Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Di Cekek Kuntilanak


__ADS_3

"Azman, masih ada empat" ucap Daim mengingatkan.


"Iya" ucap Azman sambil berjalan ke bagian lainnya di rumah kosong itu.


Azman memasuki sebuah kamar dan dia kembali melihat sosok kuntilanak yang melayang di pojok ruangan.


"Aku benar benar jengah ama kuntilanak seperti ini" ucap Azman dalam hatinya.


"Tapi waktu itu kau sangat terkesima dan lupa sama agama" ucap Daim.


"Makanya aku jadi sangat membenci kuntilanak" ucap Azman dalam hatinya.


Bau mayat yang sangat pekat tercium demikian juga dengan bau darah segar memenuhi ruangan itu.


Srooook Srooook Srooook Srooook Srooook 


Suara rambut panjang kuntilanak itu terdengar oleh Azman dan Azman masih berdiri tiga meter dari kuntilanak itu.


Hi hi hi hi hi hi


Terdengar suara tawa kuntilanak itu dan suara suara ini juga terdengar oleh Imam Masjid dan juga Ketua DKM yang sedang ada di luar rumah itu.


Tap tap tap tap


Terdengar suara langkah kaki yang sangat berat mendekati Azman.


Azman tetap diam di tempatnya karena dia merasakan jika di pintu masuk ruangan itu ada beberapa makhluk halus yang mendekat.


Wussssss wussssss wussssss 


Terasa Angin berhembus sampai debu debu di ruangan itu beterbangan.


"Azman aku akan keluar, dua buto ijo itu bukan lawan mu biar aku saja, kau cukup musnahkan kuntilanak kesayangan mu itu" ucap Daim sambil keluar dari dalam tubuh Azman dan langsung melesat keluar dari kamar itu.


Ha ha ha ha ha


Suara tertawa yang sangat berat dan menyeramkan terdengar oleh Azman dan bukan hanya dia yang mendengarnya, melainkan imam masjid serta ketua dkm itu juga ikut mendengarnya.

__ADS_1


"Pak Ustadz apa kita tetap di sini?" Tanya ketua DKM.


"Pak Ketua, masa kita membiarkan Pak Azman sendirian" ucap Imam Masjid itu dengan kaki bergetar.


"Maksud saya kita panggil warga lain saja untuk berdzikir  bersama" ucap ketua DKM itu yang suaranya terdengar sangat berat karena menahan takut.


Detak jantung keduanya juga sudah sangat kencang dan kaki mereka juga bergetar, tubuh mereka berdua juga kini sudah basah oleh keringat.


"Iya Pak Ketua mari kita panggil warga lainnya" ucap Imam Masjid itu sambil berlari.


"Tunggu Pak Ustadz" ucap Ketua DKM yang sekuat tenaga mengejar imam masjid itu.


Sementara itu terlihat jika Azman sudah mencekik leher kuntilanak itu.


"Kau sudah sangat bau sekali, apa kau tidak pernah mandi ya" ucap Azman sambil mengencangkan cengkeraman tangannya.


Srooook Srooook Srooook Srooook Srooook 


Hanya suara itu saja yang terdengar saat rambut kuntilanak itu bergesekan.


"Uhuk uhuk" Azman terbatuk batuk karena lehernya di cekik oleh kuntilanak itu.


Tangan kiri Azman terangkat dan Azman langsung meninju dada Kuntilanak itu.


Bug Bug bug cengkeraman kuntilanak itu sedikit demi sedikit mengendur.


"Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta’khudzuhuu sinatuw wala naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasfa'u ‘indahuu illaa bi idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum.Walaa yuhiithuuna bi syai-im min ‘ilmihii illa bi maa syaa-a. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardha walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim. 


(Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.)" ucap Azman sambil mengencangkan cengkeraman tangan kanannya dan tangan kirinya meninju wajah kuntilanak itu. 


wussssss kuntilanak itu hancur dan langsung menghilang dari pandangan Azman.


"Uhuk Uhuk Uhuk" Azman terbatuk batuk sambil membungkukan badannya karena cekikan kuntilanak itu benar benar terasa menyakitkan untuknya.


"Dasar kuntilanak brengsek" ucap Azman sambil berdiri kembali dan memegang lehernya yang masih terasa sakit.


Azman melangkah keluar dan melihat jika ada dua buto ijo disana sedang bertarung dengan Daim.

__ADS_1


"Oooh masih ada makhluk menyeramkan juga toh" ucap Azman sambil melompat dan meninju sosok laki laki yang memiliki tubuh serba hitam dan rambut panjang yang acak acakan.


"Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta’khudzuhuu sinatuw wala naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasfa'u ‘indahuu illaa bi idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum.Walaa yuhiithuuna bi syai-im min ‘ilmihii illa bi maa syaa-a. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardha walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim. 


(Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.)" ucap Azman tepat saat tinjunya mengenai belakang kepala makhluk menyeramkan itu.


Makhluk menyeramkan itu terjatuh dan langsung hancur.


"Daim perlu bantuan" ucap Azman.


"Boleh yang di belakangan ku saja" ucap Daim.


Bug bug bug bug


Azman memukuli punggung sosok besar berwarna hijau kehitaman itu namun sosok itu masih terus memukuli Daim.


Azman kemudian menarik dengan kencang rambut sosok itu namun bukannya sosok itu terjatuh yang ada hanya rambutnya saja yang terlepas.


"Daim dia susah sekali ku lumpuhkan" ucap Azman.


"Oke sebentar" ucap Daim sambil meninju sosok di depannya.


Bruuuuuug sosok di depan Daim itu terjatuh dan langsung hancur.


Daim kemudian berbagi badan dan langsung meninju sosok satunya.


Bruuuuuug sosok itu terpental kebelakang dan menabrak Azman hingga Azman terjatuh juga.


Sosok itu hancur dan menghilang dari pandangan Azman.


"Apa harus membuatnya menabrak ku, lagian kau bisa mudah menghancurkan kedua buto ijo itu kenapa berlama lama" ucap Azman sambil berdiri.


"Oh itu, hanya ingin tahu saja mereka berdua sekuat apa, nggak tahunya sangat lemah" ucap Daim.


"Apa yang membuat mereka berkumpul di rumah kosong ini" ucap Azman sambil melihat ke sekelilingnya.


"Lihatlah itu di dekat genteng itu" ucap Daim sambil menunjuk plafon yang sudah bolong bolong itu.

__ADS_1


__ADS_2