
“Azman, lurus saja, tiga ratus meter lagi di kok, kau tidak perlu khawatir dengan keberadaan ku, aku masih berusaha membersihkan semua genderuwo ini, semoga saja tidak ada yang lolos dan menyerang kalian.” Ucap Daim yang terdengar oleh semuanya bukan hanya Azman, bahkan Pak Jaja dan semua di area gunung itu mendengarnya.
“Kau ini kenapa berteriak.” Ucap Azman pelan namun Pak Anton ikut mendengarnya.
“Aku sambil bertempur dengan ratusan genderuwo ini di depan Goa, maaf ya, sudah kau lanjutkan saja dulu tugas pertama mu dan ingat tugas kedua mu.” Ucap Daim yang kembali terdengar oleh semuanya.
“Pak Anton anda kan sudah mendengarnya, tiga ratus meter lagi dan kita harus menghancurkan patung mantra itu.” Ucap Azman.
“Pak Azman itu suara siapa, suaranya sangat mendominasi dan sepertinya semua yang ada di gunung ini mendengarnya.” Ucap Pak Anton.
“Itu suara teman saya Pak, dan lebih baik anda tidak menanyakan lebih lanjut, saya tidak ingin anda sampai tidak bisa tidur berhari - hari.” Ucap Azman yang tidak ingin memberitahukan tentang Daim ke Pak Anton atau ke siapapun.
“Baik Pak, maaf jika rasa ingin tahu saya ini berlebihan.” Ucap Pak Anton.
“Tidak Masalah Pak, semuanya juga pasti bertanya, dan jawaban saya juga sama akan seperti itu, lalu kira - kita berapa lama anda bisa mengungkap kasus ini sampai akarnya Pak.” Ucap Azman mengalihkan pembicaraan.
“Paling seminggu Pak, jika semua alat bukti sudah ada maka kami baru bisa bekerja, dalam beberapa hari ini kami akan mengumpulkan semua barang bukti dan pendukung lainnya.” Ucap Pak Anton.
“Bagus jika demikian, dan memang untuk kali ini anda harus melakukan konferensi Pers tapi saya mohon jangan libatkan saya atau menyebutkan nama saya, mulai hari ini saya tidak ingin lagi masuk berita karena hal - hal seperti ini, biarkan saja mereka semua mulai melupakan saya.” Ucap Azman.
“Jika boleh tahu kenapa ya Pak, bukankah asyik ya pak jadi selebritis.” Ucap Pak Anton.
__ADS_1
:Jika memang mau jadi selebritis Pak, jika saja tidak mau, saya sudah kapok dikerubungi ribuan orang yang hanya ingin photo bersama dan langkah saya menjadi sangat terbatas sedangkan saya sudah ingin berjalan - jalan keliling Indonesia.” Ucap Azman.
“Bapak akan berkeliling Indonesia mengendarai motor Bapak itu.” Ucap Pak Anton.
“Benar Pak, dengan motor lebih jauh perjalanan saya, jika menggunakan mobil maka akan lebih banyak terkena macetnya Pak.” Ucap Azman.
“Benar Pak, ini memang benar dan saya juga menyukai jika jalan - jalan naik motor, oh iya itu yang punya anda yang R 1200 GS ya bukan yang 1000 GS.” Ucap Pak Anton.
“Benar Pak, yang versi Rally lebih tepatnya, anda sepertinya memiliki motor yang sama ya.” Ucap Azman.
“Benar Pak, saya memiliki satu motor dinas namun versi 1000 cc bukan 1200 cc dan bukan tipe Rally juga, motor itu sangat enak dan saya sedang menabung untuk memiliki motor pribadi tipe yang sama dengan punya Bapak.” Ucap Pak Anton.
“Siap Pak, meskipun kemungkinan masih beberapa tahun lagi Pak, tapi saya akan berusaha terus mewujudkan impian saya memiliki motor idaman saya itu.” Ucap pak Anton.
“Sudah berapa tabungannya jika saya boleh tau Pak.” Ucap Azman sambil melihat ke arah Pak Anton.
