Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Kuburan tengah hutan 1


__ADS_3

"Azman sebaiknya kau pergi dari sini sekarang agar kita bisa shalat Dzuhur di desa yang berbeda" ucap Daim yang baru berbicara lagi setelah dari tadi hanya diam jadi penonton.


"Pak Azman ini kunci motornya, dan ini helm bapak, sengaja saya bawa masuk karena kebiasaan saya pak, jika setelah parkir motor membawa helmnya masuk" ucap Pak Umar yang sudah datang kembali.


"Terima kasih Pak, jika demikian saya permisi dulu, karena barusan saya mendapatkan panggilan lagi" ucap Azman sambil berdiri menerima kunci motor dan juga helm nya.


"Hati hati di jalan Pak, dan terima kasih atas bantuan bapak" ucap Pak Jaja dengan sangat sopan.


"Pak Azman terima kasih untuk bantuan yang bapak berikan" ucap Pak Umar dengan sangat sopan juga.


"Sama sama Pak, mohon di maafkan jika ada salah salah kata atau jika ada tindakan saya yang menyinggung bapak bapak, mohon sampaikan permohonan maaf saya karena tidak berpamitan dengan rekan rekan yang lain" ucap Azman sambil kemudian menggunakan helm nya lalu melangkah keluar dari dalam tenda itu.


"Iya pak, kami akan menyampaikannya" ucap Pak Jaja sambil mengantarkan kepergian Azman.


Ternyata di luar anggota Tim SAR sudah membentuk pagar betis dan para wartawan juga terlihat ada di belakang mereka dengan kamera yang sudah menyorot ke arah motor Azman.


Azman langsung menaiki motornya dan menyalakannya kemudian meninggalkan lokasi itu, hal ini di rekam dan di siarkan secara langsung oleh media televisi dengan headline berita "sang penyelamat idaman meninggalkan lokasi".


Pak Jaja, Pak Umar dan semua orang disana melihat kepergian Azman dengan perasaan yang campur aduk, karena di satu sisi mereka susah melepas kepergian Azman yang selain berbudi baik kepada mereka, Azman juga berhati baik.


Azman sangat meninggalkan kesan mendalam untuk semua Anggota Tim SAR dan juga pihak media dan juga anggota kepolisian serta anggota TNI yang ada disana.


"Azman kita lewat jalan pedesaan saja, nanti tembusnya di pinggir pantai lagi kok, di depan belok kiri saja" Daim yang di bonceng oleh Azman.


Azman kemudian mengikuti arahan Daim dan berbelok ke kiri, jalan itu jalan berbatu dan hanya merupakan jalan setapak saja selebar dua setengah meter.


"Sebenarnya ada apa? Kenapa kita melewati lereng hutan seperti ini, dan disini tidak ada penduduk juga." Ucap Azman sambil terus mengendalikan laju motornya karena kontur jalanan yang sangat membutuhkan keterampilannya.


"Sudah tidak perlu khawatir akan apapun, namun jika bisa percepat saja sedikit agar bisa lebih cepat keluar dari hutan ini" ucap Daim.

__ADS_1


Azman tidak berbicara lagi melainkan mempercepat laju motornya itu.


Hampir satu jam mereka melintasi jalan setapak itu dan kini mereka sudah sampai di sebuah desa kecil yang sangat menyeramkan karena selain letak desa itu masih di dalam hutan, di kiri dan kanan jalan sebelum desa itu berderet kuburan kuburan yang jika di lihat usia kuburan di kiri dan kanan jalan itu sudah sangat tua.


"Daim apa ini tujuan mu" ucap Azman sambil melihat beberapa sosok menyeramkan yang ada di atas pepohonan.


"Bukan makhluk terkutuknya melainkan ada dua orang  yang memerlukan pertolongan, jadi ada dua orang pengendara motor trail yang tersesat dan masuk ke desa ini, mereka melihat jika ini adalah pedesaan jadi berhenti di sini.


 Kau harus hati hati, rumah rumah penduduk ini adalah ilusi, aslinya semuanya adalah kuburan saja tidak ada rumah apapun" ucap Daim  menjelaskan serta mengingatkan sambil masuk ke tubuh Azman.


