
"Aku suka jawaban mu, oke aku akan mengikuti keinginan mu, aku tidak aka menahan mereka lagi di masa yang akan datang" ucap kakek tua penunggu gunung dengan ramah dan tersenyum hangat ke Azman.
"Pak Tua, kenapa kau masih memilih gunung ini, bukankah lebih baik kau keluar dan melihat betapa indahnya dunia ini" ucap Daim ikut berbicara.
"Kau pikir aku seperti mu yang suka bepergian, aku lebih suka disini dan beribadah" ucap kakek tua penunggu gunung.
"Ya ya suka suka kau saja, lalu apakah sudah selesai, perjalanan kami masih cukup jauh" ucap Daim.
"Azman, terima kasih sudah mau datang, dan silahkan jika kau ingin keluar, kelima orang itu akan ada di luar sesaat setelah kau keluar dari sini" ucap kakek tua penunggu gunung.
"Kakek, ada satu hal lagi yang saya inginkan dari mu" ucap Azman dengan ramah.
"Sampaikan saja apa keinginan mu" ucap kakek tua penunggu gunung itu.
"Tolong lepaskan arwah arwah para pendaki itu, aku sekarang tahu jika mereka takut pergi karena sosok mu" ucap Azman dengan ramah.
"Azman aku akan melepas mereka semua untuk mu, dan sebelum kau pergi aku hanya ingin berpesan kepada mu, ke depan jalan mu akan semakin penuh tantangan jadi fokuskan pikiran mu" ucap kakek tua itu sambil tersenyum lebar dan tiba tiba menghilang dari pandangan Azman.
Keanehan terjadi karena kini Azman ternyata duduk di atas tanah di dekat dengan pohon yang sama persis itu, dia juga melihat lima orang pendaki yang sedang terbaring lemas seperti akibat kelelahan berlebih.
"Azman, itu mereka sebaiknya kau segera memanggil yang lainnya untuk membawa mereka ke bawah" ucap Daim dengan ramah dan Azman hanya menganggukan kepalanya pertanda jika dia mengerti.
"Pak Jaja atau yang lain apakah monitor" ucap Azman melalui radio komunikasi.
"Monitor Pak Azman, ini saya Jaja" ucap Pak Jaja melalui radio komunikasi.
"Pak Jaja saya sudah bersama dengan kelima pendaki yang hilang, dan mereka sangat kelelahan jadi bisakah anda naik membawa tandu untuk mereka" ucap Azman melalui radio komunikasi.
"Posisi Pak Azman saat ini dimana Pak" ucap Pak Jaja melalui radio komunikasi.
"Apakah ada yang mengingat lokasi dua pohon yang sama persis, kurang lebih tiga kilometer dari lokasi tadi" ucap Azman melalui radio komunikasi.
__ADS_1
"Pak Azman, ini saya Umar, itu lokasi kami menemukan salah satu tas mereka kemarin, dan kami akan segera kesana Pak" ucap Pak Umar melalui radio komunikasi.
"Oke baik saya akan menunggu disini" ucap Azman melalui radio komunikasi dan lalu menyimpannya kembali di ikat pinggangnya.
"Kalian semua sudah bebas kenapa masih disini" ucap Azman sambil membalikan badannya dan terlihat ratusan arwah gentayangan para pendaki yang tewas di gunung itu dengan kondisi yang sama seperti mereka tewas.
Ada yang wajahnya hancur, ada juga yang tangannya seperti patah bahkan banyak juga yang masih terlihat berdarah wajahnya.
"Kami hanya ingin mengucapkan terima kasih atas bantuan mu, kami akan pergi semuanya" ucap salah satu arwah gentayangan itu.
"Pergilah, dan jangan pernah sekalipun menunjukan diri kepada manusia" ucap Azman dengan ramah.
Angin berhembus dengan kencang dan satu persatu arwah gentayangan itu menghilang dari pandangan Azman.
Azman menarik nafas dalam dalam setelah mereka semua pergi lalu berjalan mendekati kelima orang pendaki itu.
