Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Lereng Selatan 2


__ADS_3

“Istriku, kau sekarang jadi hobi makan ya.” Ucap Azman.


“Suamiku, aku entah kenapa jadi gampang lapar, dan tadi makan nasi padang itu juga sangat nikmat, padahal kau tahu sendiri aku tidak suka dengan masakan pedas. Tapi tadi saat kita makan itu sambalnya tidak terasa begitu pedas dan aku menyukainya.” Ucap Azizah.


“Sayangku, di Indonesia ini ada banyak makanan khas daerahnya, nanti kita coba masakan khas jawa timur ya, dan selesai dari mahameru kita akan ke yogyakarta, disana terkenal dengan yang namanya gudeg dan siapapun yang mencobanya pasti ketagihan.” Ucap Azman.


“Benarkah, jika demikian aku sudah tidak sabar untuk mencobanya, suamiku, jangan sungkan jika mau ajak aku makan ya, aku tetap akan secantik ini kok.” Ucap Azizah.


“Iya aku tahu, kau akan selalu cantik dan aku juga tahu jika kecantikan mu tidak kan pudar, dan buat aku kau akan selalu jadi wanita kedua yang tercantik.” Ucap Azman dan membuat Azizah menengok kepadanya.


“Yang pertama ibu mu kan?.” Tanya Aziah.


“Iya itu sudah pasti, yang pertama dalam hidupku ini kan ibu ku, dan kedua adalah dirimu istriku.” Ucap Azman sambil terus mengemudikan mobilnya.


Waktu terus berlalu dan meskipun tujuan mereka masih sangat jauh Azman selalu berhenti di masjid - masjid yang di laluinya pada saat jam shalat fardu, dia tidak ingin kelewatan lagi seperti saat dia ke sumber mata air beberapa hari yang lalu, dan memang rejeki dari Azizah setiap mereka berhenti selalu saja ada rumah makan di sebelah masjid itu, sehingga mereka berdua pun mengisi perut mereka.


Waktu  menunjukkan jam sebelas malam dan kini Azman sudah sampai di jalan yang menuju Gunung Semeru, kini hanya tinggal dua kilometer lagi dia akan sampai di kaki Gunung Semeru dan dia juga sudah mendapatkan lokasi dari posisi Pak Jaja.


Azman terus menjalankan mobilnya dan dia pun langsung menuju ke lokasi yang diberikan oleh Pak Jaja, disana nampak ada banyak sekali mobil milik tim sar dan juga milik TNI dan Polri, hal ini sedikit membuat Azman bingung karena hanya dua orang yang hilang namun tim pencarinya nampak sangat banyak.

__ADS_1


Azman pun memarkirkan mobilnya tepat di sebelah mobil milik Pak Jaja sesuai dengan arahan Pak Jaja yang sudah menyiapkan parkiran untuknya dan secara kebetulan juga jika tenda komando ada di dekat lokasi parkir tersebut.


Azman pun setelah memarkirkan mobilnya tidak langsung menemui Pak Jaja melainkan dia mendirikan tenda di atas mobilnya itu, karena hari sudah malam dan dia ingin Azizah bisa beristirahat dengan tenang.


“Suamiku, pergilah temui Pak Jaja, aku akan beristirahat di tenda.” Ucap Azizah.


“Baik, jika kau memerlukan sesuatu maka kabarin ke aku ya, aku akan menemui Pak Jaja di tenda komando itu.” Ucap Azman.


“Iya.” Ucap Azizah yang langsung menaiki tangga yang menuju ke tenda yang ada di atas mobilnya itu lalu memasukinya.


Azman pun kemudian berjalan menuju ke tenda komando dan dia disambut hangat oleh semua yang ada disana karena mereka sangat berharap Azman bisa membantu mereka.


