Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Gunung Gelap Garut 19


__ADS_3

“Mengenai hal itu jika anakmu masih kecil maka dia akan ikut ibunya, apakah kau berniat menikahinya?.” Ucap Daim.


“Tidak, semoga saja tidak sampai terjadi hal itu dan aku tidak mau itu terjadi.” Ucap Azman


“Ya kita lihat saja nanti ya, semoga saja tidak sampai terjadi.” Ucap Daim.


“Jika itu sampai terjadi maka ini akan jadi salahmu.” Ucap Azman.


“Kenapa jadi salahku, aku kan hanya menjalankan perintah saja, apa kau mau melanggar perintah, lagipula aku terluka atau tidak aku akan meninggalkanmu dan kembali ke alam ku, aku sudah lama tidak bertemu dengan istri - istriku dan aku sudah sangat ingin bertemu dengan mereka, lagian kau ini di kasih bidadari malah menolak kan aneh.” Ucap Azman.


“Bidadari apa dari kaum mu.” Ucap Azman.


“Sudah hentikan pembahasan ini, kau ini jika nanti sampai kau menidurinya maka aku akan memukul kepala mu yang konslet itu.” Ucap Daim.


“Kau pukul kepala ku dan aku wafat gimana?, sudah jangan ngaco, kita sudah hampir sampai nih.” Ucap Azman.


“Kau terlalu serius dengan hal ini, sudah bersantai sajalah, jangan kebanyakan pikiran yang aneh - aneh lagipula aku hanya mencandaimu saja dari tadi kok.” Ucap Daim yang langsung melesat ke atas.


Azman tidak menjawabnya melainkan dia terus berjalan dan hanya melirik Daim yang melayang beberapa meter di atasnya.


“Pak Azman, apakah anda baik baik saja?.” Tanya Perwira Kepolisian sesaat setelah Azman berdiri di depannya.


“Saya baik - baik saja Pak dan ada satu hal yang saya ingin bicarakan dengan Bapak.” Ucap Azman.

__ADS_1


“Pak Azman ada terlihat sangat serius, mari kita berbicara sebelah sana saja.” Ucap Perwira Kepolisian tersebut sambil melangkah dan Azman mengikutinya, keduanya berjalan sedikit menjauh dan duduk di sebuah batang pohon yang sudah tumbang.


“Jadi begini Pak, ada makhluk gaib yang hendak dilepaskan oleh pelaku, dan dia sengaja membawa kita kesana untuk mencelakakan kita, namun ada cara untuk menghentikan ini, lebih tepatnya agar kalian tidak terluka, nanti saja harap anda bisa membawa pelaku ke tempat dia menanam semua organ itu terlebih dulu.” Ucap Azman.


“Pak Azman, apakah makhluk gaib itu sangat berbahaya?.” Tanya Perwira Kepolisian.


“Benar Pak, dan saya juga belum yakin apakah saya bisa mengatasinya atau tidak, karena biar bagaimanapun inilah kartu as yang akan dikeluarkan oleh pelaku, akan tetapi saya tidak akan membiarkannya menyakiti siapapun dalam rombongan kita ini, jadi apakah anda bisa merubah rencana dan fokus dulu dengan menemukan semua organ tubuh itu.” Ucap Azman.


“Baik Pak, anda tunggu saja dulu disini dan saya akan memerintahkan anak buah saya untuk menginterogasi pelaku agar mau memperlihatkan lokasinya.” Ucap Perwira dari Kepolisian itu.


“Silahkan dan saya memang akan disini saja.” Ucap Azman dan Perwira dari Kepolisian itu pun langsung melangkah meninggalkan Azman.


Daim terlihat langsung melesat turun dan menemui Azman lalu duduk di sebelah kiri Azman.


“Daim bagaimana situasinya?.” Ucap Azman berbicara pelan dan mulutnya itu nyaris tidak bergerak.


“Aku akan menyampaikannya nanti saja, dan apa maksudmu jika kau hanya mencandai ku.” Ucap Azman.


