Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Desa di tengah lembah 18


__ADS_3

“Azizah ada apa?’ Tanya istri Pak Jaja yang langsung duduk di samping Azizah.


“Bu, barusan Bapak menghubungi saya dan katanya suami saya hilang dari semalam” Jawab Azizah sambil menarik nafas dalam - dalam karena memang dia sendiri dari semalam tidak dapat melihat keberadaan Azman.


“Apa yang sebenarnya terjadi disana, ya sudah sekarang kita bantu doa ya, Ibu yakin jika Bapak akan berusaha maksimal untuk menemukan Azman” Ucap Istri Pak Jaja yang berusaha menenangkan Azizah.


“Saya juga tidak tahu Bu apa yang sebenarnya terjadi, dan iya saya juga yakin jika Bapak akan mencari suami saya, saya pamit ke kamar sebentar ya Bu, ingin shalat dulu sambil berdoa agar suami saya bisa ditemukan sama Bapak” Ucap Azizah sambil berdiri dan tanpa menunggu jawaban dari Istri dia pun langsung menuju ke kamarnya.


“Semoga tidak ada hal buruk terjadi terhadap Azman” Ucap Istri Pak Jaja dalam hatinya sambil mengambil telepon selulernya dan mengirimkan pesan singkat ke Pak Jaja, memberikan dukungan agar Pak Jaja semangat untuk mencari keberadaan Azman.


Sementara itu nampak jika Azizah kini duduk di samping tempat tidurnya.


“Paman, suamiku hilang dari semalam” Ucap Azizah yang bertelepati dengan Daim.


“Azizah, hilang bagaimana maksudmu?” Ucap Daim menjawab telepati dari Azizah.


“Kemarin suamiku pergi dengan Pak Jaja, dan mereka menuju ke sebuah desa terpencil untuk membantu warga disana yang mengalami gangguan dari makhluk terkutuk, namun dari kemarin sore aku tidak bisa melihat suamiku ada dimana, barusan Pak Jaja mengabariku jika dari semalam suamiku hilang, aku tidak bisa kesana karena aku sedang hamil, dan aku tidak ingin jika sampai kandungan ku ini terganggu” Ucap Azizah.


“Apakah kau tahu lokasi dari desa yang di kunjungi oleh Azman?” Tanya Daim.


“Aku tahu paman, kemarin suamiku sempat mengirimkan  lokasi keberadaannya kepadaku, apakah kau bisa kesana untuk mencari suamiku” Ucap Azizah.


“Aku akan kesana namun sebagai manusia saja, karena jika aku tiba - tiba muncul di sana maka akan membuat semua orang itu kaget kepadaku tapi itu akan memakan waktu karena paling tidak sepuluh jam aku sampai ke Yogyakarta” Ucap Daim.


“Paman, menurutku kau tidak perlu menampakkan diri jika memang sudah diketahui keberadaan suamiku kau buatlah tanda jadi mereka bisa mendatangimu, dengan begitu maka kau bisa cepat sampai disana” Ucap Azizah.

__ADS_1


“Sepertinya hanya itu cara yang bisa aku ambil, oke segera kirimkan lokasi terakhirnya kepada ku” Ucap Daim.


“Baik Paman, dan jangan sampai ayah dan ibu ku tahu peristiwa ini, aku tidak ingin jika sampai mereka khawatir dan melakukan hal tidak - tidak” Ucap Azizah.


“Kau tenang saja, kau tunggu saja di rumah, aku akan membawa suami mu kembali kok, oh ya selamat ya. Akhirnya aku akan jadi kakek” Ucap Daim.


Azizah yang sebelumnya sudah mendapat lokasi terakhir dari Azman pun langsung mengirimkan lokasi tersebut ke Daim melalui pesan singkat.


“Semoga paman bisa segera menemukanmu suamiku” Ucap Azizah dalam hatinya.


******


Kembali ke lokasi Pak Jaja nampak jika Pak Jaja sudah keluar dari tenda komando dan dia berjalan bersama dengan Pak Umar, di depan mereka juga nampak dua orang anggota Tim Sar yang berjalan lebih dulu untuk memperlihatkan lokasi dari gubuk bambu tempat ditemukannya puntung rokok Azman.