"Hebat sekali sosok disini berarti, bisa membuat ilusi seperti ini, lalu yang mana biang keroknya biar kita musnahkan lebih dulu" ucap Azman sambil memarkirkan motornya di samping dua motor trail jenis kawasaki KLX 250 cc yang sudah terparkir lebih dulu.


"Lihatlah mereka, sedang asyik di warung itu, sama seperti mu waktu itu milik kuntilanak itu bukan" ucap Daim yang sudah ada di dalam tubuh Azman.


"Iya benar, tapi akan susah untuk menghancurkan kuntilanak itu dengan adanya dua orang itu, ini dilema, satu sisi kita mau menolong mereka, satu sisi lainnya mereka bisa menyerang ku juga" ucap Azman dalam hatinya sambil mengganti sepatunya dengan sepatu yang biasa dia gunakan dan dia menyimpan kembali sepatu boot karetnya.


"Oke" ucap Azman dalam hatinya sambil mengeluarkan pisau kecilnya lalu memotong pohon bambu yang masih seukuran jari manisnya sepanjang satu meter lebih.


"Waktunya pembersihan" ucap Azman dalam hatinya sambil melangkah berjalan ke rumah yang paling jauh dari lokasi parkirnya.


Sosok sosok menyeramkan terlihat jelas di depan rumah yang di dekati oleh Azman dan meskipun begitu tidak mundur.


Sosok itu bertubuh mirip manusia namun badannya sangat besar dan tingginya lebih dari dua meter dengan rambut acak acakan.


Bau mayat yang sangat pekat tercium oleh Azman saat dia mendekati sosok menyeramkan itu.


Azman yang sudah semakin dekat dengan sosok itu melihat jika sosok itu matanya semuanya merah dan mengeluarkan darah segar yang mengalir membasahi badan hingga menetes ke tanah.


"Makhluk terkutuk ini pemimpin dari semua makhluk terkutuk disini" ucap Daim yang terdengar di telinga Azman.

__ADS_1


Azman melihat jika dari pipi, leher dan bagian tubuh lain makhluk menyeramkan itu keluar belatung yang langsung jatuh ke tanah.


Bau mayat yang semakin menyengat semakin tercium oleh Azman dan Azman yang sudah tidak kuat langsung mengayunkan bambu panjang yang dia bawa ke arah makhluk itu tepat mengenai leher makhluk menyeramkan itu.


Bambu Azman merupakan bambu hijau yang memang cukup banyak tumbuh di pedesaan maupun hutan.


Aaaaaaaaaaaaaaaaarg terdengar suara makhluk menyeramkan itu saat bambu Azman berkali kali mengenainya.


Azman terus menerus memukuli makhluk menyeramkan itu dengan bambu hijau yang dia pegang.


"Azman berhenti bercanda, pukul kepalanya dengan keras" ucap Daim.


Azman langsung kembali mengayunkan bambu hijau itu dan tepat mengenai kepala makhluk menyeramkan itu sehingga makhluk menyeramkan itu kembali mengerang kesakitan dan hancur.


"Daim kenapa dia tidak menyerang ku malah diam saja saat aku serang" ucap Azman dalam hatinya.


"Karena dia hanya kuat di malam hari saja, jadi dia sangat lemah di siang hari" ucap Daim.


Azman melihat jika kini semua rumah itu menghilang dan ternyata dia berdiri di atas sebuah kuburan yang nisannya terbuat dari batu.


Satu sosok hitam berdiri satu meter di belakang Azman dan tampak sangat marah ke Azman.


Sosok itu melayang setengah meter di atas sebuah makam persis.


"Azman di belakang mu" ucap Daim 


Azman langsung memutar badannya sambil mengayunkan bambu hijau itu namun sosok menyeramkan itu tidak diam seperti yang pertama melainkan berusaha untuk mencekik Azman.


Tapi Azman lebih cepat dan bambu hijau itu tepat mengenai kepala sosok hitam besar itu hingga sosok itu hancur dan menghilang dari pandangan Azman.

__ADS_1


__ADS_2