Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Meminta Ijin


__ADS_3

Azman dan Azizah tidak lupa untuk melaksanakan shalat berjamaah, karena memang Azman selalu berhenti sebelum masuk ke waktu shalat, dan tepat jam delapan malam mereka pun sampai di lokasi yang dituju yaitu sebuah villa yang cukup besar dan memiliki kolam pemandian sendiri di dalam villa itu, ini sengaja Azman pilih karena dia ingin bersantai di kolam air panas tersebut.


Azman langsung menyelesaikan pembayarannya dan mereka pun kemudian menuju villa yang mereka sewa lalu masuk kedalamnya, Azman juga tidak lupa meminta agar dibawakan makan untuknya dan Azizah karena memang di kawasan villa tersebut ada rumah makan besar dua puluh empat jam.


“Azizah, disini ada dua kamar tidur dan dua - duanya juga sama besar, aku akan menggunakan kamar yang ini dan kau bisa yang sebelah ya.” Ucap Azman setelah mereka memasuki bagian dalam villa tersebut dan menunjuk ke salah satu kamar.


“Jadi kita tidur beda kamar ya, ya sudah, aku mau mandi dulu saja.” Ucap Azizah sambil memasuki kamarnya dan meninggalkan Azman.


Azman pun tidak menjawabnya melainkan dia kembali ke motornya yang terparkir di garasi dan mengambil barang - barang miliknya juga milik Azizah lalu membawakan barang tersebut ke dalam.


“Ya Ampun Azizah kenapa kau tidak menutup pintu kamar mandi mu.” Ucap Azman yang kini sudah berada di dalam kamar Azizah dengan maksud menyimpan pakaian ganti untuk Azizah dan dia melihat jika pintu kamar mandi Azizah memang terbuka dan Azizah sedang berendam di bathtub besar sehingga hanya nampak kepalanya saja.


“Azman kau ini yang main masuk kamar ku, namun kau juga yang komplain dengan ku, baru sebentar saja aku meninggalkanmu kau sudah kangen ya, sinilah kita berendam bersama.” Ucap Azizah sambil menengok ke Azman.


“Aku membawakan pakaian ganti mu dan pakaian tidur yang kau beli, jika sudah berendamnya maka kita makan bersama ya, aku akan menunggu pelayan villa ini mengantarkan makanan kita terlebih dulu baru berendam.” Ucap Azman sambil berdiri di depan pintu kamar mandi Azizah.


“Iya terserah kau saja, jika kau mau berendam disini maka kesini saja ya, aku makannya nanti saja.” Ucap Azizah.


“Iya.” Ucap Azman sambil melangkah keluar dari kamar Azizah dan langsung menutup pintu kamar Azizah kembali lalu masuk kedalam kamarnya dan menyimpan pakaian gantinya namun Azman tidak lama di kamar itu karena terdengar suara pintu diketuk.

__ADS_1


Azman pun langsung membukakan pintu depan villa dan menerima makanan yang dia antarkan lalu membawanya masuk, dia juga berpesan agar tidak ada yang mengganggunya kecuali jika dia yang menghubungi pengurus villa.


“Sebaiknya aku mandi saja dulu dan makannya nanti bersama dengan Azizah saja.” Ucap Azman sesaat setelah menyimpan nampan besar yang berisi makanan untuk dirinya dan Azizah itu dan langsung masuk kedalam kamarnya, dia juga langsung membuka semua pakaiannya dan melangkah ke dalam kamar mandinya lalu berendam di bathtub yang ada disana.


“Berendam di air panas alam ini memang lebih baik dari air panas buatan, kandungan belerangnya juga tidak terlalu tinggi jadi aku bisa sedikit berendam lebih lama.” Ucap Azman sambil berendam di bathtubnya.


Setengah jam berlalu dan Azman pun menyudahi kegiatannya lalu melangkah keluar dari kamar mandi nya dan menggunakan pakaiannya, dia kini hanya menggunakan celana pendek dan kaos dalam saja karena memang ingin lebih santai.


“Azman ayo makan bersama, aku sudah lapar loh.” Teriak Azizah dari ruang makan yang terdengar oleh Azman.


