
“Baik Paz Azman, setelah anda masuk kami akan bersiap.” Ucap Pak Jaja.
“Pak Azman, apakah memerlukan helikopter, kebetulan kami bisa menghadirkannya.” Ucap Perwira Kepolisian yang menyodorkan bantuan.
“Mohon maaf Pak, namun saya tidak mengetahui bagaimana kondisinya, apakah masih bisa dimasuki mobil mobil atau memang memerlukan helikopter untuk penyelamatannya.” Ucap Azman.
“Pak Azman, jika kami bisa menebang lima pohon maka kami akan bisa memasuki desa terkutuk dengan mobil namun jika kelima pohon itu tidak di tebang maka kami akan menggunakan motor dan berjalan kaki.
“Azman tidak masalah, tebang saja namun berikan kayu nya untuk penduduk desa.” terdengar suara Pemimpin para arwah gentayangan namun bukan hanya Azman yang mendengarnya melainkan semua orang yang ada di hutan terlarang.
Suara laki laki yang sangat berat dan terdengar sangat menakutkan bahkan sampai membuat bulu kuduk semua orang berdiri kecuali babang tampan Azman tentunya yang memang sudah mengetahui pemilik suara itu.
“Pak Azman, Asal suara ini?.” Tanya Pak Bupati yang terlihat ketakutan.
“Itu suara pemimpin para arwah leluhur yang menjaga hutan terlarang ini Pak, dan Pak Jaja anda sudah mendengarnya bukan, jadi sekarang kita ke lokasi pohon yang akan di potong saja ya Pak.” Ucap Azman sambil berdiri dengan membawa rokok dan kedua tongkat batonnya.
Semuanya langsung berdiri dan melangkah mengikuti Pak Jaja menuju lokasi pohon yang akan di tebang untuk akses masuk ke desa terkutuk nantinya.
Mereka pun sampai di lokasi itu dan kini Azman mengetahui mana pohon yang maksud oleh Pak Jaja dan kelimanya merupakan pohon jati yang sudah sangat tua dan sudah sangat besar juga.
“Lima pohon jati ini pak yang menutupi akses masuk ke desa terkutuk.” Ucap Pak Jaja menjelaskan sambil menunjuk ke lima pohon jati di depannya itu.
“Berapa lama Pak waktu yang diperlukan untuk menebang kelima pohon jati tua ini dan sepertinya diameternya sudah ada dua meteran Pak.” Ucap Azman.
__ADS_1
“Benar Pak Azman, ini kurang lebih berdiameter dua meter, dan kami memerlukan dua jam untuk menebang dan memotong pohon ini.” Ucap Pak Jaja.
“Pak Jaja, segera laksanakan dan saya akan menunggu prosesnya selesai, setelah semuanya siap saya akan memasuki area desa terkutuk itu.” Ucap Azman dan kini dia melihat ke arah desa terkutuk bahkan dia bisa melihat ada rumah rumah penduduk di desa terkutuk itu.
“Baik, Pak Azman, saya akan segera memerintahkan anak buah saya dan para relawan untuk menebang dan memotong kelima pohon jati ini.” Ucap Pak Jaja.
“Iya pak, dan sampaikan resiko tanggung sendiri jika ada yang mengambil pohon pohon ini selain warga desa.” Ucap Azman memperingatkan.
“Iya Pak, saya akan mengingatkan mereka kembali.” Ucap Pak Jaja.
“Bapak Bapak, masih ada dua jam dan saya akan beristirahat terlebih dulu di tenda saya, Pak Jaja jika sudah selesai mohon kabari ke saya.” Ucap Azman.
“Iya Pak silahkan.” Ucap Pak Jaja dan yang lainnya pun mempersilahkan Azman untuk beristirahat.
Satu persatu relawan wanita itu di layani keinginannya oleh Azman dan ini pun menjadi pemberitaan dari pihak media yang ada di sana dari kemarin.
