
Langit tiba tiba menjadi gelap dan semakin gelap, suara halilintar juga terdengar bersahut sahutan.
Satu persatu sosok hitam besar bermunculan dari dalam makam makam itu dan kini ada hampir seratus sosok hitam besar yang semuanya tampak sangat marah dengan Azman.
"Daim bagaimana ini" ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim, yang melihat jika makhluk makhluk besar bertubuh hitam itu sudah mengepungnya.
"Satu persatu ya kau pukul saja kepalanya dengan bambu mu itu, nanti juga habis" ucap Daim.
"Mereka terlalu banyak" ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.
"Sudah jangan jadi penakut pukul kepalanya saja seperti tadi" ucap Daim.
Azman mulai menyerang kepala mereka satu persatu namun makhluk menyeramkan itu seakan tidak pernah habis namun Azman tahu hidupnya tergantung pada dirinya sendiri sehingga dia terus menerus menyerang sosok sosok hitam besar itu sampai semuanya hancur.
Azman menarik nafas dalam dalam dengan keringat dingin yang sudah membasahi kaos yang dia pakai.
Tiba tiba ada dua tangan yang mencengkeram kakinya Azman lalu menariknya dengan kuat ke dalam tanah dan hal ini sangat mengagetkannya.
Azman terjatuh ke atas salah satu kuburan dengan posisi terlentang.
Azman langsung memukuli kedua tangan yang memegangi kakinya itu hingga pegangan tangan yang keluar dari dalam tanah itu terlepas.
Azman berusaha untuk berdiri kembali namun kembali lagi dua tangan keluar dari dalam tanah namun kali ini dia sudah siap sehingga kedua tangan berlumuran darah itu tidak lagi bisa mencengkeram kakinya.
"Azman tarik makhluk itu keluar dari kuburannya" ucap Daim.
Azman kemudian mengikuti apa yang di ucapkan oleh Daim dan membiarkan satu kakinya dicengkeram oleh kedua tangan berlumuran darah yang keluar dari dalam kuburan itu.
__ADS_1
Sesaat kedua tangan berlumuran darah itu mencengkeram kakinya, Azman langsung menarik kakinya itu dengan kuat dan triknya berhasil sesosok mayat berlumuran darah terlihat kepalanya keluar dari dalam kuburan itu.
Azman tidak menyia nyiakan kesempatan ini, dia langsung memukul kepala makhluk menyeramkan itu dengan bambu hijau yang dia pegang.
Makhluk menyeramkan itu hancur dan sudah tidak ada lagi tangan berlumuran darah yang memegangi kaki Azman.
Srooook Srooook Srooook Srooook Srooook
Azman kembali mendengar suara orang menyapu dan dia tahu ini adalah suara rambut kuntilanak.
Azman langsung berdiri dan melihat jika ada satu kuntilanak yang melayang di atas tubuh kedua orang yang ingin dia selamatkan.
Kedua orang pengendara motor kawasaki klx itu sudah terbaring pingsan di atas kuburan, persis di lokasi warung tadi.
"Kuntilanak ini kok senang sekali memancing dengan warung" ucap Azman sambil berjalan mendekati kuntilanak itu dengan santai.
"Ya karena dia menyukai mempermainkan korbannya terlebih dulu, sudah segera selesaikan dia yang terakhir disini" ucap Daim
Azman langsung mencekik leher kuntilanak itu dengan tangan kirinya dan tangan kanannya yang memegang bambu hijau itu langsung terayun ke kepala kuntilanak itu, bambu hijau itu tepat mengenai kepala kuntilanak itu dan membuat kuntilanak itu hancur lalu menghilang dari pandangan Azman.
Langit mulai terang kembali dan kini terlihat jika di sana ternyata bukanlah desa melainkan sebuah kuburan yang sudah sangat tua dengan nisan dari batu.
Azman tidak langsung membangunkan kedua pengendara motor kawasaki klx itu namun dia melangkah menuju motornya dan mengambil satu botol air mineral.