Kelima pendaki itu ternyata sudah sangat lemah dan kini semuanya sudah pingsan akibat melihat ratusan arwah gentayangan itu.
Arwah arwah gentayangan itu tidak langsung menghilang dari gunung itu melainkan melayang di atas pepohonan karena mereka menunggu Azman keluar dari gunung itu juga.
"Sudah biarkan saja toh mereka tidak mengganggu siapa pun" ucap Azman dengan ramah.
….
"Apakah kalian sudah siap, jika sudah kita akan bergegas kesana, dan aku sendiri yang akan memimpin kalian" ucap Pak Jaja dengan ramah.
"Siap Ndan" ucap mereka semua dengan kompak.
"Oke ayo berangkat, dan sebaiknya kita sambil berdzikir karena entah kenapa aku merasa sedikit berbeda" ucap Pak Jaja sambil melangkah di dampingi oleh Pak Umar.
"Ada apa sebenarnya dengan gunung ini pak, kemarin kita kesini tidak merasakan apa apa, namun sekarang saya merasa ada yang mengawasi kita" ucap Pak Jaja ke Pak Umar.
__ADS_1
"Iya pak, saya merasakan hal yang sama, bulu kuduk saya dari tadi berdiri nich pak" ucap Pak Umar.
"Ndan monitor Ndan" terdengar suara salah seorang anggota Tim SAR di radio komunikasi.
"Ya ada apa" ucap Pak Jaja melalui radio komunikasi.
"Ijin Ndan di basecamp saat ini banyak media meminta izin untuk naik" ucap anggota Tim SAR itu kembali melalui radio komunikasi.
"Jika bisa kau tahan ya kau tahan saja, namun jika mereka memaksa maka kawal saja mereka tapi sampaikan jika akses sangat sulit jadi sebaiknya mereka disana saja, aku tidak ingin ada korban tambahan" ucap Pak Jaja melalui radio komunikasi.
"Siap Ndan, mereka katanya menunggu di basecamp saja jika rutenya sulit" ucap anggota Tim SAR itu kembali melalui radio komunikasi.
"Alhamdulillah, jika saja pihak media itu tetap ngotot maka kita yang akan lebih di repotkan, karena selain evakuasi korban kita juga harus memastikan keselamatan mereka" ucap Pak Jaja ke Pak Umar.
"Benar Ndan, untuk lokasinya tinggal dua ratus meter lagi" ucap Pak Umar
"Ndan izin dari pihak kepolisian dan dari pihak TNI juga sudah datang, sudah kami sampaikan jika korban sudah ketemu dan sedang tahap evakuasi jadi pihak kepolisian menunggu disini saja katanya" ucap anggota Tim SAR itu melalui radio komunikasi kembali.
"Ya kami sudah akan sampai sebentar lagi, kami sudah melihat Pak Azman saat ini" ucap Pak Jaja melalui radio komunikasi.
"Monitor Ndan" ucap anggota Tim SAR itu melalui radio komunikasi.
"Pak Azman alhamdulillah ada tidak apa apa, dan kalian segera naikkan mereka ke tandu" ucap Pak Jaja.
"Alhamdulillah Pak saya tidak apa apa, namun mereka memerlukan bantuan medis dalam sesegera mungkin" ucap Azman dengan ramah.
"Iya Pak, ambulance juga sudah siap Pak untuk membawa mereka" ucap Pak Jaja dengan ramah.
Azman dan semuanya kemudian meninggalkan lokasi itu dan mereka berjalan dengan sangat hati hati karena perjalanan turun lebih berbahaya untuk mereka semua terlebih untuk anggota Tim SAR yang menandu para pendaki itu.
"Kemana arwah arwah gentayangan itu apa sudah keluar dari gunung ini" ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.
__ADS_1
"Tidak tapi mereka ada di tempat parkir motor mu, mereka ingin memastikan keselamatan mu" ucap Daim.
"Hadeeeeeh semoga saja mereka tidak mengganggu siapa pun di sana" ucap Azman dalam hatinya.