
Azman pun melaksanakan ibadah shalat Isya dengan sangat khusuk, dan tidak langsung keluar dari dalam tendanya melainkan dia menghabiskan setengah jam waktunya untuk berdzikir guna menenangkan pikirannya, dan dia juga berdoa agar bisa keluar dari tempat itu.
Azman yang sudah selesai pun kemudian keluar dari dalam lalu duduk persis di depan tendanya, dia yang sudah mengetahui arah pun kini melihat ke arah sisi barat gunung yang merupakan area berbatu yang akan menjadi arah tujuannya besok.
“Entah aku dimana, namun sebisa mungkin aku tidak akan memanggil Daim, aku juga tidak bisa mengabari istriku perkara ini, aku harus bisa berjuang sendiri atas kesalahanku yang datang kesini sendiri mengikuti keinginan ku” Ucap Azman berbicara sendirian sambil kemudian menyalakan sebatang rokoknya.
Angin berhembus pelan dan cuaca saat ini nampak sangat cerah, suhu udara yang sejuk perlahan berubah menjadi dingin.
Azman pun langsung berusaha menyalakan api unggunnya, dia sebelum shalat isya sudah menyiapkannya langsung bisa menyalakan api dengan mudah.
“Persediaan kayu bakar ku paling bisa sampai subuh, namun ini sudah cukup” Ucap Azman sambil mengambil ranselnya lalu mengeluarkan peralatan masaknya, dia juga mengeluarkan makanan kaleng siap saji yang berisi nasi goreng daging.
Makanan kaleng siap saji yang Azman bawa ini adalah ransum makanan yang biasa di gunakan pasukan TNI dan dia mendapatkannya dari Pak Jaja.
Azman memanaskan makanan kaleng siap sajinya lalu menyantapnya dengan perlahan sambil tidak mengendorkan kewaspadaannya.
Satu kaleng nasi goreng itu pun habis di lahap oleh Azman, dan dia yang memang membawa banyak makanan tidak khawatir dengan stok makanan namun berbeda dengan stok air minum yang memang terbatas, Azman hanya membawa beberapa botol air mineral, sehingga dia benar - benar menghemat air minumnya.
__ADS_1
“Dengan kondisi aku yang di antah berantah dan belum bisa menemukan sumber mata air maka sebaiknya aku berhemat untuk air minum, persediaan makan ku masih aman untuk tujuh hari kedepan, namun tidak dengan persediaan minumku, sebaiknya besok pagi aku pergi sebelum matahari terbit untuk menghindari panas matahari pagi” Ucap Azman sambil melihat bintang - bintang yang mulai bermunculan.
Azman terus duduk di dekat api unggunnya dan dia tidak lepas dari rokoknya, Azman berusaha memikirkan kenapa kakek tua dari kaum iblis itu membawanya kesitu, Azman tahu jika sosok iblis yang berwujud kakek tua itu ingin mencelakainya pasti sudah dari pertama mereka masuk ke hutan gelap menyerangnya, namun dia malah di bawa ke area itu.
Udara semakin malam semakin dingin dan kini Azman di temani suara - suara jangkrik dan secara samar dia mendengar suara burung hantu.
“Aku tidak mendengar suara kodok disini, besar kemungkinan tidak ada sumber air dekat sini, ada satu hal yang menggangguku, kemarin hujan sangat deras namun entah kenapa daerah ini sangat kering, bahkan kawasan hutan itu juga sangat kering seperti tidak ada hujan yang turun di gunung ini” Ucap Azman berbicara sendirian berusaha menafsir apa yang terjadi saat ini dan juga daerah tempat dia berada.
Bintang semakin jelas terlihat dan dia kini semakin yakin dia ada di alam manusia, atau alamnya sendiri, karena bulan dan bintang itu jelas memperlihatkan wujudnya.
