Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Gua Kematian 24


__ADS_3

“Pak Azman, itu ide yang baik, namun bagaimana jika kita menemukan lorong yang bercabang lagi, bukankah akan lebih mudah jika membagi pasukan dari sekarang, kita bisa tetap dengan dua pasukan, satu dipimpin anda, dan satu oleh saya.” Ucap Pak Danu.


“Itu bisa saja Pak, jika anda yang memimpin langsung mereka saya bisa sedikit tenang, karena saya tidak ingin ada lagi regu yang hilang.” Ucap Azman yang membuat Pak Danu berpikir panjang untuk berdebat dengan Azman.


“Pak Azman, baiklah, saya setuju dengan keputusan anda, kita akan tetap dalam satu Tim.” Ucap Pak Danu.


“Pak Danu, jika demikian maka saya harap semuanya bisa satu komando ya, ingat apapun yang terjadi tetap keputusan pada Bapak, saya harap juga tidak ada yang mengambil keputusan sendiri serta memiliki tangan usil, kita tidak mengetahui ada jebakan apa di dalam sana dan tidak juga mengetahui kondisinya.” Ucap Azman.


“Baik Pak, jika memang demikian saya akan menyiapkan pasukan saya terlebih dahulu, sekaligus mengarahkan mereka.” Ucap Pak Danu.


“Silahkan Pak, saya akan menunggu disana saja, jika sudah silahkan susul saya.” Ucap Azman sambil menunjuk area lorong gelap yang akan menjadi tujuan mereka dan meskipun kini sudah menjadi terang akibat pemasangan lampu sorot di lorong udara yang ada di langit - langit gua itu.


“Baik Pak.” Ucap Pak Danu dan kemudian Pak Danu pun melangkah menemui anak buahnya sedangkan Azman melangkah menuju lorong berdiameter lima meter yang akan menjadi arah tujuan mereka.


“Istriku, apakah kau bisa mendengarkanku.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Azizah.


“Aku bisa mendengarmu, ada apakah suamiku, kau terdengar sangat jauh sekali.” Ucap Azizah yang hanya terdengar oleh Azman seorang.


“Istriku, kau tahu satu tim rombongan pihak kepolisian kini menghilang dan aku sedang mencari mereka, aku menemukan banyak sekali keanehan disini, seandainya kau ada disini maka akan mudah untukku menemukan mereka.” Ucap Azman kembali berbicara dalam hatinya sambil melangkah menuju ke arah lorong itu dan dia sengaja melakukan ini untuk sedikit menjauhi pihak kepolisian yang nampak sedang berunding.

__ADS_1


“Suamiku, aku tidak merasakan adanya makhluk terkutuk disana dan ini sangat aneh, bahkan aku juga tidak bisa merasakan kehadiranmu, jika aku memaksakan diri kesana bisa saja namun ini akan berbahaya untukku juga.” Ucap Azizah.


“Jika demikian maka jangan kau kesini, namun bisakah kau membantuku satu hal, aku harap kau bisa mengawasi desa dan mencari lokasi - lokasi lain dari mulut Gua atau lorong udaranya, aku yakin jika kau bisa menemukan yang lainnya maka akan ada petunjuk lebih mengenai keanehan disini.” Ucap Azman.


“Bisa saja, tidak masalah, itu akan aku lakukan dan suamiku, jaga diri baik - baik, jangan mengambil resiko dengan masalah yang tidak sanggup kau hadapi.” Ucap Azizah.


“Kau tenang saja.” Ucap Azman yang kini duduk di atas sebuah batu sambil menyalakan sebatang rokoknya.


Azman terus duduk disana dan dia menyadari ada hal yang salah saat ini namun dia belum mengetahui apakah hal yang salah tersebut.


“Ada yang aneh disini, tapi apakah itu?.” Ucap Azman berbicara sendiri sambil melihat ke arah Pak Danu dan anggotanya yang kini sudah mulai bersiap.


“Pak Azman, kami sudah siap.” Ucap Pak Danu yang sudah datang bersama dengan anak buahnya dan mereka semua kini saling terikat dengan tali karmantel.


