Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Penunggu Pantai 3


__ADS_3

“Sebelumnya saya ucapkan terima kasih ya Pak, semoga dengan bantuan anda ini di pantai ini  tidak ada lagi hal buruk yang terjadi.” Ucap Pak Deni.


“Sama - sama Pak, semoga saya bisa membantu anda dan warga sini nantinya.” Ucap Azman.


Mereka terus berbincang dan tidak lama kemudian terdengar suara Adzan Isya sehingga mereka bertiga pun kembali masuk kedalam masjid untuk menunaikan ibadah shalat Isya.


Azman dan Azizah yang telah selesai menunaikan ibadah shalat Isya pun langsung kembali ke Villa yang mereka sewa dan sesampainya disana mereka memilih untuk duduk di teras sambil menikmati ombak di pantai yang tidak jauh dari posisi mereka itu.


“Suamiku, apakah kau mengetahui area yang dijadikan kekuasaan kaum ku.” Ucap Azizah.


“Aku mengetahuinya dulu aku pernah menyelamatkan para pendaki yang di masukkan ke dunia kecil milik kaum mu, apakah itu yang terjadi disini?.” Ucap Azman.


“Benar, itu yang terjadi disini namun entah kenapa aku tidak bisa menemukan lokasi tepatnya, yang jelas area laut itu ada yang di jadikan tempat olehnya, kau jangan khawatir karena kaum ku yang ada disini tidak jahat namun sepertinya ini karena manusia yang merusak areanya saja.”  Ucap Azizah.


“Sayangku, hari sudah malam, bisakah kau memasak makanan untuk makan malam kita, agar kau bisa beristirahat lebih cepat, nanti setelah aku bertemu dengan mereka aku mungkin akan berjalan - jalan sebentar di pantai untuk melihat lokasi dimana yang sering ada korbannya.” Ucap Azman.


“Baiklah aku akan memasak makanan terlebih dahulu, sepertinya kau sudah ketagihan masakan ku ya.” Ucap Azizah sambil berdiri.


“Iya sayangku, tidak ada yang lebih nikmat selain masakan mu.” Ucap Azman sambil kembali menyalakan sebatang rokoknya.


Azizah hanya tersenyum mendengar perkataan Azman dan dia pun langsung masuk kedalam villa sedangkan Azman masih duduk disana menikmati suasana malam itu.


“Kemampuan istriku ini benar - benar mulai berkurang, dan benar apa yang di katakan oleh Daim aku sebaiknya tidak membiarkannya bertarung dengan makhluk gaib terlebih dahulu sampai istriku bisa menyesuaikan dirinya dan mengembalikan kemampuannya.” Ucap Azman dalam hatinya.

__ADS_1


Lima belas menit berlalu dan Azman bersama Azizah kini sedang menikmati makan malam mereka di ruang makan yang ada di villa tersebut.


“Istriku, kemampuanmu kini sudah banyak berkurang dan aku yakin ini karena kau menikah dengan ku.” Ucap Azman setelah mereka berdua selesai menikmati makan malam mereka namun masih berada di ruang makan.


“Sepertinya begitu, sejujurnya aku sedikit tidak nyaman dengan hal ini karena aku jadi tidak bisa membantumu.” Ucap Azizah yang nampak bersedih.


“Istriku, aku menikahimu bukan karena kemampuanmu, namun karena keyakinan ku bisa selalu bersama mu sampai ajal ku nanti.” Ucap Azman sambil memandang hangat wajah Azizah.


“Terima kasih suamiku, dan aku sudah menanyakan hal ini ke ayah ibu ku bahkan ke paman Daim, kata mereka ini karena penyesuaian akibat aku yang menikah dengan mu serta dampak aku yang selama ini tidak pernah lama di dunia manusia ini.” Ucap Azizah.


“Itu benar, jadi mulai malam ini aku minta bantuanmu untuk tidak ikut serta jika aku melawan makhluk gaib ya, kau tidak perlu khawatir jika sangat darurat maka aku akan minta Daim datang membantuku.” Ucap Azman.


