aku merasakan energi makhluk gaib yang tidak terlalu kuat dan kemungkinan itu adalah makhluk gaib yang ditugaskan mengganggu desa ini.” Ucap Azman dalam hatinya sambil terus berlari.


__ADS_2