Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Melanjutkan perjalanan


__ADS_3

"Pak Azman, anda sebenarnya mau kemana membawa uang tunai sebanyak itu dan ini sebaiknya anda bawa, dengan uang sebesar itu saya takutkan ada yang berniat jahat kepada anda" ucap Pak Fajar sambil memberikan sebuah senjata api dan juga sebuah buku kepemilikannya ke Azman.


Azman menerima senjata api miliknya itu dan juga buku izin kepemilikannya lalu membukanya, Azman yang seorang pengusaha memang sempat mengurus perizinan ini namun sebelumnya surat izinnya kadaluarsa dan sebelum dia berwisata dia sempat meminta bantuan pak Fajar untuk mengurus surat izin yang baru.


"Makasih ya, dengan izin yang sudah di perbaharui ini aku jadi bisa membawanya lagi, aku kan sudah sampaikan sebelumnya jika aku mau keliling Indonesia dan uang sebesar ini mau aku pakai untuk beramal, ternyata banyak loh masjid masjid di daerah yang memerlukan renovasi" ucap Azman sambil menyimpan senjata api miliknya ke pinggangnya dan surat izinnya ke dalam dompetnya.


"Ya sudah jika demikian, berhati hatilah jika sempat kabari kedua orang tua mu itu, jadi aku tidak di kejar pertanyaan terus" ucap Pak Fajar sambil berdiri bersamaan dengan Azman.


"Iya nanti jika sudah senggang" ucap Azman sambil mengambil kunci motor dan tasbih kayunya serta barang barang yang sebelumnya ada di saku celananya dan juga pakaiannya yang sebelumnya dia gunakan, ternyata pakaiannya itu sudah ada yang mencucinya 


"Ya sudah, jika begitu aku pamit dulu keruangan ku" ucap Pak Fajar sambil keluar dari dalam ruangan itu karena tahu Azman hendak berganti pakaian.


"Iya" ucap Azman sambil menutup pintu ruangan dan menguncinya, lalu melangkah ke kamar mandi.


Azman membersihkan badannya lalu berganti pakaian dan merapikan semua barangnya lagi.


"Saya pergi ya, maaf ruangan itu jadi berantakan" ucap Azman ke para perawat pribadinya yang ada di meja di luar ruangannya itu.


"Iya pak, berhati hatilah di jalan" ucap salah seorang perawat itu dengan sangat hormat sambil melihat Azman memasuki lift.


Azman langsung menuju motornya yang terparkir di depan pintu lobi utama rumah sakit venues miliknya lalu meninggalkan rumah sakit itu.


"Jauh jauh sampai perbatasan cianjur sukabumi eh malah balik lagi sampai jakarta, ya sudah sebaiknya aku ke sana lagi saja" ucap Azman berbicara sendirian sambil terus melajukan motornya.


Azman terus mengendarai motornya dan setiap adzan dia berhenti di masjid yang dia lewati untuk melaksanakan shalat berjamaah.


Jam di motornya menunjukkan jam 21.00 wib dan Azman baru sampai kawasan cipanas Cianjur.

__ADS_1


"Sebaiknya aku mencari penginapan dulu dan melanjutkan perjalanan besok pagi selesai Shalat subuh" ucap Azman berbicara sendiri sambil memelankan laju motornya.


"Sepertinya hotel ini bagus" ucap Azman berbicara sendiri sambil membelokkan motornya memasuki sebuah parkiran hotel.


Azman parkir di depan pintu Lobi dan disambut hangat oleh dua orang petugas keamanan yang berjaga disana.


"Apa bisa saya parkir disini" ucap Azman dengan ramah sambil membuka helm nya.


"Iya pak, tidak apa apa, biar kami juga mudah mengawasi motor bapaknya" ucap salah seorang petugas keamanan hotel dengan sangat sopan.


"Oke, terima kasih" ucap Azman sambil melangkah masuk kedalam lobi hotel itu.


"Malam Pak, apakah bapak hendak menginap" ucap seorang perempuan usia dua puluh tahunan yang merupakan resepsionis hotel itu dengan ramah dan sopan.


