Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Yogyakarta 11


__ADS_3

“Pada saat itu tiba - tiba mbah Mirno ada di depan saya, dia tiba - tiba muncul sepuluh meter di depan saya dan berjalan mendekati kami semua, saya baru sadar dengan hal ini.” Ucap Pak Jaja sambil menengok ke Azman.


“Jadi Mbah Mirno itu bisa masuk ke dunia makhluk gaib, saat anda dan kawan - kawan anda dibawa kesana, Mbah Mirno sepertinya sudah mengetahuinya, jadi siapa sebenarnya Mbah mirno ini?.” Ucap Azman.


“Maksud Pak Azman jika Mbah Mirno dari awal mengetahui jika saya ada di dunia makhluk gaib, dan yang disebut gerbang dimensi itu sesungguhnya adalah dunia para makhluk gaib?.” Ucap Pak Jaja.


“Benar Pak, ada yang tidak beres disini, karena tidak semua orang bisa keluar masuk sesukanya ke dunia para makhluk gaib itu, dan jika sudah masuk maka akan susah untuk keluar, ini perkara yang aneh menurut saya, ditambah dengan banyaknya makhluk gaib yang mengikuti mbah Mirno bahkan sampai menjadi pengikut setianya.” Ucap Azman yang lagi - lagi membuat Pak Jaja berpikir keras dengan hal ini.


“Bertahun - tahun saya mengenal Mbah Mirno saya tidak pernah mengetahui jika dia memiliki pengikut dari makhluk gaib, dan saya baru sadar jika fisik mbah Mirno itu tidak pernah berubah, dia tetap sama, anak - anaknya menjadi tua namun dia tidak.” Ucap Pak Jaja.


“Pak Jaja, bisakah anda mencari tahu jumlah korban di hilang dalam satu bulan terakhir.” Ucap Azman.


“Bisa Pak, sebentar saya akan mencari datanya terlebih dahulu.” Ucap Pak Jaja  yang langsung mengambil telepon selulernya lalu mengirimkan pesan ke anak buahnya, dan memang mereka memiliki data dari para pendaki yang hilang maupun yang terluka.


“Pak Azman, ada tiga pendaki yang sempat hilang namun berhasil di temukan tiga hari kemudian dalam keadaan yang terluka, akan tetapi mereka masih hidup, dan anehnya ketiga orang pendaki itu nampak sangat ketakutan karena melihat makhluk gaib.” Ucap Pak Jaja yang sudah mendapatkan informasi dari anak buahnya.


“Waktu anda hilang, apakah anda juga melihat makhluk gaib?.” Tanya Azman.


“Saya tidak melihatnya, namun mendengar suara wanita yang terus menerus meminta pertolongan, ini saat kami mencari kawan kami yang hilang, dan saat kami tersesat kawan saya melihat ada makhluk yang badannya manusia namun wajahnya mirip dengan harimau Pak, kami  saat itu hanya berpikir dia berhalusinasi akibat kecapean saja.” Jawab Pak Jaja.


“Suara wanita yang meminta pertolongan dan berhasil membuat anda menemukan kawan - kawan anda, jadi suara wanita itu yang menarik kalian ke dunia para makhluk gaib.” Ucap Azman.


“Satu hal lagi, salah satu kawan saya yang terluka itu menemukan sebungkus rokok yang masih baru dan mereka menghisapnya bersama - sama Pak.” Ucap Pak Jaja.

__ADS_1


“Sungguh penuh misteri dan sesungguhnya saya sangat ingin mencari tahu lebih jauh lagi Pak, akan tetapi sekarang kita lupakan saja dulu pembahasan ini, sebaiknya kita tidak membahas hal ini di rumah juga ya.” Ucap Azman karena kini dia sudah sampai rumahnya dan Azman langsung memarkirkan mobil Pak Jaja itu di depan teras rumahnya, sedangkan mobil miliknya sendiri ada di samping rumahnya.


“Baik Pak.” Ucap Pak Jaja.


Azman dan Pak Jaja pun kemudian turun dari dalam mobil dan Azman juga langsung memberikan kunci mobil itu ke Pak Jaja.