Azman tidak menjawabnya melainkan langsung keluar dari dalam kamarnya dan melangkah menuju ruang makan yang satu ruangan dengan ruang keluarga sedangkan ruang tamu ada di teras villa tersebut lalu duduk di depan Azizah yang memang sudah duduk lebih dulu.


“Azizah kenapa kau menggunakan pakaian tidur mu itu.” Ucap Azman yang melihat jika Azizah menggunakan pakaian tidur berwarna hitam yang cukup transparan sehingga kedua gunung kembarnya cukup terlihat apalagi tidak ada pembungkus yang digunakan.


“Ya namanya juga terlihat jadi wajar aku melihatnya, apakah kau biasa di dunia mu menggunakan pakaian setipis itu.” Ucap Azman sambil mendekatkan piringnya namun Azizah tidak menjawabnya melainkan fokus dengan makanannya.


Azman pun mulai memakan makanannya sambil beberapa kali melihat ke arah gunung kembar Azizah yang sangat besar itu.


“Tubuhmu sangat bagus sekali, pantas saja Daim ingin aku menikahimu, sebaiknya aku setelah ini menghubungi ibu dan ayahku untuk meminta izin mereka, agar setidaknya aku tidak kebablasan.” Ucap Azman dalam hatinya sambil terus memakan makananya.

__ADS_1


Mereka pun tidak lama menghabiskan makanannya dan Azman langsung menyimpan piring dan gelas kotor di teras sesuai permintaan dari pelayan yang tadi membawakan makanan dan minuman itu, lalu keduanya pun duduk santai bersebelahan di sofa ruang keluarga.


“Aku akan menghubungi kedua orang tua ku sekaligus mengenalkan mu kepada mereka ya.” Ucap Azman sambil mengambil ponsel miliknya dari saku celana pendeknya dan langsung menghubungi ibunya melalui panggilan video.


“Akhirnya kau menghubungi ibu mu ini, kau ada dimana dan siapa perempuan di sebelahmu itu.” Ucap Ibu dari Azman membuka percakapan panggilan video tersebut.


“Ibu, ini Azizah, kami saat ini ada di kota garut, besok kami baru mau melanjutkan perjalanan kami.” Jawab Azman.


“Senang bisa mengenal ibu, nama saja Azizah.” Ucap Azizah yang sedang menyandarkan kepalanya di bahu Azman.


“Ibu juga senang mengenalmu Azizah, namun ibu ingin bertanya kenapa kau menggunakan pakaian tidur setipis itu, apakah kalian berdua sudah melakukannya?.” Ucap Ibu dari Azman.


“Ibu ini bicara apa? Kami belum sejauh itu kok, oh iya dimana ayah?.” Ucap Azman.


“Ayahmu masih ada pertemuan dengan rekanan bisnisnya di ruang kerjanya, dan Azman apakah kalian berdua sudah sangat serius?.” Ucap Ibu Azman.


“Iya ibu, makanya aku menghubungi Ibu, karena aku takut khilaf dan berencana menikah secara agama dulu dengan Azizah, sedangkan untuk pernikahan resminya kan bisa nanti saja.” Ucap Azman dan Azizah terlihat tersenyum bahagia.


“Azman, apakah kau sudah memikirkan hal ini dengan serius dan bukan karena nafsu?.” Tanya Ibu dari Azman.

__ADS_1


“Ibu, aku sudah sangat serius dan aku juga sudah mendapatkan izin dari Ayah Azizah, jadi kami hanya tinggal meminta izin dari ibu, sebenarnya lebih tepatnya Ayah Azizah sudah menikahkan kami tadi pagi.” Ucap Azman karena memang kenyataannya seperti itu.


“Kau sudah dewasa Nak, dan kau sudah tahu mana yang terbaik untukmu, ibu tidak akan melarangmu, nanti ibu akan bahas ini dengan ayahmu, tapi lebih baik kami kesana saja, meskipun hanya akad nikah secara agama akan lebih baik jika kami disana juga bukan.” Ucap Ibu dari Azman.


__ADS_2