
“Komandan dan Pak Azman, baik jika demikian saya berangkat sekarang saja.” Ucap Pak Ridho sambil berdiri.
“Kau pergilah dan jangan sampai kacau lagi, bilang jika Pak Azman yang akan membelinya, siapa tahu mendengar nama Pak Azman mereka akan melunak.” Ucap Pak Jaja yang terdengar sangat tegas.
“Siap Komandan.” Ucap Pak Ridho yang langsung meninggalkan keduanya.
“Saya benar - benar kecewa dengan hal ini, seharusnya Pak Ridho tidak gegabah seperti ini, sekarang waktu sudah mendesak dan jika sampai kita tidak bisa memakamkan semua jenazah itu maka kita yang akan di repotkan karena semua jenazah itu harus segera kita makamkan.” Ucap Pak Jaja.
“Itu benar Pak, dan saya sangat ragu jika perhutani akan membuat surat izinnya, jika benar maka bisa - bisa semua areanya jadi lokasi pemakaman umum Pak.” Ucap Azman.
“Benar Pak.” Ucap Pak Jaja yang langsung menyalakan sebatang rokok dan menghisapnya dalam - dalam.
Pak Jaja nampak sedang berpikir keras mencari solusi karena jika sampai tidak ada lokasi pemakaman untuk semua jenazah di desa yang terkena longsor itu, semua jenazah akan terbengkalai.
“Pak Jaja, kita tandai saja dulu lokasinya sambil menunggu namun sebentar saya mau berganti sepatu terlebih dulu karena tidak mungkin bukan jika saya menggunakan sandal seperti ini kesana.” Ucap Azman sambil berdiri.
“Pak Azman tunggu sebentar ya, biar bapak pakai sepatu saya saja jadi nanti sepatu boot bapak tidak akan kotor bukankah Pak Azman akan pergi berwisata setelah ini selesai.” ucap Pak Jaja sambil berdiri dan langsung melangkah ke tendanya.
Azman pun kembali duduk di kursinya dan lagi - lagi dia kembali menyalakan sebatang rokoknya, Azman pun menikmati rokoknya perlahan.
“Pak Azman ini sepatunya, seharusnya ukurannya pas untuk Bapak.” Ucap Pak Jaja yang sudah kembali dan meletakkan sepasang sepatu boot di dekat kaki Azman.
__ADS_1
“Terima kasih Pak.” Ucap Azman yang langsung menggunakan sepatu boot tersebut.
“Pak Azman, tunggu sebentar ya, saya akan mengambilkan dulu penandanya dan meminta agar anak - anak bersiap juga.” Ucap Pak Jaja.
“Iya Pak silahkan.” Ucap Azman yang masih memakai sepatu boot tersebut dan melihat kepergian Pak Jaja.
“Azman, apa aku tidak salah dengar jika kalian belum menyiapkan lokasi makam untuk semua Jenazah itu.” Ucap Daim yang tiba tiba muncul di depan Azman.
“Itu benar, aku juga baru tahu hal ini, namun kau jangan khawatir aku akan mencari solusinya dan jika perlu maka aku akan membeli tanah di sekitar sini saja untuk ku jadikan pemakaman mereka.” Ucap Azman yang sudah selesai menggunakan sepatu boot itu dan dia kemudian menyimpan sandalnya ke samping kasur lipat lapangan yang ada di dalam tendanya itu.
“Azman aku yakin kau bisa mendapatkan solusi dari masalah ini dan aku hanya bisa menyarankan agar semuanya di makamkan dengan layak, masalah mereka sewaktu hidup bukan masalah dari pada kewajiban kalian untuk memakamkan mereka bukan.” Ucap Daim lagi.
“Kau benar ini adalah kewajiban kami yang masih hidup untuk memberikan mereka pemakaman yang sesuai, dan ya aku akan tetap bertanggung jawab dengan hal ini, kita akan ke lokasi longsor saja dulu dan memberikan tanda untuk semua jenazah itu.” Ucap Azman sambil mengambil ponsel dan juga rokoknya lalu memasukkannya ke dalam saku celananya.
“Daim terima kasih sebelumnya.” Ucap Azman yang melihat jika Pak Jaja sudah berjalan kembali ke tendanya dan dia pun langsung melangkah keluar.
“Pak Azman semuanya sudah siap, biar anak anak saja yang membawakan tas yang berisi penandanya dan memberikannya kepada anda nanti saja jika sudah sampai lokasi.” Ucap Pak Jaja.
“Iya Pak itu tidak masalah, mari kita kesana saja dulu Pak.” Ucap Azman sambil melangkah bersama dengan pak Jaja dan tidak lama kemudian Daim pun menghilang kembali.
Azman dan Pak Jaja pun langsung berjalan, mereka bersama sama dengan Anggota Tim Sar langsung menuju ke lokasi bencana longsor namun tidak semuanya hanya lima puluh orang saja yang mengikuti Azman bersama dengan Pak Jaja.
__ADS_1
Pihak media tidak mau meninggalkan berita ini dan mereka pun ikut serta ke lokasi bencana namun Pak Jaja sudah mewanti - wanti mereka untuk tetap bersama dengan anggota Tim Sar saja dan tidak mendekati Azman sama sekali saat di lokasi bencana longsor nantinya.
Mereka berjalan mengikuti jalanan berbatu itu dan tiba di lokasi longsor tidak lama kemudian.
“Pak Azman lokasinya di sana Pak, di bawah.” Ucap salah seorang anggota Tim Sar sambil menunjuk ke arah longsoran tanah yang berjarak seratus meter dari lokasi mereka berada saat ini.
“Kalian semua tetap disini saja dulu aku hanya akan menandai lokasi mereka dulu, berikan aku seratus dua puluh penanda saja dulu, karena mereka kebanyakan berada dalam satu lokasi.” Ucap Azman sambil tetap melihat ke arah lokasi longsor dan melihat jika disana semuanya hanya tanah hitam tidak beraturan namun dia juga melihat jika Daim sudah ada disana meskipun hanya dia saja yang bisa melihatnya.
Di dekat mereka juga terlihat satu alat berat yaitu jenis beko yang sudah siap bekerja membantu proses evakuasi itu.
“Di tas ini ada seratus dua puluh lima Pak, untuk bendera penandanya, dan saya sudah mengeceknya sampai dua kali Pak.” Ucap salah seorang anggota tim sar sambil memberikan sebuah tas ransel kepada Azman.
“Oke terima kasih, mohon tunggu sebentar ya.” Ucap Azman sambil menerima tas ransel tersebut.
“Baik.” Ucap semua anggota Tim Sar Itu.
“Pak Azman bawa ini saja, sepertinya anda lupa membawa radio komunikasi anda, jadi jika ada memerlukan bantuan bisa melalui radio komunikasi ini saja dan berhati - hatilah.” Ucap Pak Jaja sambil memberikan sebuah radio komunikasi kepada Azman.
“Terima kasih Pak, baiklah saya permisi ya.” Ucap Azman sambil menerima radio komunikasi tersebut dan menyelipkannya di ikat pinggangnya lalu melangkah menuju area longsor.
Kameramen Pihak media pun langsung menyorot hal ini dan setiap langkah Azman kini terekam oleh kamera media bahkan ponsel ponsel kru media juga ikut merekam dan menyiarkannya secara langsung di media sosial mereka.
__ADS_1
Beberapa anggota Tim Sar juga sama mereka menyiarkan ini secara langsung di sosial media dan berita ini pun langsung disambut hangat oleh ratusan ribu sampai jutaan orang yang memang selalu senang dengan berita mengenai Azman.