Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Gunung Gelap Garut 27


__ADS_3

“Tunggu sebentar kau bilang, manusia itu meminta maaf kepadamu saat dia salah, selama ini aku tidak pernah mengetahui adanya manusia yang meminta maaf kepada kaum kita, bahkan ke sesamanya juga sama, mereka sangat jarang meminta maaf, mereka cenderung tidak mau mengalah, dan jika mereka salah pun mereka selalu berpura - pura jika mereka benar, sikap manusia seperti ini yang sungguh aku benci, makanya dari dulu aku paling malas membantu manusia, apalagi kita dikeluarkan dari surga gara - gara mereka.” Ucap Ayah dari Azizah.


“Hengkara, berhentilah berpikiran seperti itu, kau terlalu lama di gunung ini dan kau tidak mengetahui bagaimana manusia berperilaku, mereka juga seperti kita ada yang baik dan ada yang jahat, malah mereka lebih banyak yang baiknya, meskipun sampai saat ini yang aku temui yang terbaik adalah Azman saja, tapi pada dasarnya mereka baik, jangan lupakan tugas kita di dunia ini adalah membantu manusia jadi fokuslah, hentikan pemikiran - pemikiran aneh mu karena akan sangat merugikan mu nantinya, kau ini harus banyak berinteraksi dengan manusia karena biar bagaimanapun juga pada dasarnya manusia itu harus kita bantu.” Ucap Daim ke Hengkara yang merupakan ayah dari Azizah.


“Daim, baiklah, nanti jika kekuatanku sudah pulih seutuhnya aku akan berinteraksi dengan manusia, aku harap kau lebih giat mengingatkan ku, kau benar aku ini terlalu sibuk di gunung ini sehingga yang aku temukan hanya beberapa manusia saja.” Ucap Hengkara.


‘AAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHH” terdengar teriakan dari Azman dan Daim beserta dengan Hengkara langsung kembali melihat ke arah tenda.


Azman terlihat keluar dari dalam tenda dan berdiri di luar tenda, terlihat juga jika Azizah ikut keluar dari dalam tenda itu lalu berdiri di depan Azman.


“Azman maaf aku tidak sengaja memelukmu, lagian kenapa respon mu seperti itu, kita kan tidak melakukan hal lain selain berpelukan saja.” Ucap Azizah.


“Azizah maaf ini pertama kalinya aku tidur berduaan dengan wanita dan aku kaget saja kau asik memelukku seperti tadi.” Ucap Azman.


“Aku biasa tidur memeluk guling dan di dalam tenda tidak ada guling jadi aku memelukmu saja, lagian kau ini, bukannya bersyukur di peluk wanita secantik aku malah kau teriak dan kabur.” Ucap Azizah.


Azman dan Azizah sama sekali tidak menyadari jika Daim dan Hengkara melihat ke arah mereka dengan jarak hanya lima meteran saja.

__ADS_1


“Iya maaf, ya sudahlah aku mau membuat kopi saja, rasa kantuk ku sudah hilang jika kau mau tidur lagi silahkan.” Ucap Azman sambil masuk kedalam tenda dan tidak lama kemudian dia keluar dengan membawa tas kecil yang berisi kompor portable dan juga peralatan memasak.


Azman pun melangkah sedikit menjauh dari tenda itu dan dia pun langsung memasak air untuk membuat kopi, Azizah sendiri hanya duduk di sebuah batu datar di dekat Azman.


“Azman buatkan kami kopi juga ya.” terdengar suara Daim dari arah belakang tenda dan Azizah bersama dengan Azman langsung berdiri lalu melihat ke arah asal suara Daim.


Azizah yang melihat ayahnya ada disana langsung berlari menemui ayahnya lalu memeluk hangat ayahnya itu tanpa menghiraukan Azman dan Daim.


