Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Akhir Desa Terkutuk


__ADS_3

“Pak Azman, mari pak kita kembali dulu ke hutan terlarang, agar bapak bisa beristirahat dulu.” Ucap Pak Jaja yang melihat jika Azman sudah tidak ingin berlama lama disana.


“Iya Pak, kebetulan saya belum shalat Dzuhur Pak, Bapak Bapak saya permisi dulu ya.” Ucap Azman yang langsung melangkah bersama dengan Pak Jaja dan masuk ke dalam salah satu mobil tim sar yang sudah di siapkan di sana.


“Pak Jaja apakah bisa bapak menyimpan orang untuk mengawasi pembangunan desa terkutuk ini.” Ucap Azman setelah mobil itu berjalan dan Pak Jaja jadi pengemudinya karena memang itu mobil Pak Jaja.


“Iya Pak, saya kurang yakin juga, makanya saya mengajak Bapak pergi, nanti saya akan menyimpan beberapa orang di desa terkutuk Pak untuk mengawasi proses pembangunannya.” Ucap Pak Jaja.


“Iya Pak, karena biar bagaimanapun juga kita kan sedang bersosial dan saya tidak ingin ada yang memanfaatkan momen ini.” Ucap Pak Jaja.


“Nah itu dia Pak, saya takutnya jika nantinya proses pembangunannya tidak sesuai dan bangunan yang dibangun ternyata tidak aman maka saya yang akan kecewa karena biar bagaimanapun juga saya sudah berjanji memberikan mereka semua rumah yang bagus dan layak untuk ditempati bukan bangunan asal asalan.” Ucap Azman.


“Benar itu pak, mereka sudah hidup dalam kesengsaraan dan bapak tenang saja saya akan meminta pihak media juga memantau perkembangannya nanti di konferensi pers saya akan menyampaikannya.” Ucap pak Jaja.


“Pak Jaja terima kasih, jika diperlukan maka saya siap untuk membantu semua biayanya kebetulan uang jajan saya sudah di kirim oleh orang tua saya he he he he he he he.” Ucap Azman sambil tertawa ringan.


“Pak Azman, maaf tadi saya mendengarkan pembicaraan telepon anda.” Ucap Pak Jaja.


“Tidak apa apa Pak, toh Bapak juga sudah tahu saya siapa, lagi pula saya yang tidak hati hati karena tidak mengetahui dimana bapak berada.” Ucap Azman.


“Pak Azman, itu beneran uang jajan anda sampai triliunan?.” Tanya Pak Jaja.

__ADS_1


“Itu candaan saya aja Pak sama orang tua saya aslinya tidak pak.” Ucap Azman.


“Memangnya berapa uang jajan bapak setiap bulannya Pak.” Ucap Pak Jaja yang penasaran.


“Paling lima ratus ribu pak, saya ini jarang jajan soalnya.” Ucap Azman sambil tersenyum lebar dan tidak ingin membahas keuangannya.


“Ya sudahlah, maaf jika saya melewati batasan saya, oh iya apakah nanti bapak mau ikut konferensi persnya.” Ucap Pak Jaja.


“Sepertinya tidak pak, orang tua saya tadi menyampaikan agar saya tidak banyak masuk media, karena ini bisa berdampak untuk saya di masa depan juga pak, saya tidak mau jika amalan saya ini jadi gugur pahalanya Pak.” Ucap Azman.


“Anda benar Pak, saya setuju dengan pendapat Bapak itu, nanti biar salah satu pejabat itu saja yang melakukan konferensi persnya.” Ucap Pak Jaja.


“Baiknya saja Pak, saya tidak mau ikut campur, tugas saya kan hanya menyelamatkan mereka saja,oh ya setelah ini kita kemana apa sudah ada tujuan lainnya.” Ucap Azman.


“Jika demikian maka kita pergi bersama saja, saya akan kesana saja setelah ini karena memang tujuan saya kan keliling Indonesia ini, jujur saja pak saya sering nyasar jika di Indonesia.” Ucap Azman.


