
“Dimana aku saat ini berada, ini seperti kehidupan yang berbeda, tapi kenapa aku tidak bisa membedakan mana manusia dan mana yang bukan, semua aura terlihat sama disini” Azman berkata dalam hatinya dan dia berjalan dengan penuh kewaspadaan.
Azman terus mengikuti kakek tua tersebut dan mereka pun berjalan sampai masuk kedalam hutan yang sangat lebat dan gelap, karena sinar matahari tidak bisa menembus pepohonan yang ada disana.
Mereka terus berjalan kaki dan selama perjalanan itu keduanya tidak berbicara sama sekali, Azman juga berusaha untuk terus menjaga jarak karena dia sangat yakin jika sosok kakek tua yang ada di depannya adalah sosok yang kuat.
Sudah lebih dari dua jam mereka berjalan di dalam hutan itu dan tidak ada pertanda jika kakek tua itu kelelahan, berbeda dengan Azman yang sudah mulai merasa lelah serta merasa jika kedua kakinya sudah membutuhkan istirahat, namun dia tidak memberitahukan hal itu ke sosok kakek tersebut.
Azman berpikiran jika bisa saja maksud kakek tersebut adalah membuatnya lelah lalu meninggalkannya di dalam hutan yang gelap dan membuatnya tersasar hingga tidak bisa menemukan jalan pulang.
Kakek tua itu terus berjalan bahkan jalannya semakin cepat, padahal saat ini mereka berjalan menanjak dan sangat terjal juga, Azman berusaha mengimbanginya dan berusaha agar jaraknya tidak terlalu jauh, namun Azman yang memang sudah sangat lelah itu pun tidak dapat mengimbangi kakek tua tersebut, hingga dia pun kini semakin jauh dari kakek tua itu.
“Aku tidak boleh menyerah, aku harus bisa” Azman berkata dalam hatinya dan dia terus berusaha melangkah untuk kembali mengikuti kakek tua itu.
Azman melihat jika kakek tua itu kini berjarak lima meter darinya dan berjalan dengan semakin cepat, hingga dia melihat kakek tua itu semakin jauh darinya.
__ADS_1
“Kemana dia” Ucap Azman yang kini tidak bisa lagi melihat punggung kakek tua itu, dia pun langsung berlari berusaha mengejar kakek tua tersebut.
Azman menghiraukan rasa lelahnya dan dia terus berlari hingga dia melihat seberkas cahaya di depannya, Azman pun mengira jika itu adalah jalan keluar dari hutan gelap itu.
“Dimana aku berada, dan kenapa kakek tua itu membawa ku ke puncak gunung ini” ucap Azman berbicara sendiri dalam hatinya, kini berdiri di sebuah area yang rata tanpa pepohonan dan area itu juga penuh dengan bebatuan besar.
Azman berjalan ke arah batu terbesar dan tertinggi lalu dia pun menaiki batu itu dan berusaha melihat ke berbagai arah untuk mencari tahu dimana dirinya, namun sejauh mata memandang dia tidak bisa melihat apapun di sana selain pepohonan, tidak ada satu pun bangunan yang bisa dia lihat apalagi manusia lainnya.
“Kakek tua itu kenapa membawa ku kesini, apa yang ada disini, dan sepertinya disana ada jalan lain , gunung ini ternyata memiliki sisi yang penuh bebatuan dan tanpa pepohonan besar, aku sebaiknya nanti lewat sisi gunung yang itu saja” Ucap Azman kembali berbicara dalam hatinya.
Azman mengambil air mineral dari dalam ranselnya dan meminumnya sedikit, lalu kembali memasukan botol air mineral ke dalam ranselnya, dia pun lalu mengambil telepon selulernya namun ternyata tidak ada jaringan disana, sehingga dia pun mengambil telepon satelitnya tapi tetap tidak ada jaringan juga, dan Azman pun kembali menyimpan telepon satelitnya lalu menyalakan sebatang rokoknya.
“Kemana pun aku pergi telepon satelitku ini biasanya ada jaringan dan bisa ku kapakai, tapi disini tidak ada jaringannya, apakah aku benar - benar berada di dunia para siluman, tapi jika aku ingat lagi, saat aku pertama kali memasuki hutan gelap di bawah tadi, aku merasakan aura yang berbeda, aku terasa seperti kembali ke alam manusia, memang waktu awal aku merasakan memasuki alam para siluman, namun disini aku merasa seperti sudah ada di alam ku” Ucap Azman berbicara sendiri sambil menghisap pelan rokoknya.
Azman yang melihat jam tangannya mengetahui jika kini sudah hampir maghrib dan dia sama sekali belum melaksanakan shalat Ashar.
__ADS_1
“Sebaiknya aku bertayamum saja” Ucap Azman karena dia tidak mengetahui dimana sumber air disana, dan dia tidak ingin kehilangan waktu shalatnya.
Azman pun mengganti wudhunya dengan bertayamum dan setelah itu dia pun melaksanakan ibadah shalat Ashar di atas besar itu, selesai melaksanakan shalat dia masih dalam posisi duduk bersila dengan tasbih kayu di tangan kanannya, Azman memilih untuk berdzikir sambil menunggu masuk waktu shalat maghrib yang dalam hitungannya hanya beberapa menit lagi.
Namun setelah lima belas menit berlalu, tidak juga terdengar Adzan maghrib, dan Azman sudah sangat yakin jika sudah waktunya untuk shalat maghrib, dia menghentikan dzikirnya dan melihat kearah langit, dia melihat jika matahari sudah hampir sepenuhnya tenggelam.
“Hebat, disini bahkan tidak terdengar suara Adzan, seberapa jauh jadinya aku pergi” Ucap Azman berbicara sendiri sambil kembali berdiri.
Azman pun kemudian kembali melaksanakan ibadah shalat maghrib dan setelah selesai dia tidak berdzikir melainkan dia mendirikan tenda di atas batu besar tersebut, ini dilakukan Azman karena dia merasa, mendirikan tenda di atas batu besar lebih aman untuknya, secara dia belum mengetahui area ini, dia tidak mengetahui apakah ada bencana yang mengancam nyawanya, atau ada hewan buas apa di sekitarnya.
Tenda berhasil di berdirikan dan Azman juga sudah mengambil beberapa batu lain dari bagian bawah untuk sebagai pengganti patok tenda, dia mengikat tali - tali tendanya ke batu - batu sebesar kepalanya.
Azman yang sudah selesai dengan tendanya kini kembali berjalan ke bawah dengan menggunakan senter di kepalanya, dia pun mengambil beberapa ranting pohon dan juga dahan - dahan pohon kering yang berserakan lalu kembali membawanya ke atas batu besar itu, selain itu dia juga kembali turun naik untuk mengambil lebih banyak serta beberapa batu lainnya.
Satu jam tak terasa berlalu dan kini hari sudah semakin malam, Azman juga sudah kembali duduk di depan tendanya, nampak jika di sana sudah ada lingkaran batu dengan tumpukan kayu di dalamnya, tumpukan kayu ini akan dia nyalakan jika udara malam semakin dingin, Azman yang sengaja membuat lingkaran batu di tumpukan kayu itu dengan maksud agar jika dia membuat api unggun apinya tidak melebar kemana - mana.
__ADS_1
“Sebaiknya aku shalat isya dulu, dan malam ini sebaiknya aku berkemah disini saja, besok saat matahari mulai terbit adalah waktu yang pas untuk ku turun gunung” ucap Azman sambil berdiri dan memasuki tendanya.