"Iya Mba, apakah cottagenya masih ada yang kosong" ucap Azman dengan ramah.


"Ya sudah saya ambil salah satu kamar itu saja" ucap Azman.


"Silahkan pak mau yang mana" ucap resepsionis hotel sambil memperlihatkan layar monitor komputernya dan memperlihatkan tipe kamar yang kosong beserta tarif sewanya.


"Yang paling bagus saja mba dan cukup satu malam saja" ucap Azman sambil memberikan kartu debitnya dan juga kartu tanda penduduknya sebelum di minta oleh resepsionis hotel itu.


Resepsionis hotel itu langsung melakukan reservasi atas nama Azman dan mendebit pembayarannya lalu mengembalikan kembali kartu debit dan juga kartu tanda penduduk Azman dan memberikan kunci kamar ke salah seorang wanita muda seusianya yang berdiri di belakangnya.


"Mari Pak saya antar ke kamar bapak" ucap wanita muda itu dengan ramah.


Azman kemudian mengikuti wanita muda itu dan ternyata dia mendapatkan kamar di lantai satu yang sangat luas, Azman pun memberikan selembar uang seratus ribuan untuk wanita muda itu lalu mengunci kamarnya.

__ADS_1


Azman langsung membersihkan badannya dan langsung tidur karena memang dia sudah sangat lelah setelah perjalanan panjangnya dari Jakarta.


Tepat jam dua belas malam lampu kamar yang di sewa oleh Azman itu padam namun tidak lama hidup kembali namun Azman tidak mengetahuinya karena pulas tertidur.


Jam dinding di kamar itu memperlihatkan jam 03.00 wib dan Azman terbangun dari tidurnya lalu berjalan ke kamar mandi untuk mengambil wudhu karena dia berencana untuk shalat tahajud sebelum melanjutkan perjalanannya.


Lampu kamar mandi itu tiba tiba padam sesaat setelah Azman mengambil wudhu dan Azman merasakan ada sosok wanita yang berdiri di depan pintu kamar mandi itu.


Azman langsung membalikkan badannya namun sosok wanita itu langsung menghilang dari pandangannya dan lampu kamar mandi itu tiba tiba menyala kembali.


Azman kemudian keluar dari dalam kamar mandi itu, dan langsung menuju pojok kamar yang memang sudah ada sajadah tergelar disana.


"Tidak salah hotel aku ternyata, di hotel islami seperti ini ada sajadah tergelar" ucap Azman berbicara sendiri sambil kemudian berdiri di atas sajadah itu dan melaksanakan shalat tahajud namun baru saja dia memulai shalatnya lampu ruangan tiba tiba mati, dan Azman mencium bau bunga melati yang sangat harum.


Azman tidak menggubrisnya melainkan tetap melanjutkan shalat tahajudnya itu.


Hihihi hihihi hihihi terdengar suara cekikikan seorang perempuan dari arah kamar mandi itu.


Azman tetap fokus dengan shalat tahajudnya dan dia mengeraskan bacaan shalatnya.


Huuu huuuu huuuu huuuu huuuu kinu terdengar suara perempuan menangis tersedu sedu dari arah kamar mandinya di kamar itu.


Azman tetap fokus dengan shalat tahajudnya itu sampai selesai dan saat dia selesai mengucapkan salam dia melihat sosok perempuan bergaun putih berambut panjang melayang satu meter di depan sebelah kanannya.


Hihihi hihihi hihihi hihihi terdengar tawa cekikikan dari sosok perempuan bergaun putih berambut panjang itu.


Azman kemudian duduk bersila dan tidak menggubris sosok perempuan bergaun putih berambut panjang tersebut namun dia melihat jika sosok perempuan itu wajahnya terlihat sangat mengerikan karena terlihat luka sayatan yang sangat dalam sampai terlihat dagingnya.

__ADS_1


Azman kemudian mengeluarkan tasbih kayunya dan mulai berdzikir dengan tenang meskipun suara suara perempuan menangis dan tertawa cekikikan memenuhi kamar itu.


__ADS_2