Keduanya kemudian masuk kedalam rumah dan disambut hangat oleh Azizah dan juga Istri Pak Jaja, mereka berdua langsung membersihkan diri lalu menikmati makan malam bersama di ruang makan.


Seperti biasa pak Sugeng dan istrinya pun ikut dalam acara makan malam itu dan selama acara makan bersama tidak ada satupun yang berkata - kata, mereka sibuk dengan makanan super lezat yang ada di meja makan itu.


Setengah jam berlalu dan acara makan bersama pun selesai, mereka berempat kemudian memilih untuk bersantai di taman kolam renang, dan ini sesuai permintaan Azman untuk memperat hubungan mereka.


“Suamiku, kalian berdua sebenarnya dari mana, sampai - sampai kau tidak bisa aku hubungi.” Ucap Istri Pak Jaja.


“Itu benar Bu, Pak Jaja lupa mengisi baterai telepon selulernya, oh iya Bu, bagaimana penerbangannya.” Ucap Azman berusaha mengalihkan pembicaraan.


“Penerbangannya biasa saja, namun tadi jalan menuju Bandara yang macet total, untungnya Ibu masih bisa tepat waktu sampainya.” Ucap Istri Pak Jaja.


“Wah untung ya Bu, Ibu tidak sampai telat, jika telat bisa rugi tiket pesawat tuh Bu.” Ucap Azman.


“Ya kalau Ibu sampai rugi satu tiket pesawat Ibu akan akan minta ganti pada mu saja.” Ucap Istri Pak Jaja mencandai Azman.


“Iya Bu, nanti biar aku yang belikan tiketnya deh.” Ucap Azman sambil menyalakan sebatang rokoknya dan Pak Jaja pun mengikutinya.

__ADS_1


“Suamiku, besok aku dan Ibu akan jalan - jalan ke Malioboro, kata Ibu disana banyak barang - barang bagus untuk jadi hiasan rumah.” Ucap Azizah.


“Iya, lagi pula aku dan Pak Jaja kan besok juga akan pergi bersama, kalian pergilah dan bersenang - senanglah, namun ingat jaga kondisi dan jangan kecapean.” Ucap Azman.


“Iya sayangku, makasih ya.” Ucap Azizah.


“Kalian berdua kapan berhenti merokok?.” Tanya Istri Pak Jaja.


“Nanti Bu, jika sudah habis saya berhenti kok.” Jawab Azman mencandai Istri Pak Jaja, karena dia tahu Pak Jaja tidak akan berani menjawab pertanyaan istrinya itu.


“Bu, setidaknya keburukan mereka hanya itu, sudah tidak apa - apa mereka merokok Bu.” Ucap Azizah.


“Iya ibu tidak keberatan, namun mereka berdua ini sudah seperti kereta api jika merokok, kalian ingat ya nanti jika Azizah sudah melahirkan maka kalian tidak boleh merokok dekat cucu Ibu.” Ucap Istri Pak Jaja dan ucapannya ini membuat Azman dan Pak Jaja melihat ke Azizah.


“Bu aku kan belum pasti hamil.” Ucap Azizah sambil memegang perutnya.


“Besok sebelum ke malioboro kita akan ke dokter memeriksakan mu, tapi Ibu yakin jika kau sudah hamil.” Ucap Istri Pak Jaja.


“Aamiin Ya Rabbal Alamin, istriku dengarkan kata Ibu, besok periksakan dirimu, jika kau benar - benar hamil maka ini anugerah dari Yang Maha Kuasa untuk kita.” Ucap Azman.


“Iya sayang ku, tapi aku rasa aku hanya masuk angin saja, entah kenapa Ibu yakin sekali jika aku ini hamil.” Ucap Azizah.


“Azman ini lihatlah hasilnya positif, namun untuk pastinya besok dengan dokter kandungan saja.” Ucap Istri Pak Jaja memberikan test pack yang sempat digunakan untuk mengecek kehamilan Azizah.

__ADS_1


__ADS_2