“Iya soal Jin wanita itu, dia bisa menghilang sepertiku kok dan jika kau mau dia juga bisa nampak selayaknya manusia.” Ucap Daim.


“Jika itu aku sudah tahu, dan aku rasa kau juga tahu bukan, apalagi yang sebenarnya ingin kau katakan, sudah aku sudah mulai cape dengan permainan kata - kata mu itu, katakan dengan sebenarnya apa yang kau sembunyikan.” Ucap Azman.


“Begini yang sebenarnya, yang akan kita selamatkan itu ayah dari Jin wanita tersebut, dan sebagai balasan atas usahamu ini dia meminta izin ku untuk melayani mu, aku pun sudah meminta izin dan diberikan.” Ucap Daim.

__ADS_1


“Kau meminta izin pada siapa?.” Tanya Azman namun Daim tidak menjawabnya melainkan hanya menunjuk ke arah langit saja.


“Semoga saja tidak ada trik bulus mu ya dalam hal ini.” Ucap Azman lagi.


“Nanti kita akan berpisah, sesaat setelah kau merusak patung mantra itu maka aku akan membawa makhluk itu pergi saja ke alam ku dan membunuhnya disana, kau nanti langsung saja ke puncak gunung, aku yakin kau akan tahu apa yang harus kau lakukan disana.” Ucap Daim.


“Kenapa kau harus membawanya ke alam mu, tidak diselesaikan disini saja?.” Tanya Azman.


“Azman aku tidak ingin merusak alam disini, semakin besar kekuatan yang aku gunakan maka dampak alamnya akan semakin besar, apa kau mau semua merasakan ketakutan, apa kau mau semua orang disini terluka karena ulah ku.” Ucap Daim.


“Tentu saja tidak, jika memang seperti itu maka silahkan kau lakukan saja rencana mu, dan aku benar - benar berterima kasih kepada mu, dengan bantuanmu aku jadi bisa sedikit bersantai bukan.” Ucap Azman.


“Kita harus saling melengkapi bukan, lagi pula anggap saja ini bujukan ku agar kau mengizinkanku untuk pulang terlebih dulu.” Ucap Daim.


Sementara itu Azman melihat jika perwira kepolisian itu memimpin langsung proses interogasi terhadap tersangka yang masih dalam kondisi terborgol dan dalam penjagaan super ketat baik dari pihak Kepolisian maupun dari pihak TNI.


Waktu terus berlalu dan malam pun semakin larut, tanpa terasa kini sudah hampir tengah malam dan rombongan itu pun kini melanjutkan kembali perjalanan mereka dengan Azman dan Perwira Kepolisian berjalan di belakang beberapa anggota Kepolisian yang mengawal ketat tersangka itu.


Sementara itu Daim sudah tidak bersama Azman, karena dia menunggu di Goa yang dijadikan sarang oleh makhluk gaib yang akan di musnahkan oleh Daim.


“Seharusnya sudah dekat Pak, dan apakah mungkin kita semua bisa selamat malam ini, saya sengaja tidak menyampaikan ke anggota saya mengenai makhluk gaib yang anda risaukan itu.” Ucap Perwira Kepolisian itu sambil terus berjalan di samping Azman.


“Saya sudah meminta bantuan dari sahabat baik saya Pak, dan dia yang akan melawan Makhluk Gaib itu, saya yakin dengannya dan semoga kita semua dalam lindungan yang Maha Kuasa.” Ucap Azman.

__ADS_1


“Jika anda sangat yakin dan tenang maka saya sangat percaya jika kawan anda bisa menyelesaikannya, semoga kita bisa segera menyelesaikan misteri ini.” Ucap Perwira kepolisian itu.


“Pak, setelah patung mantra pertama hancur maka anda hancurkan yang lainnya ya, baru anda ke Goa tersebut untuk mengevakuasi semua tulang belulang disana, sedangkan saya akan langsung ke puncak gunung, jika anda sudah selesai maka silahkan lanjutkan saja karena paling besok pagi saya baru kembali menemui Pak Jaja.” Ucap Azman.


__ADS_2