“Memangnya Bapak selama ini tinggal dimana Pak.” Ucap Pak Jaja.


“Saya lahir di Jakarta Pak, namun saya tidak besar disini, saya besar di luar negeri pak, dan baru kembali kesini lima tahun lalu.” Ucap Azman.


“Gimana jika nanti motornya naikin ke mobil saja dan Bapak ikut saya saja Pak.” Ucap Pak Jaja.

__ADS_1


“Tidak Pak, saya naik motor saya saja, saya lebih suka berkendara dengan motor Pak.” Ucap Azman berbarengan sampainya mereka ke samping tenda yang Azman gunakan.


“Ya sudah, Pak Azman beristirahat saja dulu ya, nanti selesai Ashar kita berangkat, dan jangan khawatir dengan tendanya tidak akan dibongkar dulu kok.” Ucap Pak Jaja.


“Iya Pak, saya mau shalat dan mau tidur sebentar Pak.” Ucap Azman sambil kemudian turun dan melangkah ke mobil toilet umum untuk mengambil wudhu lalu kembali ke tendanya dan melaksanakan shalat Dzuhur yang terlewat.


Azman pun selesai shalat langsung tidur di dalam tendanya sedangkan Daim hanya berdiri menjaga nya saja.


Azman tidak tidur lama melainkan hanya sebentar saja dan sebelum masuk shalat Ashar dia sudah sampai dan membersihkan dirinya di mobil toilet umum lalu membereskan barang barangnya kembali dalam box pannier motornya.


Adzan Ashar berkumandang dan Azman pun kembali memimpin shalat Ashar bersama dengan para relawan dan yang lainnya lalu mereka pun melaksanakan doa bersama sebagai ucapan terima kasih mereka karena telah berhasil menyelamatkan penduduk desa terkutuk itu.


“Saudaraku semua, tidak ada yang dapat saya berikan kepada kalian selain ucapan terima kasih atas kesediaan semuanya untuk membantu saya menyelamatkan penduduk desa yang dikuasai oleh kuntilanak merah, semoga semuanya sehat dan sukses selalu, saya secara pribadi mengucapkan terima kasih dan sampai jumpa di lain kesempatan, mohon maaf saya dan tim sar masih ada tugas sosial lainnya di kabupaten Bandung jadi tidak bisa menyalami kalian semua, terima kasih.” Ucap Azman yang berdiri sedangkan yang lainnya masih duduk kecuali para kameramen yang memang menantikan hal ini setelah tadi saat konferensi pers dilaksanakan oleh tim sar azman sedang pulas tertidur.


Azman langsung berjalan meninggalkan lokasi shalat bersama itu dan dia kembali ke tendanya tanpa menghiraukan banyaknya orang yang ingin berfoto ria lagi dengannya.


“Azman apakah kau yakin mau ikut ke tanah longsor itu, karena disana juga banyak makhluk gaib yang akan mengganggu mu.” Ucap Daim setelah mereka masuk ke dalam tenda dan menutup pintunya.


“Daim lebih baik mereka mengganggu ku dari pada mengganggu orang lain bukan, sudahlah aku perlu bantuanmu untuk hal itu bukankah kau dapat melihat menembus tanah.” Ucap Azman.


“Iya tapi percuma juga soalnya mereka sudah meninggal semuanya, longsornya itu semalam dan jika semalam kita kesana mereka mungkin masih ada yang hidup.” Ucap Daim.

__ADS_1


“Ya sudah tidak perlu untuk di sesali bukankah ini sudah terjadi kita kan tidak bisa menolong semua orang, kita kan mempunyai keterbatasan juga, yang bisa kita lakukan yang tidak bisa ya kita lewatkan saja, aku yakin ini semua kehendak Yang Maha Kuasa.” Ucap Azman.


“Soal itu kau benar dan aku suka dengan pemikiran dewasa mu itu, meskipun kadang kau lebih manja daripada anak kecil.” Ucap Daim


__ADS_2