Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Membeli Rumah 1


__ADS_3

“Ini di Wonosari.” Ucap Ibu warung.


“Ke Yogyakarta masih jauh ya Bu?.” Tanya Azizah yang hampir saja membuat Azman tertawa, namun Azman menahannya karena sesungguhnya saat ini mereka sudah masuk di daerah Yogyakarta.


“Memang Mba nya mau kemana?, kita ini ada di wonosari dan ini juga sudah masuk wilayah Yogyakarta.” Ucap salah seorang wanita yang sedang membeli makanan di warung itu.


Azizah hanya menggelengkan kepalanya dan melihat ke Azman karena tidak tahu tujuan Azman yang sesungguhnya, sejak awal Azman hanya bilang akan mengajaknya ke Yogyakarta saja.


“Kami hendak ke Malioboro.” Ucap Azman.


“Malioboro sudah dekat kok dari sini, tidak lama lagi mba dan mas nya akan sampai.” Ucap Ibu Warung.


Keramahan penduduk disana membuat Azman dan Azizah betah dan mereka cukup lama berada disana sekaligus melepas lelah mereka setelah lama di dalam mobil. Namun karena Azman bertujuan ke Malioboro maka Azman pun melanjutkan perjalanannya.


“Suamiku, penduduk disini ramah - ramah dan makanannya ternyata enak - enak, aku tidak keberatan kita berlama - lama disini, apa tidak sebaiknya kita mencari villa yang disewakan saja?.” Ucap Azizah.


“Aku juga berpikiran seperti itu, ya sudah sambil jalan kita cari ya, jika memang ada yang di sewakan maka kita akan menyewanya.” Ucap Azman sambil tetap mengemudikan mobil Jip nya dan saat ini kecepatannya hanya dua puluh kilometer per jam saja, ini di karenakan jalanan pagi itu sudah mulai ramai.


“Suamiku, jika bisa carikan yang seperti villa kemarin itu ya, namun tidak perlu sebesar itu juga.” Ucap Azizah.


“Aku juga kepikiran seperti itu, dan aku malah kepikiran jika ada yang di jual lebih baik kita membelinya saja, ya tinggal sebulan dua bulan di daerah Yogyakarta ini menurutku cocok untuk kita berdua.” Ucap Azman sambil mengawasi kanan dan kirinya dan memang sejak mereka meninggalkan warung tempat mereka membeli sarapan itu Azman cenderung mencari lokasi untuk mereka menginap.

__ADS_1


Azman terus mengemudikan mobil Jip nya itu dan dia nampak tidak terburu - buru, Azman nampak sangat waspada dengan kiri kanannya sampai dia menemukan sebuah rumah besar di pinggir jalan dan ada tanda bahwa rumah itu di jual, dia pun langsung berhenti di depan rumah besar tersebut.


“Suamiku, apakah kau bermaksud membeli rumah ini?.” Tanya Azizah.


“Istriku, bagaimana menurutmu? Apakah kau ada pendapat sendiri mengenai rumah ini.” Ucap Azman.


“Rumah ini sangat besar dan dikelilingi oleh banyak pepohonan, aku menyukainya, semoga bagian dalamnya sebagus luarnya ya.” Jawab Azizah memberikan pendapatnya.


“Jika demikian biar aku hubungi penjualnya ya.” Ucap Azman sambil mengambil telepon selulernya, lalu menghubungi nomor telepon yang tercantum di spanduk besar yang terpampang di pagar rumah itu.


“Assalamualaikum, selamat pagi, mohon maaf dengan siapa dan ada keperluan apa ya.” Ucap Seorang wanita yang menjawab panggilan telepon tersebut.


“Walaikumsalam, saya saat ini ada di depan rumah besar yang dijual dan ada nomor telepon ini, kebetulan saya sangat tertarik dengan rumahnya, apakah saya bisa melihat bagian dalamnya.” Ucap Azman.


“Boleh Bu, jika demikian saya akan menunggu disini saja.” Ucap Azman.


