Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Gua Kematian end


__ADS_3

“Kurang lebih seperti itu, kami berdua diminta untuk melatih anggota baru disana, dan hal ini buat kami sama dengan liburan tentunya.” Ucap Pak Jaja yang nampak sambil beberapa kali menengok ke bangunan tua itu.


“Pak Jaja ada apa? Anda sepertinya tidak nyaman dengan bangunan tua itu.” Tanya Azman yang memperhatikan Pak Jaja.


“Pak Azman, entah kenapa saya merasa ada yang memperhatikan kita dari dalam bangunan tua itu.” Ucap Pak Jaja sambil berpindah duduk ke samping Azman agar bisa melihat banguan tua itu lebih jelas.


“Tidak ada manusia disana, dan tidak ada juga makhluk gaib disana, kenapa anda merasa ada yang memperhatikan kita dari dalam sana.” Ucap Azizah.


“Ya itu hanya perasaan saya saja.” Ucap Pak Jaja yang masih dengan pandangan ke arah bangunan tua itu.


“Sayang ku, apakah kau yakin tidak ada makhluk gaib dan manusia di dalam bangunan tua itu?.” Tanya Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Azizah karena dia pun merasa ada yang memperhatikannya dari dalam bangunan tua itu.


“Aku tidak merasakan adanya makhluk gaib dan makhluk bernyawa disana, kecuali memang ada kekuatan lain yang lebih tinggi dari ku, tapi aku rasa tidak mungkin ada di dalam bangunan tua itu, sepertinya itu karena bangunannya yang memang nampak menyeramkan bukan.”  Ucap Azizah dalam hatinya juga karena tidak ingin Pak Jaja mendengarnya.


Mereka bertiga terus berbincang disana dan tanpa terasa waktu berlalu dengan cepat hingga mereka mendengar suara beberapa mobil yang parkir di bagian depan bangunan tua itu.


“Sepertinya mereka sudah datang, mari kita kesana.” Ucap Azman sambill berdiri dan di ikuti oleh Azizah serta Pak Jaja.


Mereka bertiga pun langsung menuju ke bagian depan bangunan tua itu dan melihat ada satu mobil dinas kepolisian dengan satu mobil dinas Tim Sar, nampak dari dalam mobil dinas kepolisian Pak Danu turun bersama dengan dua orang anak buahnya dan dari dalam mobil dinas Tim Sar nampak Pak Umar turun bersama dengan Pak Tatang.


“Pak Azman anda sungguh hebat karena, anda bisa menemukan bangunan ini dan menemukan akses ke dalam gua lainnya.” Ucap Pak Danu memulai percakapan setelah mereka berjumpa.


“Pak Danu dan yang lainnya mari ikut kami, dan istriku bisakah kau menunggu ku di dalam mobil saja, agar kau bisa beristirahat.” Ucap Azman sambil memberikan kunci mobilnya ke Azizah.

__ADS_1


“Baiklah, aku akan menunggu mu di dalam  mobil, ya benar aku memang sudah ingin beristirahat, Bapak - bapak saya tinggal dulu ya.”  Ucap Azizah sambil kemudian melangkah ke arah mobinya.


Azman dan yang lainnya kemudian melangkah ke arah bagian belakang bangunan tua itu dan mereka langsung menuju ke mulut gua tepatnya ke lokasi dari pada motor yang di temukan oleh Azman.


“Pak Danu, saya yakin jika motor ini adalah motor dari pelaku yang menyerang kita semalam karena di dalam ada akses menuju ke lokasi labirin.” Ucap Azman sambil menunjuk motor tersebut.


“Kami akan menyelidiki motor ini, namun apakah sudah ada yang menyentuh motor ini sebelumnya, karena jika belum maka kami bisa mencocokkan sidik jari yang ada di motor ini dengan sidik jari dari pada orang yang semalam.” Ucap Pak Danu.


“Belum ada yang menyentuhnya seorang pun.” Ucap Azman.