“Azizah anak ku, ayah mu ini masih mengalami luka dalam jadi sebaiknya kau tidak memeluk ku seerat ini, lebih baik kau peluk saja Azman mu itu ya.” Ucap Hengkara sambil melepas pelukan Azizah.


“Ayah bagaimana kondisimu, aku memeluknya karena tidak sengaja, aku dan ibu sangat cemas dengan kondisi ayah.” Ucap Azizah sambil membantu ayahnya untuk kembali duduk bersandar di pohon besar itu.


“Paman, perkenalkan saya Azman, dan sebaiknya Azizah ikut kalian saja, saya tidak keberatan dengan hal ini, bukankah kebersamaan kalian lebih berharga dari apapun.” Ucap Azman sambil menyodorkan tangannya ke Hengkara dan mereka pun langsung berjabat tangan.


“Azman aku percaya dengan mu bisa menjaga Azizah anakku satu - satunya ini, ku harap kalian tidak bertengkar dan tidak melakukan hal - hal yang dilarang ya.” Ucap Hengkara.


“Ayah, terima kasih, aku akan menjaga Azman dengan baik dan tentunya kami akan saling mengingatkan juga.” Ucap Azizah.

__ADS_1


“Azman apakah kau tidak sekalian meminta restu untuk menikahi Azizah, aku lihat kau sangat menyukai Azizah bukan.” Ucap Daim.


“Daim kau ini benar - benar ya, sudahlah berhentilah bercanda untuk sebentar saja.” Ucap Azman sambil duduk bersila di depan Hengkara dan dia kini bersebelahan dengan Azizah.


“Azman, aku bisa melihat dengan baik bagaimana kau ini, aku setuju menikahkan Azizah dengan mu, Azizah apakah kau bersedia menikahi Azman ini.” Ucap Hengkara.


“Paman, kenapa anda juga sama seperti Daim, pernikahan bukanlah hal yang sembarangan, pernikahan memerlukan proses yang cukup panjang, ada banyak hal yang harus dipersiapkan juga dalam hal ini agar pernikahan bisa langgeng dan tidak ada pertikaian.” Ucap Azman.


“Azman, aku paham dengan hal itu namun aku lihat kalian saling suka bukan, Azizah apakah kau mau menikahi Azman.” Ucap Hengkara.


“Ayah, apa yang disampaikan Azman itu benar, kami baru beberapa jam saling mengenal dan jika memang Azman jodohku maka aku akan bersedia menikah dengannya.” Ucap Azizah.


“Kalian ini berdua kompak ya, namun dengarkan baik - baik, aku Hengkara dengan ini menikahkan Azizah anakku dengan Azman, dan Azman kau tidak perlu menjawabnya saat ini tapi jika nanti kau akan menikahi anak ku silahkan kau nikahi meskipun tanpa keberadaan ku, apakah kau setuju.” Ucap Hengkara sambil menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Azman.


“Saya setuju, namun sebaiknya anda hadir di pernikahan kami berdua, bukankah demikian Ayah.” Ucap Azman sambil berjabat tangan dengan Hengkara.


“Ini kalian berdua kenapa jadi seperti ini, siapa yang mau langsung menikah, aku hanya ingin berjalan - jalan dengan Azman saja dan aku belum kepikiran untuk menjadi istrinya.” Ucap Azizah yang terlihat gembira bukan kaget karena memang dia pun sudah mulai menyukai Azman yang sangat tampan itu.

__ADS_1


“Azizah anakku, lebih baik kita persiapkan semuanya sekarang, karena dengan begini langkah kalian berdua akan lebih mudah, ayah harap kalian saling menjaga dan tidak ada pertengkaran yang tidak berarti, Azman di duniamu ini apa - apa memerlukan uang dan aku tidak memilikinya dan tidak bisa memberikannya kepada anak ku, namun aku memiliki banyak emas dan berlian jika kau inginkan.” Ucap Hengkara sambil menatap hangat ke Azman dan Azizah.


__ADS_2