“Suamiku, aku masih mampu dan aku akan berjuang bersama mu, aku tidak akan membiarkan ada hal buruk yang terjadi padamu.” Ucap Azizah.


“Assalamualaikum, Pak Azman.” terdengar suara Pak Deni di luar villa itu.


“Walaikumsalam, sebentar Pak.” Ucap Azman sambil berdiri.


“Baiklah suami ku namun jika ada yang benar - benar darurat panggillah aku, aku akan membantumu dan jangan sampai aku menyesal karena tidak bisa menolongmu disaat kau membutuhkan bantuan ku, kau pergilah temui mereka, aku akan membereskan ini dan beristirahat setelah ini.” Ucap Azizah.


“Terima kasih istiku.” Ucap Azman sambil melangkah meninggalkan ruang makan dan langsung menuju teras menemui Pak Deni dan ternyata Pak Deni datang bersama dua orang pria seusinya.


“Silahkan Duduk Pak.” Ucap Azman mempersilahkan mereka bertiga untuk duduk di kursi teras itu.

__ADS_1


Mereka bertiga pun langsung duduk dan saling mengenalkan diri mereka, ternyata dua orang yang bersama dengan Pak Deni adalah para petugas keamanan pantai yang sudah bekerja puluhan tahun, sehingga mengetahui dengan baik kondisi pantai itu.


Keduanya pun menceritakan semua yang mereka ketahui dan pengalaman - pengalaman mereka selama bekerja menjadi petugas keamanan pantai itu termasuk kisah misteri yang mereka alami sendiri.


“Sebaiknya kita ke lokasi yang suka di jadikan lokasi renang malam itu Pak, saya sedikit penasaran karena hanya disana saja bukan yang suka ada korbannya.” Ucap Azman sambil berdiri.


“Benar Pak, jika demikian mari kita kesana.” Ucap Pak Deni yang ikut berdiri demikian juga dua orang  pria lainnya.


Azman dan mereka bertiga pun langsung berjalan meninggalkan villa itu dan mereka berjalan keluar dari area penginapan menuju ke arah pantai umum yang letaknya kurang lebih lima ratus meter dari lokasi penginapan itu.


“Pak Deni, disini malam pun masih cukup ramai ya, ini benar - benar pantai wisata.” Ucap Azman yang melihat masih ada banyak orang di pantai dan dia sedikit bersyukur menginap di villa yang memiliki area pantai sendiri.


“Benar Pak, wisatawan tidak ada habisnya namun ini tidak seramai dulu Pak, dulu sangat ramai namun entah kenapa sekarang sedikit berkurang, mungkin karena sudah banyak pantai yang di kelola di selatan jawa ini.” Ucap Pak Deni.


“Itu mungkin saja Pak, apa lokasinya masih jauh?.” Ucap Azman karena mereka sudah berjalan cukup lama di pinggir pantai namun belum sampai juga.


“Seratus meter lagi Pak, di belakang batu karang besar itu lokasinya, disana sedikit tersembunyi sehingga banyak yang memilih berenang disana, padahal sudah ada plang larangan namun masih saja ada yang melanggarnya.” Ucap Pak Deni.


Azman hanya mengangguk dan melihat sekelilingnya dimana banyak orang yang duduk di pantai menikmati suasana malam pantai yang sangat menenangkan pikiran itu.


Tidak lama kemudian mereka pun sampai di tempat yang mereka tuju dan benar saja lokasi itu memiliki area yang tidak terlihat dari jalan raya sehingga nyaman untuk orang berenang disana, di tambah lagi disana pantainya lebih landai dan juga di kelilingi oleh batu karang yang cukup besar sehingga sudah seperti kolam renang.


Tidak ada ombak yang memasuki area itu karena batu karang yang melindungi area tersebut, Azman sendiri mulai mengawasi area itu dengan seksama dan dia merasakan ada aura gaib yang sangat kental disana.

__ADS_1


__ADS_2