“Oke, jika memang kalian semua sudah siap, disini kita tidak bisa membuat jejak dengan jejak kaki, oleh karena itu saya minta kalian membuat jejak di dinding - dinding gua ini saja, sepanjang perjalanan kita nanti silahkan kalian berikan tanda di kiri dan kanan lorong ini, aku tidak ingin kita ikut tersesat nantinya, satu hal lagi yang paling belakang maka anda harus menjadi mata kami yang ada di depan, selalu informasikan apapun yang terjadi.” Ucap Azman memberikan arahannya.


“Siap laksanakan.” Ucap Mereka semua kecuali Pak Danu yang hanya mengangguk saja.


“Bismillahirrahmanirrahim, kita berangkat.” Ucap Azman berbicara sedikit kencang agar terdengar oleh semuanya.

__ADS_1


Azman terus melangkah dan diikuti oleh yang lainnya, mereka melangkah pelan namun pasti, dan Azman juga tidak berbincang sedikit pun dengan Pak Danu melainkan dia memilih untuk memimpin Dzikir dalam rombongan itu.


Langkah demi langkah mereka lalui, dan perjalanan kini menjadi cukup berat karena medan yang mereka lalui bukan lagi menurun melainkan sedikit menanjak dengan medan yang cukup berat dan lebar Gua juga semakin mengecil, hingga pada akhirnya hanya selebar satu meter saja dan mereka pun harus berjalan satu - satu tidak seperti sebelumnya yang berjalan berdampingan.


“Tolooooooooong Tolooooooooooooong.” terdengar suara orang minta tolong dan ini terdengar oleh mereka semua, namun asal suara itu bukan dari depan mereka melainkan dari bagian belakang mereka.


Semuanya kemudian berhenti dan saling melihat satu dan yang lainnya, disana kini mereka hanya mengandalkan penerangan dari senter kepala yang mereka gunakan saja.


“Mohon Ijin komandan, mohon bantuannya, ada permintaan tolong dari belakang kami.” Ucap Petugas kepolisian yang ada di belakang mereka melalui radio komunikasi.


“Kalian tunggu dan jangan ada yang mengambil tindakan apapun.” Ucap Pak Danu melalui Radio komunikasi yang memang ingin berkoordinasi terlebih dahulu dengan Azman.


“Pak Azman, apa yang harus kita lakukan.” Ucap Pak Danu.


“Pak Danu, suara itu memang suara permintaan tolong dari manusia namun saya tidak bisa menjamin itu anak buah bapak dan kita mendengarnya dari belakang bukan dari depan kita, sedangkan sejauh perjalanan kita yang sudah satu jam ini tidak ada jalan lain bukan, menurut saya, sebaiknya kita terus melangkah saja, apakah anda lupa dengan lorong udara yang sebelumnya kita temukan, semakin jauh kedalam ini kan tidak ada lagi lorong udaranya, jadi besar kemungkinan sumber suara aslinya ada di depan kita namun kita mendengar hanya dari gema nya saja melalui saluran udara.” Ucap Azman memberikan pendapatnya, karena hanya ini penjelasan yang paling masuk akal baginya.


“Apa yang anda jelaskan kepada saya sangat masuk di akal, jadi jika demikian kita lanjutkan perjalanan kita ini.” Ucap Pak Danu.


“Benar Pak, hanya ini pilihan yang kita miliki, dan hanya ini pula yang kita bisa lakukan, mari kita lanjutkan.” Ucap Azman.

__ADS_1


“Semuanya dengarkan baik - baik, kita akan melanjutkan perjalanan, dan sementara hiraukan permintaan tolong ini.” Ucap Pak Danu melalui radio komunikasi dan mereka pun langsung melanjutkan perjalanan mereka itu, tidak ada seorang pun disana yang nampak ragu melangkah meskipun suara permintaan tolong terus terdengar dan mereka mengenali suara permintaan tolong itu adalah suara dari kawan mereka yang hilang.


__ADS_2