Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Jimat Warung 3


__ADS_3

"Sebentar Pak" ucap ibu warung sambil berjalan ke sisi lain tempat tidur itu dan memang ada beberapa gelas air mineral di atas meja.


Ibu warung itu mengambilkan satu gelas air mineral itu beserta dengan satu sedotannya lalu memberikannya ke Azman.


Azman menerimanya lalu menyobek plastik penutup air mineral itu dengan menggunakan sedotan dan kemudian duduk bersila di atas tempat tidur itu dekat kepala suami ibu warung.


"Maaf ya Pak" ucap Azman sambil tangan kirinya memegang kepala suami ibu warung dan tangan kanannya memegang gelas plastik air mineral itu.


"Bu, ibu tolong berdzikir sebisa ibu ya, jangan sampai pikiran ibu kosong selama saya mengobati suami ibu." Ucap Azman dengan tangan kirinya masih memegang kepala suami ibu warung itu.


"Baik Pak" ucap ibu warung sambil duduk di satu satunya kursi plastik yang ada di kamar itu.


"Ya Rabb, berikanlah kesembuhan untuk bapak ini" ucap Azman sambil menutup matanya dan mulai membaca ayat kursi sebanyak seratus kali lalu meminumkan air mineral itu ke suami ibu warung sedikit demi sedikit sampai semuanya habis.


Azman yang telah meminumkan air mineral itu kemudian melepas pegangan tangannya dan berdiri menghadap ke suami ibu.


Tubuh suami ibu warung itu terangkat sendiri dan melayang beberapa sentimeter dari atas tempat tidur itu.


Azman langsung memegang dada suami ibu warung dan menekannya kembali ke bawah sehingga tubuh suami ibu warung itu kembali ke tempat tidur.


Jedeeeeeeeeeeeeeeer Jedeeeeeeeeeeeeeeer Jedeeeeeeeeeeeeeeer terdengar tiga kali suara halilintar oleh semuanya.


Langit tiba tiba menjadi gelap dan angin bertiup cukup kencang di luar warung itu.


"Aaaaaaaaaaaaakhhhhhh" suami ibu warung itu berteriak kesakitan dengan sangat kencang.

__ADS_1


"Azman sekarang" ucap Daim 


"Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta’khudzuhuu sinatuw wala naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasfa'u ‘indahuu illaa bi idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum.Walaa yuhiithuuna bi syai-im min ‘ilmihii illa bi maa syaa-a. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardha walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim. 


(Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.)" ucap Azman sambil menekan dada suami ibu warung itu dengan kuat.


Sosok hitam besar terlihat keluar dari tubuh suami ibu warung itu dan ibu warung itu melihatnya dengan jelas sambil terus berdzikir.


Sosok hitam besar itu berwujud seperti manusia namun tubuhnya hitam dengan dua taring seperti taring babi hitam yang keluar dari bibirnya.


Sosok hitam besar yang melayang di atas kepala suami ibu warung itu melihat Azman dengan sorot mata yang tajam dan tampak sangat marah dengan Azman.


Azman langsung berdiri di atas tempat tidur itu lalu mencekik leher sosok menyeramkan itu bersamaan dengan Daim yang melesat meninju kepala sosok menyeramkan itu dengan kencang sampai sosok hitam besar menyeramkan itu hancur dan menghilang dari pandangan Azman dan ibu warung.


Azman turun dari atas tempat tidur itu demikian juga dengan Daim dan berdiri di samping tempat tidur itu sambil melihat tubuh suami ibu warung yang belum sadarkan diri.


Ibu warung itu terus berdzikir dan menguatkan dirinya sendiri karena kejadian barusan meskipun sebentar namun sangat menakutkan untuknya.


Asap hitam terlihat keluar dari dada suami ibu warung itu dan langsung melesat keluar menembus atap kamar tidur di warung itu.


"Azman aku akan mengejarnya dan kau cukup bacakan al fatihah saja sambil cipratkan sedikit air maka dia akan bangun" ucap Daim sambil kemudian menghilang dari dalam kamar itu.


Azman kemudian mengambil satu lagi air mineral gelas di atas meja yang ada di kamar itu lalu menyobek plastik penutupnya dan membasahi tangannya.


Azman kemudian menyipratkan air mineral itu ke wajah suami ibu warung sambil membaca surah Al Fatihah berulang ulang sampai suami ibu warung itu membuka matanya dan nampak kebingungan.

__ADS_1


"Bu tolong suaminya di berikan air minum dulu ya, saya sudah selesai dan akan menunggu di depan takutnya ada serangan makhluk goib lagi" ucap Azman dengan ramah menghiraukan suami ibu warung yang nampak kebingungan.


"Baik Pak, terima kasih" ucap ibu warung itu sambil berdiri dari duduknya dan melangkah mendekati suaminya.


Azman langsung keluar dari dalam kamar itu dan melihat anak perempuan ibu warung duduk sendirian dengan wajah gelisah.


"Mba ayahnya sudah siuman dan sudah sembuh, silahkan temui dulu saya akan menunggu disini" ucap Azman dengan ramah sambil kemudian duduk di kursinya lagi.


"Terima kasih Pak" ucap anak perempuan itu sambil berdiri lalu berlari ke kamar ayahnya.


Azman menyalakan sebatang rokoknya sambil mengawasi sekelilingnya dengan teliti dan melihat sebuah cincin batu akik tergantung di dinding dekat lorong menuju bagian dalam warung itu tepat di depan dinding kamar pemilik warung.


"Jadi itu sumber masalahnya" ucap Azman sambil berdiri lalu mengambil cincin batu akik tersebut dan duduk kembali di kursi.


Azman meletakkan cincin batu akik itu di atas meja lalu menuangkan poci yang berisi air teh ke gelas kaca dan meminumnya sampai habis.


"Batu akik itu tempat makhluk terkutuk yang kita temui pertama di simpan sampai dia keluar dan masuk ke tubuh laki laki iitu sebaiknya kau bakar dengan korek mu sambil membaca ayat kursi lagi" ucap Daim yang sudah kembali dan duduk di depan Azman.


Azman kemudian mengikuti perkataan Daim dan dia membakar batu akik itu dengan koreknya sambil membaca ayat kursi.


"Kebakaran kebakaran kebakaran rumah pak udi kebakaran" teriak beberapa orang yang terdengar oleh Azman.


Azman yang membelakangi jalanan itu kemudian menghentikan pembakaran batu akik itu lalu menyimpannya di dalam asbak.


Azman berdiri lalu keluar dari dalam warung itu dan melihat sebuah rumah besar di seberang jalan terbakar.

__ADS_1


Api tampak menyala di mana mana dan untungnya kiri dan kanan rumah itu kosong.


Penduduk desa itu terlihat berbondong bondong berusaha memadamkan api itu namun Azman hanya berdiri sambil menikmati rokoknya.


__ADS_2