Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Situasi Menjadi Mencekam 2


__ADS_3

“Bukankah tadi saya sudah sampaikan, tidak ada ruang untuk kesombongan dan tinggi hati di hutan terlarang ini, Ibu jika memang Ibu bisa silahkan saja, saya dan semua relawan yang datang kesini akan angkat tangan dan akan meninggalkan tempat ini.” Ucap Azman sambil berdiri.


“Azman kembali ke tenda mu saja, temui dulu pemimpin arwah yang ada disini.” Ucap Daim


“Semuanya saya permisi, silahkan urus dulu masalah internal ini, namun maaf saya tidak ingin ikut campur dalam urusan mencari nama.” Ucap Azman sambil keluar dari dalam tenda itu dan langsung kembali ke tendanya bersama dengan Daim.


“Bu, untuk ibu ketahui ya, selama puluhan tahun tidak ada yang berhasil masuk ke desa terkutuk, dan saya sudah berkoordinasi dengan Pak Gubernur juga pihak kepresidenan terkait hal ini, kami disini hanya mempunyai peluang sekarang dan ibu membuat kacau semuanya.” Ucap Pak Jaja yang mengira jika Azman marah sampai meninggalkan tenda utama itu.


“Pak Jaja maaf saya tidak ada maksud kesana, saya hanya ingin ini cepat selesai saja.” Ucap Wanita itu.


“Ibu jika mau pulang silahkan pulang saja Bu, kami akan tetap sesuai perencanaan kami dan seperti yang saya sampaikan jika saya sudah mendapatkan izin untuk aksi penyelamatan ini, bahkan besok pagi Gubernur dan para menteri akan datang, mereka saja tidak minta dipercepat karena tahu ini bukan menjemput pacar dari rumahnya yang bisa datang dan pergi semaunya, maaf tapi saya akan melaporkan hal ini ke Pak Gubernur dan saya akan meminta agar tidak lagi mengirimkan orang staf untuk ke aksi seperti ini, kalian berdua jika mau pergi juga silahkan, saya akan menghubungi komandan kalian semua untuk menceritakan hal ini.” Ucap Pak Jaja sambil mengambil Ponselnya dan langsung menghubungi seseorang.


Ketiga nya hanya diam tidak berani berkomentar karena mereka tahu jika Pak Jaja tidak bercanda dalam hal ini, terlebih perwira TNI  dan  Kepolisian itu sudah mengenal Pak Jaja cukup lama dalam aksi aksi penyelamatan sebelumnya jadi tahu jatidiri Pak Jaja yang sebenarnya.


“Selamat Sore Pak Jaja ada yang bisa saya bantu untuk Bapak.” Ucap seorang Pria yang memulai percakapan telepon itu dan Pak Jaja menggunakan speaker luar sehingga terdengar oleh semua yang ada di dalam tenda itu


“Pak Gubernur, saya langsung pada intinya saja, kami dari siang di hutan ini tidak mendapatkan masalah apapun namun perwakilan ada datang kesini dan membuat kekacauan, jadi silahkan tarik perwakilan anda dan jangan lagi mengirim orang staf yang tidak pernah terjun ke lapangan dan tidak mengerti situasi di lapangan.” Ucap Pak Jaja yang berbicara melalui panggilan telepon itu.

__ADS_1


“Mohon maaf Pak Jaja jika memang ada bawahan saya yang seperti itu dan saya akan langsung menariknya, namun sepertinya itu bukan dari kantor saya karena kami akan berangkat besok pagi seperti yang tadi saya sampaikan dan sepertinya itu dari kantor bupati atau mungkin yang lainnya, segera saya selesaikan.” Ucap Pria di ujung telepon itu.


“Oke Pak Gubernur, terima kasih, jika tidak maka saya akan langsung menghubungi kementrian saja.” Ucap Pak Jaja.


“Siap Pak dan mohon maaf Pak.” Ucap Pria di ujung telepon itu dan panggilan telepon itu langsung di matikan oleh Pak Jaja.


“Pak Jaja, saya mohon maaf.” Ucap wanita itu.


