Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Yogyakarta 1


__ADS_3

Waktu terus berlalu dan tepat jam delapan pagi Azman dan Azizah pun meninggalkan hotel, mereka pun langsung menuju ke rumah baru mereka, dan karena memang jarak yang dekat, sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk keduanya sampai.


Sesampainya disana mereka nampak cukup kaget karena kini rumah itu nampak sangat berbeda dari kemarin, kini rumah itu nampak lebih megah dan sangat rapi, jika sebelumnya mereka melihat bangunan rumah dengan cat yang nampak kusam kini mereka melihat jika cat rumah itu nampak berkilau, di tambah semua bagian rumah itu nampak bersih, demikian juga dengan area rumah itu yang kemarin banyak daun kering berserakan kini tidak nampak satu pun, dan sebagian besar pepohonan yang ada di area rumah itu juga nampak sudah di pangkas.


“Mba Dania benar - benar bekerja keras merapikan rumah ini dalam waktu satu hari.” Ucap Azizah.


“Benar sayang ku, ini rezeki kita jadi tidak perlu lagi mencari orang untuk merapikan rumah ini, aku kira belum serapi ini namun kini tidak ada lagi yang perlu kita lakukan untuk rumah ini, dan lihatlah kursi teras ini aku benar - benar menyukainya, ini terbuat dari kayu jati yang sangat tua dan harganya juga tidak murah pastinya, sekarang sebaiknya kita lihat bagian dalamnya ya, ada kejutan apa lagi yang diberikan oleh Mba Dania.” Ucap Azman sambil melihat ke kursi dan meja di teras yang dimana kemarin di teras itu belum ada.


Azman pun kemudian berjalan ke pintu masuk rumahnya dan langsung membuka kunci pintu rumah itu, mereka berdua pun kembali di kagetkan dengan bagian dalam rumah mereka, karena kini rumah itu benar - benar sudah layak untuk dihuni, jika sebelumnya di rumah besar itu furniturenya nampak tua dan tidak terawat kini sudah berganti dengan furniture baru yang semuanya dari kayu jati tua berkualitas tinggi.


Azman dan Azizah pun memeriksa semua ruangan dan ternyata benar saja semuanya sudah diperbaharui, bahkan kursi dan meja taman di bagian belakang juga kini sudah semuanya baru.


“Bahkan kolam renang ini yang kemarin nampak tidak terawat kini sudah nampak seperti kolam renang di hotel yang penuh perawatan.” Ucap Azman dimana kini keduanya sedang duduk di kursi yang ada di area kolam renang.


“Betul suami ku, dan aku sangat menyukai dapurnya, aku bisa memasakkan masakan enak - enak untuk mu nantinya.” Ucap Azizah.


“Istriku, dengan rumah sebesar ini sebaiknya kita mencari orang untuk merawatnya, area taman dan yang lainnya perlu perawatan, dan aku rasa tidak mungkin kita sanggup merawatnya, dan aku juga tidak akan tega jika dirimu yang merawat rumah sendirian.” Ucap Azman.


“Suamiku, disini kita tidak memiliki kenalan selain Mba Dania, apakah kita akan meminta bantuannya untuk mencarikan pekerja di rumah kita ini.” Ucap Azizah.

__ADS_1


“Sepertinya hanya itu cara satu - satunya, dan kita juga kan tidak akan di rumah ini selamanya, masih banyak tempat yang hendak kita kunjungi jadi sebaiknya kita mencari orang yang dapat kita percaya, lagi pula di belakang sana kan ada rumah - rumah kecil yang di siapkan sebagai rumah pekerja di rumah ini.” Ucap Azman sambil menunjuk ke hutan kecil di bagian belakang rumahnya dan memang disana ada tiga bangunan rumah yang informasinya disiapkan untuk para pekerja di rumah itu sehingga tidak bergabung di rumah utama.


“Jika begitu sebaiknya segera saja hubungi Mba Dania, coba bicarakan dengan dia, siapa tahu dia mengetahui siapa yang bisa ditarik untuk membantu kita di rumah ini.” Ucap Azizah.


Azman hanya mengangguk dan dia pun kemudian mengambil telepon selulernya, dan langsung menghubungi Dania melalui panggilan telepon.


“Selamat Pagi Mas Azman, apakah ada yang dapat saya bantu untuk Mas.” Ucap Dania membuka panggilan telepon tersebut.


“Mba Dania mohon maaf saya mengganggu anda di pagi hari ini, namun karena cuma anda yang saya kenal di Yogyakarta ini dapatkan anda membantu saya mencarikan orang untuk merawat rumah saya ini, mungkin anda bisa merekomendasikan beberapa orang untuk bekerja disini.” Ucap Azman.


“Pak Azman, saya sudah menduga anda akan menanyakan ini kepada saya, dan sejujurnya saya kurang berani merekomendasikan orang untuk bekerja di rumah anda, saya takut orang yang rekomendasikan tidak bisa bekerja sesuai keinginan anda.” Ucap Dania.


“Mas Azman, orang tua saya dulu memiliki dua orang yang bekerja di rumahnya dan saat ini mereka tidak bekerja, mereka itu suami istri dan sudah puluhan tahun bekerja ke orang tua saya, namun usia mereka sudah tidak lagi muda, usia mereka sudah di lima puluh tahun sekarang, apakah anda berkenan mempekerjakan mereka.” Ucap Dania.


“Saya tidak keberatan namun dengan  usia di lima puluh tahunan apakah menurut Mba mereka masih mampu mengurus rumah saya ini.” Ucap Azman meminta pendapat dari Dania.


“Saya sangat yakin mereka mampu Mas, meskipun usia mereka sudah lima puluh tahun mereka masih giat bekerja, akan tetapi karena rumah saya kecil saya yang tidak mampu mempekerjakan mereka.” Ucap Dania.


“Jika demikian kapan sekiranya Mba Dania bisa mengajak mereka kesini, biar mereka tinggal di rumah kecil saja nantinya Mba.” Ucap Azman.

__ADS_1


“Satu jam lagi ya Mas saya kesana, saya akan menjemput keduanya terlebih dahulu.” Ucap Dania.


“Saya benar - benar berterima kasih kepada Mba Dania, saya tunggu kedatangannya ya mba disini.” Ucap Azman.


“Sama - sama ya Mas, sampai jumpa satu jam lagi.” Ucap Dania.


“Sampai jumpa Mba.” Ucap Azman yang langsung memutuskan panggilan telepon tersebut dan menyimpan kembali telepon selulernya.


“Bagaimana suami ku?.” Tanya Azizah.


“Mba Dania menyampaikan jika ada sepasang suami istri yang dulunya bekerja kepada orang tuanya dalam jangka waktu yang lama dan mereka kini sudah tidak bekerja lagi karena Mba Dania tidak membutuhkan mereka di rumahnya, satu Jam lagi dia akan kesini mengajak mereka.” Ucap Azman.


“Alhamdulillah, satu masalah selesai, semoga saja kita cocok dengan mereka berdua ya.” Ucap Azizah.


“Benar istriku, dan aku percayakan semuanya kepadamu, karena aku sangat percaya dengan penilaian mu.” Ucap Azman.


“Suamiku, apakah dua orang cukup untuk merawat rumah sebesar ini?.” Tanya Azizah yang merasa jika dua orang untuk merawat rumah besar mereka itu kurang.


“Istriku nanti kita temui mereka berdua dulu ya, dan jika mereka mengatakan tidak mampu maka kita akan mencari pekerja lainnya ya.” Jawab Azman.

__ADS_1


__ADS_2