“Baik Pak, mohon di tunggu ya.” Ucap wanita tersebut dan Azman pun langsung memutuskan panggilan telepon tersebut lalu menyimpan kembali telepon selulernya.


“Istriku, pemiliknya akan segera kesini, dan menurutku sebaiknya kita membeli rumah ini saja, apapun kerusakannya bisa kita perbaiki, dan dari sini ke pusat kota Yogyakarta tidak terlalu jauh paling kurang lebih sepuluh menit jika lancar, udara daerah sini juga bagus di tambah di seberang kita ada mini market dan lihatlah sebelah kanan sana juga ada supermarket jadi mudah untuk kita berbelanja kebutuhan kita nantinya.” Ucap Azman.


“Suamiku, aku akan ikut apapun keputusanmu, dan sebaiknya aku ke minimarket itu saja dulu, karena rokokmu hanya tinggal satu bungkus lagi dan sebaiknya aku membelinya terlebih dahulu, kau tunggu disini saja takutnya orangnya keburu datang.” Ucap Azizah.

__ADS_1


“Baik jika demikian dan belilah apa yang ingin kau beli juga ya.” Ucap Azman.


“Iya sayangku.” Ucap Azizah yang langsung turun dengan membawa tas kecilnya dan Azizah langsung menuju ke supermarket yang ada di sebelah kanan yang hanya berjarak kurang lebih seratus meter dari rumah itu.


Azman pun kemudian menyalakan sebatang rokoknya dan dia tetap berada di dalam mobilnya sambil menunggu pemilik dari rumah itu.


Sepuluh menit berlalu dan Azizah pun sudah kembali ke dalam mobil sedangkan pemilik rumah itu belum juga ada kabarnya, namun Azman dan Azizah tetap menunggunya sampai ada sebuah mobil yang berhenti di belakang mobil Azman dan nampak seorang perempuan berusia kurang lebih dua puluh lima tahun turun dari mobil itu dan menghampiri Azman.


“Pagi Mas, maaf apakah anda yang menghubungi saya dan berniat melihat rumah saya ini.” Ucap Wanita tersebut yang berdiri di samping mobil Azman tepat di samping Azman.


“Benar Mba, sebentar biar saya turun terlebih dahulu.” Ucap Azman yang hendak membuka pintu mobilnya.


“Mobilnya dimasukkan saja Mas, sebentar saya buka dulu gerbangnya.” Ucap wanita tersebut yang langsung berjalan ke depan gerbang dan membuka kunci gembok yang terpasang lalu membuka lebar gerbang besi tersebut.


“Silahkan masuk Mas, saya akan segera menyusul.” Ucap wanita muda itu lagi mempersilahkan Azman untuk memasukkan mobilnya.


“Baik mba.” Ucap Azman yang langsung menghidupkan mobilnya dan menjalankan mobilnya itu, Azman memasuki area rumah itu dan kemudian memarkirkan mobilnya di depan teras rumah tersebut lalu turun dari dalam mobil itu bersama dengan Azizah.


Dan wanita itu pun nampak memasukkan mobilnya namun tidak parkir di belakang Azman melainkan sedikit jauh dari Azman lalu dia turun dan menemui Azman bersama Azizah yang sudah berdiri di teras rumah besar itu.


“Perkenalkan nama saya Dania, saya pemilik dari rumah ini.” Ucap wanita muda itu sambil menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Azman dan juga Azizah.

__ADS_1


“Saya Azman dan ini istri saya Azizah.” Ucap Azman sambil berjabat tangan dengan wanita muda yang bernama Dania itu dan demikian juga dengan Azizah.


“Mari Mas dan Mba, kita masuk, saya akan memperlihatkan bagian dalam rumah saya ini terlebih dahulu, baru nanti kita akan berkeliling di bagian luarnya ya” Ucap Dania sambil kemudian membuka pintu rumahnya dan mereka pun langsung masuk ke dalam rumah besar itu.


__ADS_2