“Bu, tidak ada yang salah dan tidak ada yang perlu di maafkan, ibu tahu siapa Pak Azman sebenarnya?.” Ucap Pak Jaja.


“Bu, apa seorang paranormal bisa membiayai aksi sebesar ini yang memerlukan biaya makan saja sampai satu miliar lebih, dan apakah seorang paranormal mau bekerja tanpa pamrih, dunia anda sungguh kecil Bu, untuk anda ketahui saja ya Bu, saya saja yang seperti ini sangat sungkan kepada  Pak Azman, saya yakin jika banyak pejabat penting yang mengenalnya namun dia sangat ramah dan bekerja tanpa pamrih dan tidak pernah membeda bedakan siapapun, tolong anda berubah Bu dan saya harap ibu segera pergi dari lokasi ini, seperti yang tadi kalian dengar bukan, Pak Gubernur sendiri akan datang kesini bersama orang orang pemerintahan besok pagi, dan saya kira ibu kesini tanpa ada koordinasi dengan pemerintahan pusat dan hanya ingin mencari nama saja bukan, bisa saya lihat surat tugas kalian.” Ucap Pak Jaja yang terdengar cukup tegas dan berwibawa tidak seperti sebelumnya.


“Siap Ndan, ini surat tugas saya,” Ucap Perwira kepolisian itu sambil memberikan selembar surat penugasannya untuk membantu aksi penyelamatan itu.


“Ini Ndan surat tugas saya.” Ucap Perwira dari TNI memberikan surat tugasnya.


“Bu Mana surat tugas ibu, bisa diperlihatkan kepada saya, jika memang tidak ada silahkan ibu tinggalkan lokasi ini saja.” Ucap Pak Jaja sambil memegang kedua surat tugas itu.

__ADS_1


“Pak Jaja, saya….” Ucap wanita itu.


“Silahkan Bu, anda tinggalkan lokasi ini, apa perlu saya menghubungi Pak Gubernur lagi untuk meminta ibu pergi dari sini.” Ucap Pak Jaja yang tidak lagi mau dipusingkan oleh Wanita itu.


“Pak Jaja anda tidak bisa mengusir saya seperti ini.” Ucap Wanita itu yang kembali bernada tinggi dan menggebrak meja.


“Bu, anda mulai tidak sopan ke atasan saya, sebelum saya meminta anak buah saya mengusir Ibu, sebaiknya Ibu pergi dari sini.” Ucap Perwira dari TNI itu yang langsung berdiri dan nampak emosi dan dua orang anggota TNI yang berjaga di pintu masuk tenda itu pun kini memasuki tenda itu.


“Bu anda datang kesini tanpa surat perintah dan berani memerintah juga, sudahlah saya tidak mau berdebat, jika anda tidak mau pergi ya sudah suka suka anda saja, ini surat tugas kalian aku kembalikan dan bergabunglah dengan yang lainnya.” ucap Pak jaja sambil mengembalikan kedua surat perintah tugas itu lalu keluar dari dalam tenda itu.


“Anda sudah tidak sopan dengan atasan saya dan anda sebaiknya pergi sekarang sebelum saya benar benar emosi kepada anda.” ucap Perwira dari TNI itu lagi.


“Bu, apa yang disampaikan rekan saya ini benar, Pak Jaja adalah perwira menengah dari TNI yang diperbantukan di TIM SAR ini dan anda berani membentak Pak Jaja bahkan menggebrak meja, sebaiknya Ibu  meninggalkan lokasi ini agar masalah ini sampai disini saja.” Ucap Perwira kepolisian itu menengahi.


Sementara itu suara petir dan suara suara serigala terus terdengar dan angin juga bertiup semakin kencang.


Wanita itu hanya duduk diam menyadari kesalahannya tanpa mengucapkan apapun dan perwira TNI itu pun kemudian meninggalkan tenda bersama dengan kedua anak buahnya dan juga Perwira kepolisian, sehingga di tenda itu kini hanya tinggal wanita itu saja.

__ADS_1


__ADS_2