
Azman terus melangkah dan tidak sama sekali memusingkan dirinya dengan tindakan semua orang yang kini menjadikan dirinya sebagai obyek berita itu , dia dengan hati hati melangkah dan terus melangkah mendekati Daim dengan tas ransel yang sudah di pundaknya itu.
Matahari pagi bersinar sangat terang dan awan di pagi ini juga sungguh setia menemaninya sehingga Azman tidak langsung terkena sinar matahari, hal ini juga membuat semua orang disana sedikit kaget karena kemana Azman melangkah selalu sejuk sedangkan sekelilingnya terlihat panas.
“Pak Jaja apakah Pak Azman selalu seperti ini dia dilindungi oleh Awan dari teriknya matahari.” Ucap salah seorang reporter media televisi yang ada di sebelah Pak Jaja.
“Selama saya mengenal Pak Azman dia selalu penuh dengan mukjizat dan ini salah satunya, kita saja harus berlindung di bawah pohon namun lihatlah dia bahkan selalu di lindungi awan agar tidak terkena sinar matahari langsung.” Ucap Pak Jaja yang pandangannya selalu ke Azman.
“Pak Azman ini manusia yang penuh kejutan dan terlebih lagi dia manusia yang sangat baik, dari semua orang yang saya kenal dia adalah yang terbaik, dia bahkan sangat peduli dengan orang lain melebihi dirinya sendiri.” Ucap salah seorang anggota Tim Sar dan langsung di iya kan oleh semua yang ada disana termasuk oleh Pak Jaja sendiri.
Mereka terus membicarakan kebaikan kebaikan Azman sedangkan Azman sendiri terus melangkah mendekati Daim, Azman melangkah perlahan karena dia tidak mau salah langkah yang bisa mengakibatkan dirinya terperosok kedalam tanah atau terpeleset akibat tanah yang licin itu.
“Azman, jika menurutku kau sebaiknya lebih berdiet lagi, lihatlah kaki mu bahkan sampai sedikit masuk kedalam tanah akibat kau terlalu berat.” Ucap Daim sedikit mencandai Azman yang memang sedikit kesusahan berjalan di atas tanah longsor itu.
“Daim kau ini ada - ada saja, jika aku mengurangi berat badanku maka bisa - bisa Ayah dan Ibu ku tidak mengizinkanku kemana - mana dan malah memasukkan aku ke rumah sakit ku sendiri, oh ya ayo kita tandai lokasinya, bisakah kau menunjukan lokasinya dengan akurat.” Ucap Azman.
“Tentu saja, bukankah itu alasan kita disini, mari kita kerjakan namun kau berhati - hati ya, meskipun tanah sudah mulai keras lagi namun tidak semua tanah yang mengeras jadi ada kemungkinan kau terperosok, dan dengan banyaknya orang disana yang melihatmu aku tidak akan bisa menolongmu jika kau terperosok, ya kecuali jika memang sangat darurat.” Ucap Daim yang mulai melayang pelan.
__ADS_1
Satu persatu mulai di tunjukan oleh Daim dan Azman pun menandainya dengan menggunakan bendera penanda yang disiapkan oleh Tim Sar, beratnya medan disana membuat tugas Azman kali ini tidak semudah biasanya dan dia menyelesaikan ini sampai tiga jam lamanya.
Kini terlihat banyak sekali bendera - bendera penanda yang tertancap di tanah dan Azman pun sudah mulai berjalan ke arah Pak Jaja dan yang lainnya dengan Daim yang setia di sebelahnya.
“Azman kita sekarang akan ke lokasi pemakaman para korban praktik ilmu hitam para dukun disini dan ini akan membuat semua orang terkejut dengan banyaknya tengkorak disana.” Ucap Daim.
“Ya namanya desa para dukun ilmu hitam dan sudah berlangsung puluhan tahun jadi menurutku itu sangat wajar juga sih, apa lokasinya jauh.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim karena dia menyadari banyak yang melihatnya dan dia tidak ingin jika orang - orang mempunyai pikiran jelek dengan melihatnya berbicara sendiri.
“Tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat, hanya letaknya yang sedikit tersembunyi saja terhalang oleh pepohonan yang sangat rapat dan jalannya hanya bisa dilintasi oleh dua orang saja.” Ucap Daim bersamaan dengan sampainya mereka berdua di hadapan semua orang.
“Pak Azman, anda beristirahat saja dulu, ada sudah bekerja tiga jam nonstop dan pastinya anda cukup lelah bukan.” Ucap Pak Jaja yang kini sudah duduk di sebuah kursi lipat dalam sebuah tenda terbuka dan ada beberapa kursi juga disana yang masih kosong.
“Azman, dia benar kau beristirahat saja sebentar, tidak masalah bukan untukmu beristirahat.” Ucap Daim dan Azman pun langsung duduk di depan Pak Jaja.
“Pak Azman silahkan Pak.” Ucap seorang petugas Tim Sar yang memberikan sebuah botol Air mineral dingin ke Azman.
“Terima kasih ya.” Ucap Azman sambil menerima botol air mineral tersebut dan langsung membukanya lalu meminumnya perlahan sampai botol tersebut kosong, karena memang dia sangat haus setelah melakukan tugasnya itu.
__ADS_1
Anggota Tim Sar itu pun dengan sigap mengambilkan beberapa botol lagi dan meletakkannya di atas meja lalu meninggalkan tenda tersebut membiarkan Azman dan Pak Jaja berduaan saja.
“Pak Azman, saya lihat kondisi tanahnya sangat gembur ya.” Ucap Pak Jaja.
“Benar pak namun bagian bawahnya sudah keras sih, tapi saya tidak tahu jika alat berat bapak bisa atau tidak kesana, ya mungkin yang lain bisa mempelajarinya terlebih dulu sebelum alat berat itu masuk, jangan sampai alat berat itu terperosok dan menambah pekerjaan kita.” Ucap Azman.
“Iya Pak, mohon tunggu sebentar ya Pak, saya akan memberikan arahan dulu ke anak - anak agar mereka mempelajari situasinya dulu, sehingga mereka tidak sampai terjebak dan ada yang terluka juga.” Ucap Pak Jaja sambil berdiri.
“Satu hal lagi Pak, jangan semuanya turun dulu, cukup dua atau tiga orang saja, sisanya nanti saja jika semua tanah sudah sedikit lebih kering, karena jika semuanya turun yang ada akan semakin licin Pak.” Ucap Azman.
“Baik Pak, sebentar ya.” Ucap Pak Jaja yang langsung meninggalkan Azman sendirian di dalam Tenda itu.
“Azman, bersihkan lah dulu sepatu mu itu, dan sebaiknya kau mencuci wajahmu itu loh agar kau lebih segar.” Ucap Daim mencandai Azman yang terlihat cukup kelelahan.
Azman hanya tersenyum dan dia mengambil satu botol air mineral lalu berjalan keluar tenda dan membasuh wajahnya juga membasahi rambutnya, dia pun kemudian membersihkan sedikit sepatu bootnya dari tanah tanah yang masih di menempel menggunakan ranting pohon yang banyak disana.
Azman pun kembali ke dalam tenda dan duduk kembali di sana sambil menghisap rokoknya perlahan, tidak ada seorang pun yang berani mengganggu Azman karena mereka semua yang ada disana tahu jika saat ini Azman sudah sangat kelelahan dan mereka memilih untuk tetap menjaga jarak dengan Azman.
__ADS_1