“Pak Azman, maaf bisakah kami melakukan wawancara sebentar dengan bapak/” Ucap salah seorang reporter setelah semua relawan wanita itu selesai dan meninggalkan Azman..
“Mba mau wawancara tentang apa ya?.” Tanya Azman.
“Jadi ini soal kejadian kemarin sore dan yang semalam Pak, kami memerlukan informasi dari bapak.” ucap Reporter wanita itu.
“Mba, saya akan bersedia untuk diwawancarai dan anda sudah tahu bukan jika saya lebih memilih dengan list yang berikan dan tidak akan menjawab jika ada yang meminta nomor telepon saya.” Ucap Azman.
__ADS_1
“Pak Azman, ini Pak, hanya tiga pertanyaan saja kok Pak.” Ucap Reporter wanita itu sambil menyerahkan selembar kertas notes ke Azman.
“Baiklah, dimana maunya.” Ucap Azman.
“DI sebelah sana saja pak sudah kami siapkan sebelumnya Pak.” Ucap Reporter wanita itu sambil menunjuk ke arah parkiran mobil pihak media.
“Baik Mba, Mari kita kesana, sepertinya mba nya sudah sangat yakin saya mau anda wawancarai.” Ucap Azman yang melihat jika ada sebuah meja dan kursi dengan banyak sekali microfon di atas meja itu.
Azman dan reporter wanita itu pun berjalan ke lokasi yang sudah ditentukan dan Azman langsung duduk di kursi yang sudah di siapkan.
Pihak media terlihat gembira dan mereka pun langsung menyiapkan semua peralatan untuk siaran langsung ini.
“Selamat pagi semuanya, seperti yang semuanya ketahui jika saat ini kita sedang melakukan penyelamatan dari warga desa terkutuk dan sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan semua orang baik yang ada disini maupun mendoakan kami dari lokasi kalian berada,
Seperti yang diketahui oleh semuanya jika kemarin sore ada penampakan dari ratusan ribu dan mungkin lebih arwah yang menampakan dirinya dan ini dikarenakan kita sedang berada di kawasan hutan terlarang dan memang di hutan ini ada banyak sekali arwah para leluhur yang menjaga kelestarian hutan ini serta menjaga agar makhluk makhluk gaib yang ada di desa terkutuk itu tidak keluar dari desa terkutuk.
Semuanya berjalan normal sampai kedatangan seseorang yang berperilaku dan berwatak tidak baik sehingga membuat marah semua arwah yang ada di hutan terlarang ini, alhamdulilah masalah itu bisa saya selesaikan dengan baik dan tidak ada lagi penampakan dari mereka,
Semalam saat kami berdzikir ada kejadian dimana situasi menjadi mencekam dan itu dikarenakan banyak sekali makhluk makhluk gaib dari desa terkutuk yang ini masuk ke kawasan hutan terlarang ini namuk bisa dihentikan oleh para arwah leluhur.
Selanjutnya adalah informasi mengenai rencana kepergian saya ke desa terkutuk yang semula adalah pagi ini namun akan saya lakukan dalam waktu dua jam lagi, alasan saya mengundurkan waktu adalah karena saya ingin memastikan proses pembukaan jalan untuk Tim sar masuk ke desa terkutuk setelah saya berhasil menghabisi mereka tentunya, mohon tidak salah sangka terlebih dulu karena yang akan saya habisi alah makhluk makhluk yang ada di desa terkutuk, Baik hanya disini konferensi pers saya dan sekali lagi saya sampaikan jika saya akan berjuang sekuat tenaga saya untuk keselamatan para penduduk desa terkutuk.” Ucap Azman.
Azman kemudian berdiri dan para reporter itu kini mulai melaporkan jika semua konferensi sore itu, Azman langsung menuju tendanya dan dia pun memilih untuk meluruskan tubuhnya di atas kasur lipat lapangan yang ada di kamarnya itu.
__ADS_1