Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Informasi jurang kematian 2


__ADS_3

“Tidak bisa pulang?, bisakah ibu menjelaskannya?.” Tanya Azizah yang nampak sedikit penasaran.


“Benar, waktu itu awalnya kami tidak percaya namun ketika ada kecelakaan dan ada orang yang kesana untuk menolong yang ada dia malah di temukan meninggal dunia, padahal jangka waktunya hanya sebentar saja dan tidak sampai satu jam sampai yang lainnya datang, oleh karena itu Ibu minta kalian tidak kesana sendirian.” Ucap Ibu warung menjelaskan dan nampak wajahnya ketakutan, seakan ada hal yang dia sembunyikan.


“Bu, saya rasa ada yang tidak Ibu ceritakan kepada kami, sebaiknya Ibu menceritakannya saja kepada kami mengenai apa yang sebenarnya terjadi ya, siapa tahu bisa mengurangi beban pikiran Ibu.” Ucap Azizah sambil tersenyum hangat ke Ibu warung itu.


“Keluarga Ibu juga hilang disana, dan sampai sekarang jenazahnya tidak ditemukan, jika ibu mengingat ini Ibu sangat takut hal sama akan terjadi.” Ucap Ibu warung.


“Ini sangat aneh, dan sebaiknya aku ikut kesana saja, suami ku kali ini kita pergi berdua ya.” Ucap Azizah bersamaan dengan masuknya seorang pria sepuh ke warung itu.


“Bapak Kepala Desa, kebetulan Bapak kesini mungkin bisa bantu saya mengingatkan Mas dan Mbak ini untuk tidak ke jurang kematian.” Ucap Ibu Warung.


“Loh ini bukannya Pak Azman yang sering membantu warga dalam perkara makhluk gaib ya dan Ibu ini siapa ya?.” Ucap Pria sepuh yang baru masuk itu dan duduk di depan Ibu warung.


“Ini Azizah istri saya pak, dan bisakah Bapak menjelaskan hal lain yang belum dijelaskan oleh Ibu warung mengenai Jurang kematian itu?.” Ucap Azman sambil memperkenalkan istrinya dan dia memaklumi jika pria sepuh itu mengenali wajahnya.

__ADS_1


“Jurang itu disebut jurang kematian sejak jaman dahulu kala, karena banyaknya orang yang meninggal dunia disana, dan bahkan jika ada orang luar yang kesana sendirian tanpa didampingi penduduk desa Bapak akan menjadi korban juga, sebenarnya jurang itu jika siang seperti ini tidak ada apa - apa namun jika sudah lewat magrib maka akan sangat berbeda, hal ini mungkin buat Pak Azman tidak masalah tapi benar apa yang dikatakan Ibu Warung sebaiknya Bapak tidak kesana, karena sudah beberapa yang mencoba mencari tahu misteri disana berakhir dengan kematian.” Ucap Pria sepuh tersebut.


“Pak bisa bapak jelaskan mengenai kondisi jenazahnya?.” Tanya Azman yang sedikit penasaran karena hal ini sedikit mirip dengan kejadian di gunung gelap yang dia alami.


“Mereka tidak mengalami luka apapun, bahkan meninggalnya pun dengan sangat normal dan tidak ada luka apapun, namun informasi dari pihak kepolisian setelah mayat - mayat itu di visum ternyata mereka keracunan, tapi tidak diketahui racun apa itu dan setelah di selidiki oleh pihak kepolisian juga mereka tidak berhasil menemukan sumber racunnya, makanya jika ada kecelakaan semua yang kesana selalu bersama - sama dan menggunakan masker khusus untuk mengantisipasi adanya racun itu.” Ucap Pria sepuh yang merupakan Kepala desa itu.


“Apakah ada warga desa disini yang menjadi korban?.” tanya Azizah.


