Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Menuju Kabupaten Bandung 3


__ADS_3

“Pak Azman, maaf ini jadi merepotkan anda lagi.” Ucap Pak Jaja.


“Tidak apa apa Pak, jika untuk menolong nyawa orang maka saya tidak keberatan Pak, lagipula ini dalam satu arah perjalanan dengan kita.” Ucap Azman


“Pal Azman, seumur umur saya memimpin Tim Sar baru tadi saja ada ribuan orang yang melepas kepergian kita dari lokasi bencana, biasanya kami bahkan tidak diakui.” Ucap Pak Jaja.


“Ya semua ada waktunya Pak, semoga saja dengan saya ikut dalam aksi kemanusian ini akan membuat semua orang menjadi lebih peduli terhadap orang lain.” Ucap Azman.


“Azman sudah jangan dipikirkan semuanya akan cepat selesai, aku tahu kau sudah lapar bukan.” Ucap Daim yang menebak apa yang Azman pikirkan.


Pak Jaja apakah lokasi rumah makan yang akan kita tuju masih jauh?.” Tanya Azman.


“Masih empat kilometer lagi pak dari sini, apakah Bapak mau saya belikan makanan dulu.” Jawab Pak Jaja.


“Tidak Pak, nanti saja, biar kita selesaikan dulu ini.” Ucap Azman yang melihat jika perwira kepolisian itu sudah datang dan dia juga melihat jika kini pihak media sudah datang juga.


“Kenapa media ini selalu mengikuti ku.” Ucap Azman lagi.


“Saya pernah menanyakannya dan katanya jika berita tentang anda itu nilai jualnya sangat bagus, sehingga pihak perusahaan mereka memang meminta setiap hari ada berita tentang anda pak.” Ucap Pak Jaja dan Azman hanya menarik nafas dalam dalam mendengar hal ini.


“Pak Jaja dan Pak Azman, perkenalkan ini Pak Thoriq beliau adalah kepala desa disini dan beliau satu satunya yang suaranya masih di dengar oleh penduduk desa.” Ucap perwira kepolisian itu setelah duduk dan memperkenalkan pria sepuh yang di bawanya.

__ADS_1


“Pak Thoriq perkenalkan saya Azman Pak dan ini sahabat baik saya Pak Jaja.” Ucap Azman. Sambil berdiri dan menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Pria Sepuh itu demikian juga dengan Pak Jaja.


“Pak Azman dan Pak Jaja senang bisa mengenal Bapak berdua, saya biasa melihat berita tentang Bapak berdua.” Ucap Pak Thoriq sambil bersalaman dengan Azman dan juga Pak Jaja.


Azman dan Pak Jaja pun duduk kembali.


“Pak Thoriq bisakah saya mengetahui masalah yang bapak hadapi siapa tahu saya bisa membantu Bapak dan penduduk desa ini.” Ucap Azman.


“Pak Azman, jadi beberapa hari yang lalu ada seorang warga yang meninggal dunia dengan tidak wajar dan semalam kami melihat ada pocong merah yang memasuki sebuah rumah, jadi kami menduga kuat jika keluarga itu adalah pelaku dari santet dan bekerja sama dengan pocong merah.” Ucap Pak Thoriq.


“Pak Thoriq, apakah Bapak mempunyai bukti kuat atas dugaan Bapak  ini karena jika tidak maka ini akan menjadi Fitnah dan kita sama sama mengetahui hukum fitnah dalam islam.” Ucap Azman.


“Kami hanya memiliki dugaan saja Pak dan banyak sekali saksi mata yang melihat jika pocong merah itu memasuki rumah itu pak.” Ucap Pak Thoriq.


“Pak Azman terima kasih dan saya setuju dengan hal ini, saya sebenarnya tidak yakin dan takut jika ini hanya Fitnah semata.” Ucap Pak Thoriq.


“Pak Thoriq namun ada satu hal lagi yang saya minta dari Bapak jika bapak berkenan maka saya akan segera memanggil pocong merah itu.” Ucap Azman.


“Pak Azman bisakah saya mengetahui apa syarat kedua yang anda ajukan?.” Ucap Pak Thoriq.


“Pak Thoriq saya hanya minta tidak ada yang main hakim sendiri karena orang itu akan mendapatkan hukumannya dari pocong merah itu sendiri bagaimana Pak.” Ucap Azman.

__ADS_1


“Pak Azman saya meminta waktu sebentar saja Pak untuk membahas ini dengan para penduduk dan juga tokoh tokoh desa lainnya, dan saya akan segera kembali kesini Pak.” Ucap Pak Thoriq sambil berdiri.


“Silahkan Pak lagipula ini menyangkut nyawa orang jadi ini harus diketahui oleh banyak.” Ucap Azman.


Pak Thoriq langsung meninggalkan mereka dan terlihat berjalan kembali menemui penduduk desa lainnya.


“Azman aku yakin dia setuju jadi aku akan mengendalikan dulu pocong merahnya, jika sudah beres maka kau panggil saja aku.” Ucap Daim.


“Iya Terima kasih.” Ucap Azman dalam hatinya yang berkomunikasi dengan Daim.


“Pak Azman, apakah anda yakin jika keluarga itu tidak bersalah.” Ucap Perwira kepolisian itu.


“Benar Pak, saya sangat yakin dan nanti anda kan tahu yang sebenarnya, saya tahu akan susah mengungkap hal seperti ini dan biarlah hukum alam saja yang mengambil alih ya Pak, biarkan karma berjalan dengan semestinya.” Ucap Azman.


“Pak Azman benar Pak, perkara yang berkaitan dengan hal gaib itu sangat susah  untuk dibuktikan apalagi di bawa ke pengadilan.” Ucap Perwira kepolisian itu sambil menarik nafas dalam dalam.


“Pak Azman, saya sangat yakin jika perkara ini dapat anda selesaikan dengan baik dan tidak ada korban jiwa, saya juga sangat yakin jika hal ini akan membuat semuanya menjadi baik serta menjadikan hal ini pelajaran untuk semua orang untuk tidak main hakim sendiri karena praduga bukanlah  hal yang pasti.” Ucap Pak Jaja.


“Kepastian itu hanya milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala Pak, sedangkan saya hanya bermain logika, jadi begini Pak, untuk apa pocong merah itu mendatangi rumah itu, sedangkan dia biasanya memasuki rumah warga jika memang di suruh oleh sosok yang bekerja sama dengannya itu namun ini hanya pemikiran saya saja.” Ucap Azman menjelaskan.


“Pak Azman jadi maksud bapak adalah jika keluarga itu di jebak?.” Tanya Perwira kepolisian itu yang nampak cukup terkejut dengan penjelasan dari Azman.

__ADS_1


“Benar Pak, pocong merah tidak suka satu tempat dengan manusia selain targetnya, hal ini berbeda dengan kuntilanak, sundel bolong atau genderuwo yang suka berada diantara manusia jadi kadang jika ada yang melihat ketiga yang saya sebutkan itu di rumah mereka maka saya akan menganggap ini sebagai hal yang sangat wajar tapi jika pocong merah maka ini hal yang sedikit tidak masuk di akal untuk saya.” Ucap Azman.


“Ini ilmu baru pak untuk saya, tapi akan susah untuk kami menjadikannya tersangka atas perkara yang di lakukannya, jika kami menuntutnya maka kami harus mempunyai minimal tiga barang bukti dan ini sungguh sulit, karena perkara ini susah barang buktinya.” Ucap Perwira kepolisian itu.


__ADS_2