
"Tidak dengan rumah makan ini, aku hanya suka saja saat mendengar ibu itu saat membaca Al Quran jadi aku meminta mu rumah makan ini" ucap Daim.
"Kenapa aku tidak merasa yakin dengan apa yang kau katakan itu" ucap Azman dalam hatinya sambil melihat beberapa mobil mulai parkir di kiri dan kanan motornya bahkan ada satu mobil yang sampai parkir menutup motornya.
"Iya, sebenarnya aku hanya ingin rumah makan ini menjadi ramai dengan kehadiran mu" ucap Daim.
Enam orang terlihat masuk ke rumah makan sederhana itu dan tiga orang dari mereka membawa kamera yang sudah menyala.
"Akhirnya kami bisa berjumpa dengan Pak Azman, mohon waktunya sebentar saja untuk wawancara bersama kami Pak" ucap seorang reporter wanita yang menyodorkan microphone nya ke Azman.
"Nanti saja ya, kita makan dulu saja di sini dan setelah makan saya janjikan untuk mengikuti wawancara kalian semua" ucap Azman dengan ramah.
"Janji ya Pak" ucap Reporter wanita lainnya.
"Iya lagi pula mobil kalian menutup motor ku, jadi gimana aku bisa pergi, sudah disini kan banyak kursi dan meja kosong, kalian juga belum makan kan dari sejak di basecamp tim sar itu, jadi silahkan di isi itu meja meja yang kosong" ucap Azman dengan ramah dan dia sengaja mengucapkan ini agar tidak ada yang semeja dengannya.
"Baik Pak, makasih ya sudah mau memberikan waktu untuk kami" ucap Reporter wanita lainnya dan mereka kemudian berjalan ke meja meja yang kosong.
Sementara itu reporter reporter lainnya juga mulai berdatangan namun ketiga reporter yang pertama langsung meminta mereka yang baru datang untuk tidak mengganggu Azman.
"Mas ini ternyata selebritis ya sampai banyak yang mau meliputnya" ucap Ibu penjual rumah makan itu sambil meletakan pesanan Azman di atas meja.
'Ibu ini ada ada saja" ucap Azman dengan ramah sambil mendekatkan piring yang berisi nasi dan juga mangkuk berisi soto ayam pesanannya.
Azman menikmati makanannya dengan lahap karena selain dia memang lapar dia juga merasakan jika soto ayam itu sangat kaya dengan rempah rempah sehingga rasanya sangat nikmat.
__ADS_1
Azman makan dengan perlahan karena memang dia mengulur waktu agar semua kru televisi itu juga memesan makanan dan menghabiskan makanannya.
"Jadi ini toh rencana mu" ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi ke Daim sambil menyalakan sebatang rokoknya.
"Iya, karena dengan begini usaha ibu ini menjadi ramai, para penonton juga akan datang ke sini nantinya karena melihat rumah makan ini tayang di televisi, bagaimana ide ku bagus bukan" ucap Daim.
"Iya bagus tapi seharusnya kau bicarakan dulu dengan ku, lihatlah sekarang semakin banyak orang media yang datang." Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim sambil melihat jika di luar rumah makan itu sudah penuh dengan awak media televisi dan juga yang lainnya.
Bahkan beberapa kamera terlihat menyorotnya, sejak dia makan.
"Iya, sudah tidak apa apa, ini kan tidak merugikan mu sama sekali" ucap Daim.
"Ya setidaknya aku bisa mengingatkan semua pendaki gunung agar lebih menjaga keasrian alam" ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim sambil menikmati rokoknya.
"Pak Azman maaf, apakah bisa kita wawancara nya di luar saja, karena sudah ada empat puluh lebih stasiun televisi yang ingin mewawancarai anda" ucap Reporter wanita yang pertama datang.
"Baik Pak, apakah setelah itu bapak mau untung wawancara eksklusif dengan saya" ucap Reporter wanita itu dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Azman.
"Nanti kita lihat ya, karena saya tidak bisa jika sampai yang lainnya meminta hal yang sama" ucap Azman dengan ramah.
"Baik Pak, jika begitu saya permisi dulu untuk menyiapkan semuanya" ucap Reporter itu sambil kemudian meninggalkan Azman dan menemui reporter lainnya.
"Bu, bisa kesini sebentar" ucap Azman ke ibu penjual itu dengan ramah.
"Iya mas apakah ada yang mau di pesan lagi" ucap Ibu itu dengan sangat ramah.
__ADS_1
"Enggak Bu, saya justru mau membayar, ini ibu simpan untuk membayar semuanya, jika kurang nanti selesai wawancara saya akan menambah nya" ucap Azman sambil memberikan satu juta rupiah ke ibu tersebut.
"Terima kasih mas, ini lebihnya malah banyak banget" ucap ibu itu.
"Sudah bu tidak apa apa, simpan saja untuk ibu, lagi pula takutnya nanti ada yang nambah" ucap Azman sambil kembali menyalakan sebatang rokoknya lagi.
"Baik, terima kasih, berkat mas nya rumah makan saya ini jadi ramai, saya permisi dulu" ucap ibu tersebut sambil meninggalkan Azman.
Azman terus menikmati rokoknya sampai kemudian reporter wanita pertama itu menemuinya kembali.
"Maaf Pak Azman, ini sudah tuliskan apa yang ingin kami tanyakan dan kami juga sudah mengosongkan parkiran depan, kapan saya bapak siap kami siap pak" ucap Reporter wanita itu sambil memberikan selembar kertas ke Azman.
"Iya Mba, lima menit lagi ya, saya akan mempelajari pertanyaan pertanyaan ini terlebih dulu" ucap Azman dengan ramah sambil menerima selembar kertas itu.
"Baik Pak kami menunggu di luar ya" ucap Reporter wanita itu yang di balas anggukan kepala oleh Azman.
"Jadi mereka hanya bertanya tentang para pendaki, terus yang kerasukan makhluk goib, penampakan makhluk gaib dan dua penemuan kuburan bayi bayi itu" ucap Azman dalam hatinya sambil berdiri lalu melangkah keluar.
Azman melihat jika di tepatnya di samping motornya sudah ada sebuah meja dengan banyak sekali microphone di atasnya dan ada juga sebuah kursi di sana.
Azman langsung duduk di kursi itu, dan terlihat jika di depannya itu sudah ada banyak kamera, dan banyak sekali orang yang menggunakan kamera ponsel mereka ikut merekam Azman.
"Selamat siang semuanya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih untuk kesempatan ini, baiklah seperti yang sudah saya sampaikan jika saya hanya akan menjawab pertanyaan yang sudah di tuliskan dan tidak membuka sesi tanya jawab langsung" ucap Azman yang terdengar melalui dua buah speaker yang ada di depan meja itu.
"Mengenai pertanyaan pertama dimana mengenai penemuan kelima pendaki yang hilang di atas gunung saya … …. …. …. " Azman menjelaskan semuanya secara perlahan sampai semua pertanyaan itu terjawab namun tidak ada yang dia ceritakan mengenai keberadaan Daim.
__ADS_1
Azman juga tidak menerangkan hal selain pertanyaan pertanyaan itu.
"Demikian pernyataan saya dan terima kasih" ucap Azman dengan ramah menutup sesi wawancara nya itu lalu berdiri dan melangkah kembali ke dalam rumah makan berbilik bambu itu.