“Baru lima puluh jutaan Pak, masih kurang enam ratus lima puluh juta lagi, ini tabungan saya sejak jadi Polisi Pak, karena saya memang suka motor BMW R 1200 GS seperti milik Bapak.” Ucap Pak Anton.
“Tabungan anda jika dilihat dari kebutuhannya memang masih sangat jauh namun biar bagaimanapun juga itu sudah ada upaya, tetap semangat ya pak, saya yakin bapak bisa memiliki motor yang sama dengan milik saya.” Ucap Azman yang memberikan semangat untuk Pak Anton dengan tidak merendahkannya sama sekali.
“Siap Pak, kebetulan istri saya juga suka mengendarai motor jadi saya dapat dukungan untuk menabung dan membeli motor itu suatu hari nanti, meskipun saya yakin jika uang ya sudah ada maka motor terbaru akan keluar namun ya saya akan tetap membeli tipe R 1200 GS saja.” Ucap Pak Anton.
__ADS_1
“Apa Bapak tidak mau mencicilnya saja, bukankah banyak perusahaan finansial yang memberikan fasilitas kredit.” Ucap Azman.
“Tidak Pak, saya tipe orang yang perhitungan Pak, saya tidak ingin dibebankan dengan pembayaran setiap bulannya yang bunganya saja bisa membeli satu motor matic itu.” Ucap Pak Anton.
“Bagus aku suka itu, lagi - lagi anda memiliki nilai plus untuk saya, oh ya anda sepertinya bukan orang sunda, anda asli mana?.” Ucap Azman.
“Saya asli Bandung Pak, namun saya besar di Jakarta sehingga logat sunda saya sedikit hilang bahkan saya tidak bisa bahasa sunda.” Ucap Pak Anton.
“Anda harus belajar bahasa daerah anda sendiri Pak, setidaknya anda tidak menghilangkan garis keturunan anda, jangan sampai anda tidak bisa sama sekali ya, oh iya sudah berapa tahun anda dinas di kepolisian, sepertinya anda belum terlalu tua.” Ucap Azman.
“Baru sepuluh tahun Pak, sejak lulus akademi saya memang tugas di Jawa Barat, saya tipe yang menjalankan perintah saja Pak jadi tidak pernah meminta jabatan, saya takut tidak mampu dengan permintaan saya itu.” Ucap Pak Anton.
Satu lagi nilai plus yang saya dapatkan, dan saya lihat semuanya malah menganggap anda sebagai sosok ayah dan kakak, begini saja Pak, saya akan berikan bapak motor yang Bapak inginkan jika Bapak mau.” Ucap Azman yang memang masih memiliki satu unit motor BMW R 1200 GS type dan warna yang sama di rumahnya.
“Mohon maaf Pak Azman, saya tidak bisa menerimanya, saya tidak mau berhutang apapun kepada siapapun walaupun itu adalah hadiah, karena lebih berat pertanggungjawabannya.” Ucap Pak Anton.
“Hebat, benar - benar hebat, saya suka dengan keputusan dan pemikiran anda ini, jadi benar nih tidak mau motor itu, saya masih memiliki satu unit yang belum saya pakai sama sekali di rumah saya di Jakarta, jika anda mau saya bisa menghubungi orang rumah untuk mengantarkannya ke rumah Bapak.” Ucap Azman.
“Mohon maaf yang sebesar - besarnya Pak, namun saya tetap menolaknya, bukannya saya menolak rezeki namun ini lebih ke prinsip hidup Pak, semoga Bapak tidak menjadi kecewa dengan keputusan saya ini.” Ucap Pak Anton.
“Saya tidak kecewa namun semakin bangga dengan Bapak, betapa beruntungnya instansi Kepolisian memiliki seorang perwira yang berhati mulia seperti anda, dan anda yang pertama saya kenal loh, terus jadi orang baik ya Pak, insyaallah semuanya akan menjadi lancar untuk Bapak dan keluarga.” Ucap Azman.
__ADS_1