“Pak Azman, yang hilang memang hanya dua orang namun kita semua dikejar waktu, kami sangat takut jika gunung semeru ini meletus Pak, kami disini selain untuk mencari kedua orang itu juga sekaligus standby untuk melakukan evakuasi masyarakat sekitar sini.” Ucap Pak Jaja.


“Apakah Gunung Semeru ini akan meletus?.” Tanya Azman yang sedikit kaget.


“Kemungkinan besar iya Pak, aktivitas tektonik gunung ini semakin jelas, dan kami sudah mendapatkan informasinya tadi sore, besar kemungkinan besok atau lusa gunung ini akan meletus Pak, dan jika itu terjadi akan ada banyak orang yang harus kami evakuasi.” Ucap Pak Jaja.


“Jadi begitu, lalu kenapa tidak di percepat proses evakuasinya apakah menunggu ada letusan dulu baru melakukan evakuasi.” Ucap Azman yang memang tidak memahami prosesnya.

__ADS_1


“Bukan begitu Pak Azman, namun aktivitas tektonik itu kan bisa di ketahui jadi kami bisa mendapatkan data perkiraan kapan letusan itu akan terjadi, jika kita mengevakuasi sore atau malam hari maka kepanikan akan terjadi dan tidak mungkin akan ada musibah lainnya yang tidak kita inginkan terjadi juga bukan.” Ucap seorang ahli geologi yang ada disana.


“Itu benar juga, lalu untuk kedua pendaki yang hilang apakah sudah ada kabarnya Pak, dan bagaimana anda bisa mengetahui jika ada dua pendaki yang hilang, sedangkan tadi informasi dari anda mereka melalui jalan tikus.” Ucap Azman.


“Pak Azman, mereka itu aslinya berempat dan mereka terpisah karena hujan yang sangat lebat, dua orang yang berjalan di depan terus berjalan sedangkan yang dua lagi memilih untuk berteduh di bawah pohon, namun saat yang dua orang pertama itu kembali untuk mencari mereka berdua ternyata keduanya tidak di temukan, mereka berdua juga sudah menanyakan ke orang tuanya namun ternyata belum kembali juga, kami tidak bisa menggunakan anjing pelacak untuk mencari keduanya karena cuaca disana dalam dua hari ini hujan deras terus dan baru sore ini saja hujan berhenti, proses pencarian juga kami lakukan namun belum ada hasil juga.” Ucap Pak Jaja.


Azman nampak berpikir keras karena selama ini yang mencari para pendaki yang hilang itu adalah Daim bukan dirinya dan dia saat ini benar - benar ingin mengetahui dimana keberadaan kedua pendaki tersebut.


“Istriku apakah kau bisa mencari tahu keberadaan kedua orang yang hilang itu.” Ucap Azman bertelepati ke Azizah karena dia rasa tidak pas jika dia meminta bantuan Daim untuk hal ini.


“Aku bisa melakukannya, dan aku sudah tahu dimana mereka, mereka saat ini ada di lereng sebelah selatan  tepatnya mereka ada di area yang banyak batunya, dan nampaknya juga jika mereka berdua itu benar - benar tersesat deh.” Ucap Azizah melalui telepati.


“Pak Jaja, mereka masuk dari lereng mana?.” Tanya Azman sambil berdiri dan berjalan ke peta gunung yang ada di papan tulis besar yang ada disana.


“Sebelah utara Pak, ada di sini tepatnya.” Ucap Pak Jaja yang ikut berdiri dan menujukkan lokasi jalan yang di gunakan oleh kedua orang yang hilang itu.


“Pak Jaja, bisa tunjukkan area lereng selatan yang banyak batu nya.” Ucap Azman yang nampak membuat semua yang ada disana bingung.


“Sebelah sini Pak, area ini yang anda maksudkan.” Ucap seorang petugas perhutani yang memang mengetahui gunung semeru.

__ADS_1


“Mereka ada disana, dan silahkan di kirim tim kesana untuk menjemput mereka.” Ucap Azman dengan penuh keyakinan.


__ADS_2