“Untuk sepuluh tahun terakhir ini tidak, namun dulu iya, karena disana ada sebuah Gua yang menuju ke Laut dan ada banyak sekali burung waletnya, jadi warga kami dulu sering kesana untuk mengambil sarang burung walet tapi sejak seringnya timbul korban kini tidak ada lagi yang kesana sama sekali, dan Gua itu juga sudah tertutup dengan rapatnya pepohonan.” Ucap Pria Sepuh itu lagi.


“Jika saya dan Istri saya kesana apakah Bapak bisa mengijinkannya, siapa tahu kami bisa memecahkan misteri ini.” Ucap Azman dengan penuh harap.


“Saran Ibu jangan, sudah banyak sekali korban di jurang itu dan jangan sampai bertambah lagi.” Ucap Ibu Warung.


“Saya paham apa yang Ibu takutkan, namun tidak perlu khawatir karena insyaallah kami akan baik - baik saja.” Ucap Azizah berusaha meyakinkan Ibu warung.

__ADS_1


“Pak Azman, jika mau kesana maka sebaiknya anda berdua menggunakan masker khusus yang menutup seluruh wajah anda, jika saya tidak salah namanya masker gas, namun saya tidak memilikinya dan masker itu hanya ada di kota saja.” Ucap Pria Sepuh.


“Soal masker itu jangan khawatir karena saya memilikinya di mobil saya, dan tadi anda menyampaikan jika ada Gua disana yang menembus ke pinggir laut, bisakah anda menunjukkannya terlebih dulu.” Ucap Azman yang semakin penasaran dengan misteri jurang kematian dan dia curiga ini berkaitan dengan sarang burung walet yang memang memiliki harga jual sangat tinggi.


“Gua itu berada sebelah sana, jika Pak Azman ingin melihatnya maka saya bisa mengantarkan kesana, jika kita berjalan kaki paling sepuluh menit akan sampai.” Ucap Pria sepuh sambil menunjuk ke arah tertentu.


“Suamiku, kita kesana saja dulu, bukankah lebih baik melihat pantai yang indah lebih baik dari pada melihat jurang kematian.” Ucap Azizah memberikan sarannya.


“Pak apakah bisa membawa mobil kesana?, jika bisa biar kita menggunakan mobil saya saja.” Ucap Azman.


“Jika dengan mobil anda sangat bisa Pak, karena jalan kesana memang masih jalanan berbatu, Gua itu membelah bukit itu dan mitosnya Gua itu sangat besar Pak, namun tidak ada seorang pun yang berani masuk kedalamnya lagi, dulu saja penduduk desa hanya berani masuk kurang lebih lima puluh meter saja dari mulut Gua nya dan tidak berani masuk lebih dalam.” Ucap Pria sepuh.


“Apakah dari pihak pemerintahan tidak ada yang berani masuk kesana?.” Tanya Azman karena biasanya ada orang - orang departemen yang khusus mempelajari hasil bumi.


“Tidak ada Pak, kasus kematian yang tinggi di jurang itu menutup rasa ingin tahu semua orang dan hanya anda saya yang masih ingin kesana saat ini.” Ucap Pria Sepuh.

__ADS_1


“Tujuan saya hanya ingin tidak ada korban lainnya Pak, dan jika Gua itu bisa dijadikan sumber pemasukan untuk penduduk desa bukankah itu lebih baik lagi kedepannya, saya merasakan ada banyak makhluk gaib disana dan saya tidak ada maksud lainnya pak, mengenai sarang burung walet jika memang ada maka itu adalah hak kalian sebagai penduduk sini, begini saja, anda silahkan bicarakan dulu saja dengan sesepuh desa lainnya mengenai keinginan saya ini, dan jika kalian mengizinkan saya untuk kesana maka saya dan istri saya akan kesana, namun jika tidak maka kami hanya akan ke pantai dan melihat bibir gua nya saja.” Ucap Azman dan nampak raut muka penasaran di wajah Azizah dengan keputusan Azman ini.


“Suamiku, diizinkan atau tidak sebaiknya kita tetap kesana, aku tidak ingin ada manusia lain yang menjadi korban.” Ucap Azizah dalam hatinya berkomunikasi dengan Azman.


__ADS_2