“Baguslah jika demikian, kalian berdua periksa sidik jari di motor ini, dan langsung amankan motor ini, cari tahu juga siapa pemilik dari kendaraan ini.” Ucap Pak Danu mengarahkan anak buahnya.


“Siap Ndan.” Ucap kedua petugas kepolisian itu dengan kompak.


Azman berhenti lima meter dari pintu belakang bangunan tua itu demikian juga yang lainnya dan mereka semua nampak memandangi pintu belakang tersebut.


“Pak Tatang bisa anda jelaskan mengenai rumah ini.” Ucap Azman.


“Pak Azman, bangunan ini bangunan peninggalan jaman penjajahan dulu dan ada mitos jika kami memasuki rumah ini akan mendapatkan kesialan, oleh karena itu tidak pernah ada warga desa saya yang datang kesini.” Ucap Pak Tatang.


“Apakah ada pemiliknya?.” Tanya Azman lagi.


“Tidak ada Pak, bangunan ini setahu kami tidak ada yang memilikinya, seandainya ada pemiliknya kemungkinan adalah pemerintah sendiri, karena tanah ini semuanya milik pemerintah, akan tetapi sudah sejak lama sekali mereka tidak datang kesini, paling mereka hanya mengecek patok patok tanah yang ada di bawah saja, itu karena semua takut dengan mitos yang ada.” Jawab Pak Tatang.

__ADS_1


“Lalu kenapa anda berani kesini Pak.” Tanya Pak Jaja.


“Tentunya karena ada Pak Azman disini, saya ada keyakinan baru jika Pak Azman bisa menghilangkan mitos ini.” Ucap Pak Tatang.


“Pak Danu, saya curiga jika bangunan tua ini di gunakan oleh mereka sebagai markas, dan dugaan saya di karenakan meskipun bangunan tua ini tidak terawat namun pintu dan jendelanya semuanya dalam kondisi baik, bahkan pintu itu juga tidak setua bangunan ini.” Ucap Azman sambil menunjuk ke pintu belakang tersebut.


“Pak Azman, jika demikian biar nanti anak buah saya saja yang mengeceknya, dan saya janjikan jika semua yang terlibat dalam perkara ini akan kami tangkap dan kami usut, dengan adanya penyerangan kepada anak buah saya semalam maka kami mendapatkan alasan kuat untuk mengusut perkara ini.” Ucap Pak Danu.


“Jika demikian maka semua urusan saya disini sudah selesai ya Pak, saya tidak akan ikut campur apapun dengan masalah harta yang ada di Gua kematian namun saya harap jika Pak Tatang bisa bijaksana dalam mengambil keputusan.”  Ucap Azman.


“Saya akan mengaturnya sebaik mungkin dan saya juga sudah meminta bantuan dari Pak Danu agar untuk sementara tetap menjaga daerah ini untuk mengantisipasi adanya hal buruk dari luar terjadi.” Ucap Pak Tatang menjelaskan.


“Jika demikian maka kita berpisah disini saja, Pak Jaja dan Pak Umar nanti kita bertemu di Jawa Tengah saja ya.” Ucap Azman.


“Anda berhati - hatilah dan jangan sungkan mengabari saya jika anda memerlukan bantuan saya.” Ucap Pak Danu.


Azman dan yang lainnya pun berpamitan, lalu Azman pun kembali ke mobilnya dan meninggalkan lokasi itu.


“Suamiku, apakah kita akan melanjutkan perjalanan kita?.” Tanya Azizah.


“Benar, aku ingin mencari penginapan yang nyaman untuk kita berdua, entah kenapa aku tidak nyaman di daerah ini.” Ucap Azman sambil terus mengemudikan mobilnya.


“Suamiku, daerah ini memang membuatku tidak nyaman juga, entah kenapa di daerah ini juga banyak hal yang membatasi kemampuanku, aku sangat tidak nyaman dengan daerah - daerah seperti ini.” Ucap Azizah.

__ADS_1


__ADS_2