Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Menuju Kabupaten Bandung 5


__ADS_3

“Pak Azman maaf tapi jika ingin terdengar oleh semuanya maka sebaiknya menggunakan mobil komando yang itu saja pak.” Ucap Petugas kepolisian itu sambil menunjuk sebuah mobil double Kabin yang letak ya tidak jauh dari tempat mereka berada.


“Begini saja, ini saya kembalikan dan saya minta tolong sampaikan ke semua orang yang ada disini untuk tidak ada yang panik jika ada pocong merah yang tiba tiba datang kesini karena pocong merah itu akan menemui tuannya dan memberikan hukuman untuk tuannya saja.” Ucap Azman sambil memberikan kembali pengeras suara itu.


“Baik Pak Azman, saya akan menyampaikannya agar mereka semua termasuk kami tidak panik.” Ucap Petugas kepolisian itu sambil menerima kembali pengeras suaranya.


Azman langsung berjalan kembali dan kini dia berjalan mendekati orang orang yang berkerumun itu, beberapa petugas kepolisian dengan sigap langsung mendekati Azman dan mengawal Azman.


Azman berdiri sepuluh meter di hadapan semua orang itu dan pihak kepolisian membentuk pagar betis untuk tetap menjaga agar tidak ada yang mendekati Azman, karena kini hampir semuanya ingin mendekati Azman.


“Selamat sore Bapak dan Ibu semua, dimohon semuanya tetap tenang dan tetap di tempatnya, Pak Azman saat ini akan memanggil Pocong merah yang menjadi masalah disini, Pak Azman meminta agar semuanya tetap pada tempatnya, diharapkan tidak ada yang meninggalkan lokasi ini sampai semuanya selesai, dan ini untuk kebaikan kita semua, terima kasih.” Terdengar suara dari petugas kepolisian yang menggunakan mobil komando atau biasa dipanggil sebagai mobil sound system itu.


“Daim segerakan saja, dan suruh dia langsung menghilang setelah menyelesaikan tugasnya.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.


“Baiklah, lagi pula aku sudah tidak tahan dengan bau darah dan bau mayat dari pada pocong ini.” Ucap Daim yang hanya terdengar oleh Azman dan seketika langit mulai mendung seakan akan hujan akan turun, dan angin juga bertiup cukup kencang.


Jedeeeeeeeeeerrrrrrrrrrrrr Jedeeeeeeeeeerrrrrrrrrrrrr Jedeeeeeeeeeerrrrrrrrrrrrr


Tiga suara petir terdengar dan kini semuanya melihat ke atas, terlihat sesosok pocong berwarna melayang di atas Azman dan terus turun ke arah semua orang yang ada disana.

__ADS_1


“Bapak dan Ibu jangan ada yang panik, atau pak Azman tidak bisa melindungi kalian, tetap diam di tempat kalian.” Ucap petugas kepolisian menggunakan pengeras suara lagi.


Azman tetap diam di tempatnya dan dia tidak melihat ke arah pocong merah itu melainkan tetap melihat ke arah kerumunan itu, dia melihat jika ada satu orang yang mencoba melarikan diri dengan berjalan ke arah belakang kerumunan warga itu.


“Daim apakah itu orangnya jika itu benar orangnya maka biarkan dia pergi jauh sedikit baru suruh pocong merah itu menyerangnya.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.


“Iya Benar, oke aku akan memintas pocong merah itu untuk menahan diri terlebih dulu.” Ucap Daim yang hanya terdengar oleh Azman saja.


Pocong merah itu kini melayang lima meter di depan Azman dan sepuluh meter di atas tanah menghadap ke kerumunan itu.


“Bapak dan ibu tetap tenang, keselamatan kalian di jamin jika kalian diam di tempat kalian saat ini, jangan ada yang panik dan berpindah tempat.” Ucap petugas kepolisian menggunakan mobil komando kembali terdengar.


Azman tetap tenang dan berdiri di tempatnya sampai dia melihat jika orang yang dia targetkan itu sudah keluar dari kerumunan penduduk disana.