Azman lalu membersihkan kedua tangannya dan meminum sedikit air mineral botol itu kemudian kembali mendekati kedua pengendara motor kawasaki klx yang pingsan di atas kuburan.
Azman mencipratkan sedikit air mineral itu ke wajah kedua pengendara motor kawasaki klx yang membuat kedua pengendara itu terbangun dengan wajah penuh kebingungan.
__ADS_1
"Kalian berdua ngapain tidur di atas kuburan seperti ini" ucap Azman dengan ramah tanpa menceritakan apa yang sudah terjadi.
"Tadi kami tidak disini, tapi kami ada di sebuah warung sedang beristirahat" ucap salah seorang pengendara motor kawasaki klx itu sambil berdiri.
"Sudah sebaiknya kita tidak berbincang disini, ayo kita tinggalkan kuburan tua ini" ucap Azman sambil berjalan kembali ke arah motornya.
Kedua orang pengendara motor kawasaki klx itu pun langsung mengikuti Azman.
"Apa kalian masih tahu jalan menuju ke jalan raya" ucap Azman yang sudah di atas motornya dan motornya juga sudah menyala.
"Kami tersesat dan tidak mengetahui arah keluar" jawab salah seorang dari pengendara motor kawasaki klx itu.
"Ya sudah ikuti aku dan jangan jauh jauh karena aku susah jika harus putar balik kalau kalian tersesat kembali" ucap Azman sambil menjalankan motornya.
Azman langsung keluar dari area kuburan tua itu dan dia tidak melewati jalan tempat dia datang melainkan melewati jalan lain sesuai arahan Daim hingga mereka sampai di sebuah desa dan langsung parkir di depan sebuah masjid di ikuti oleh kedua pengendara motor kawasaki klx itu.
"Maaf, tapi saya akan beristirahat disini sambil menanti waktu shalat Dzuhur, apakah Kalian muslim atau bukan? Jika bukan maka silahkan mencari warung di dekat sini dan aku akan menemui kalian nanti setelah shalat dzuhur berjamaah" Ucap Azman dengan ramah sambil melepas helm nya lalu menguncinya di stang motornya.
"Iya kami muslim kok, kami disini bersama mu saja" ucap salah seorang pengendara motor kawasaki klx itu.
Azman langsung mengeluarkan peralatan mandinya dan juga mengambil satu stel pakaian yang bersih dari dalam box pannier motornya lalu melangkah menuju ke kamar mandi masjid itu.
"Inilah enaknya masjid desa, tidak pernah di kunci" ucap Azman sambil melangkah memasuki kamar mandi itu.
Azman langsung mandi dan berganti pakaian lalu kembali ke motornya untuk menyimpan peralatan mandinya dan juga pakaian kotor yang sudah dia masukan ke dalam kantong plastik agar tidak mengotori pakaian lain yang masih bersih.
Azman kemudian menjemur handuk basahnya di atas motornya karena memang matahari sangat terik di lokasi dia memarkirkan motornya itu, dia lalu berjalan menemui kedua orang pengendara motor kawasaki klx yang sudah duduk di teras masjid.
__ADS_1
"Kalian sebenarnya dari mana mau kemana" ucap Azman dengan ramah setelah duduk di samping kanan pengendara motor kawasaki klx itu sambil menyalakan batang terakhir rokoknya dan menjadikan bungkus kosong rokoknya sebagai as asbak.
"Kami berdua dari sukabumi, tadinya kami hendak membantu Tim SAR namun kami tersesat karena ponsel kami kehabisan baterai jadi tidak bisa menggunakan aplikasi peta, lalu kami melihat ada beberapa rumah penduduk dan beristirahat di warung, tapi ternyata pemilik warung itu berubah menjadi kuntilanak dan kami kemudian bertemu dengan mu, oh ya kenalkan namaku Andi dan ini Aming" ucap salah seorang pengendara motor kawasaki klx yang mengaku bernama Andi.