“Daerah disini sepertinya semalam habis hujan deras ya pak” Ucap Pak Umar karena jalanan tanah yang mereka lewati itu sangat becek.


“Pak, apakah tidak sebaiknya kita fokus melakukan pencarian di lokasi terakhir dari titik gps pak Azman” Ucap Pak Umar.


“Kita cek terlebih dulu gubuk bambu itu, dan tim satu dan dua kan aku titikkan disana, ya semoga saja mereka juga menemukan petunjuk” Ucap Pak Jaja sambil terus melangkah mengikuti anak buahnya yang berjalan di depannya.


Sepuluh menit berlalu dan mereka pun kini sudah sampai di lokasi rumah gubuk itu, nampak di sana ada banyang anggota Tim Sar yang dengan teliti memeriksa area hutan bambu itu.


“Lapor Ndan, disini kami menemukan puntung rokok itu” Ucap pemimpin dari Regu keempat yang langsung menemui Pak Jaja saat Pak Jaja sampai.


“Tunjukkan lokasinya” Ucap Pak Jaja.

__ADS_1


Pemimpin regu keempat itu pun langsung mengajak Pak Jaja ke teras gubuk bambu dan Pak Jaja langsung melihat ada puntung rokok disana.


Pak Jaja pun kemudian mengambil puntung rokok tersebut dan memeriksanya, dia pun meyakini jika itu adalah puntung rokok milik Azman. 


“Ini benar rokok Pak Azman, dan dia pernah disini, namun melihat kondisi ini sepertinya ini bekas semalam” Ucap Pak Jaja sambil duduk di bangku bambu yang sebelumnya juga diduduki oleh Azman.


“Apa regu anjing pelacak ada informasi?” Tanya Pak Umar ke Pemimpin regu keempat.


“Maaf Ndan, tidak ada hasil, anjing - anjing itu tidak berhasil mendapatkan petunjuk apapun, anggota saya sudah memeriksa semua jejak kaki dan jejak terakhir itu menuju ke pemakaman umum dekat masjid, namun setelah itu tidak ada lagi” Ucap Pemimpin regu keempat.


“Aku juga menemukan puntung rokok di jalanan dekat masjid, dan jika aku urutkan maka Pak Azman dari sini ke pemakaman umum baru ke masjid dan kembali ke desa, jika demikian satu - satunya lokasi yang harus kita fokuskan adalah di jurang dan juga sungai kecil itu saja” Ucap Pak Jaja sambil berdiri kembali.


“Ijin regu tiga dan empat kita tarik dan kita pindahkan untuk membantu regu satu dan dua” Ucap Pak Umar.


“Sebaiknya begitu saja, kita akan kembali ke rumah yang terbakar dan mulai dari sana sampai ke lokasi Pak Azman terperosok lalu ke jurang itu” Ucap Pak Jaja.


“Baik Ndan, namun saya minta lima menit untuk mengumpulkan kembali anggota regu saya” Ucap Pemimpin regu keempat.


“Pergilah, dan kumpulkan semuanya” Ucap Pak Jaja.


Pemimpin regu keempat itu pun kemudian meninggalkan Pak Jaja dan Pak Umar.


“Pak Umar, panggil tim udara, dan tidak perlu ada helikopter, cukup gunakan drone saja, semakin banyak drone yang terlibat maka semakin baik” Ucap Pak Jaja.


“Ijin Ndan, menurut saya satu atau dua helikopter sebaiknya kita gunakan, karena area disini kebanyakan hutan, dan untuk drone akan tetap saya gunakan untuk area jarak pendek” Ucap Pak Umar yang mengambil telepon selulernya dari saku celana.

__ADS_1


“Oke, kau atur saja, biar bagaimanapun juga aku ingin Pak Azman segera bisa ditemukan” Ucap Pak Jaja sambil duduk kembali di bangku bambu dan mengeluarkan bungkus rokoknya lalu menyalakan sebatang rokoknya.


Pak Umar pun tidak membuang waktu dan dia kemudian menghubungi kantor Tim Sar yang ada di Yogyakarta untuk meminta bantuan helikopter dan juga drone - drone.


__ADS_2