Pocong merah yang sudah tahu tugasnya itu langsung bergerak melayang dengan cepat dan langsung menembus tubuh orang itu lalu menghilang yang seakan akan tetap berada di dalam tubuh orang itu saja.


Tubuh orang itu tiba tiba mengejang dan semua orang disana juga melihat karena mereka sebelumnya mengikuti arah pocong merah itu, dan tiba tiba tubuh orang itu jatuh ke tanah dan tidak lagi bangun.


Tidak ada yang berani mendekati pria itu dan bahkan semua yang dekat juga mulai menjauhi orang tersebut karena mereka tahu nya jika pocong merah itu masih ada di dalam tubuh orang itu.

__ADS_1


“Pak Azman bagaimana dengan Bapak itu, apakah bapak bisa menolongnya.” Ucap Perwira kepolisian itu yang kini datang bersama pak Jaja.


“Maaf Pak, namun dia kena karma jadi saya tidak akan menolongnya sama sekali, jika bapak mau silahkan aja bapak yang menolongnya, yang jelas dia masih hidup namun bagaimana situasinya saya tidak ikut campur tapi sesuai dengan kesepakatan kita semua jika tugas saya hanya menunjukan siapa pelaku yang sesungguhnya saja kepada bapak dan saya sudah selesai dengan hal ini, Pak Jaja mari kita lanjutkan perjalanan.” Ucap Azman sambil melangkah dan Pak Jaja pun langsung mengikutinya dengan berjalan di samping Azman.


“Pak Azman apa tidak sebaiknya pocong merah itu di hancurkan dulu saja.” ucap Pak Jaja dan Perwira kepolisian itu pun mendengarnya karena dia berjalan di samping Pak Jaja.


“Apanya yang mau di hancurkan jika dia sudah tidak ada lagi Pak, dia sudah hancur saat tadi menyerang dukun itu pak, jadi kan semua tugas saya  sudah selesai Pak.” ucap Azman menjelaskan sambil melihat ke arah Perwira kepolisian itu.


“Pak Azman jadi kami sudah bisa mengevakuasi dukun itu sekarang.” ucap Perwira kepolisian itu lagi.


“Iya Pak, maaf saya mencandai Bapak tadi, sebenarnya pocong merah itu sudah tidak ada kok, tapi saya ini malas untuk berkerumun dengan semua orang dan begini kan saya tidak di dekati oleh mereka semua.” Ucap Azman yang memang semua orang kini mulai menjauh memberikan jalan untuk Azman yang di kira akan menolong orang tersebut.


“Anda ini ada ada saja Pak Azman, dan jika begini maka sebaiknya anda langsung mengevakuasi orang tersebut Pak, sebelum semua orang sadar jika dia adalah dukun santet yang di cari oleh banyak orang.” Ucap Pak Jaja.


“Pak Azman lokasinya kan dekat dengan motor bapak jadi gimana jika saya naikkan dia langsung ke ambulan yang ada di sana saja Pak.” Ucap Perwira kepolisian itu. 


“Iya Pak, dan sebaiknya memang menggunakan mobil ambulan saja, karena dia sudah tidak bisa berjalan sama sekali.” ucap Azman.


“Baik pak Azman, saya akan mengurus ambulannyanya dulu.” Ucap Perwira Kepolisian itu yang langsung berjalan lebih cepat dan kini semua anggota kepolisian itu membuat pagar betis untuk mengamankan Azman dan juga Pak Jaja.

__ADS_1


“Pak Azman apa tidak sebaiknya bapak ikut dengan ambulan saja jadi bapak tidak perlu untuk meladeni semua orang disini, saat ini disini ada ribuan orang dan jika Pak Azman meladeni foto bersama akan memakan banyak waktu yang cukup lama soalnya." Ucap Pak Jaja berbisik ke Azman karena Pak Jaja tidak ingin ada yang mendengar pembicaraannya itu.


__ADS_2