Tepat jam sebelas malam Azman pun memilih untuk masuk ke tendanya, dan sebelumnya dia pun mematikan api unggunnya, kini area itu hanya diterangi cahaya bulan dan bintang saja, tidak ada lagi sumber cahaya dari api unggun.
Azman yang sudah sangat kelelahan saat proses pendakian itu pun langsung lelap dengan tidurnya, dan dia tidak menyadari ada sosok kakek tua yang melayang sepuluh meter di depan tendanya sambil tersenyum melihat ke arah tenda Azman.
“Azman besok hari mu akan penuh rintangan, seberapa kuatmu untuk turun gunung akan melatih fisik dan mental mu menjadi lebih baik, kau manusia yang terpilih untuk menjaga kestabilan dua alam, aku tadinya ingin melatihmu untuk mengetahui mana kaum yang baik dan buruk, namun semoga saja kau dengan ini mengetahui jika tidak semua kaum iblis jahat, dan tidak semua kaum Jin itu baik, kelak kau akan tahu jika kami ini adalah sama” Ucap sosok iblis yang menjelma menjadi kakek tua berbicara sendiri lalu berubah menjadi asap dan menghilang.
Tepat jam lima pagi Azman pun terbangun dari tidurnya, dia pun langsung membasuh wajahnya dengan air mineral miliknya lalu melaksanakan shalat subuh karena waktu sudah hampir habis, dia selesai shalat pun langsung membereskan tenda dan barang - barang lainnya dengan memasukkannya ke tas ransel yang dia bawa.
__ADS_1
“Sudah waktunya aku pergi, sebelum matahari benar - benar bersinar aku harus melangkah turun” Ucap Azman setelah selesai membereskan semuanya dan sudah kembali mengenakan tas ransel di punggungnya.
Waktu menunjukkan jam enam pagi dan Azman mulai berjalan ke arah sisi barat, sisi yang tanpa ada pepohonan apapun juga hanya dipenuhi batuan vulkanis dengan sedikit rerumputan liar.
Azman terus berjalan dengan penuh kepastian dan dia mengikuti jalanan setapak yang dia temukan tanpa kesengajaan.
“Banyak sekali burung disini, sungguh suasana yang berbeda” Ucap Azman yang kini mulai mendengar suara kicauan burung dan dia bisa melihat ada aneka burung yang beterbangan.
Sudah empat jam lebih Azman berjalan, Azman belum tahu seberapa jauh lagi perjalanan pulangnya, dia bahkan merasa jika jalan yang dilaluinya itu jalan tanpa akhir.
Azman yang sudah merasa lelah pun kemudian berhenti dan dia kini berada di persimpangan jalan, Azman duduk di atas tanah sambil bersandar ke sebuah batu lalu mengeluarkan air minumnya dan meminumnya seteguk.
“Dua jalan ini menurun namun aku tidak tahu jalan mana yang harus kupilih, sekarang sudah jam sepuluh pagi dan aku bahkan belum sampai setengah dari gunung ini” Ucap Azman berbicara sendiri sambil menyimpan kembali botol air mineralnya.
Azman yang belum sama sekali memakan apapun dari pagi kemudian mengeluarkan biskuit dari dalam ranselnya dan biskuit ini merupakan makanan padat yang penuh kalori.
“Pak Jaja benar - benar memberikan bantuan saat ini, biskuit padat kalori ini benar - benar membantuku” Ucap Azman sambil mengunyah biskuit padat kalori tersebut.
__ADS_1
Setengah jam berlalu dan Azman merasa jika tubuhnya sudah cukup beristirahat, dia pun langsung berdiri kembali. Azman kemudian memilih jalur sebelah kanan, karena kanan itu akan membawanya ke arah barat.
Jalan yang dilalui Azman pun kini semakin curam dan jalanan yang dilaluinya juga bukan jalanan tanah melainkan jalan berbatu terjal, sehingga dia harus lebih berhati - hati menuruni gunung itu agar tidak terjatuh dan membuatnya terluka.