
“Pak Azman, bisa saya ikut ke sumur keramat itu.” Ucap Pak Tatang.
“Tentu saja Pak, anda bisa menemani kami berdua. Jika demikian saya akan memindahkan mobil saya terlebih dulu ke bagian belakang desa, nanti kita bertemu di depan rumah itu saja Pak.” Ucap Azman.
Azman dan Azizah kemudian berdiri dan langsung berjalan meninggalkan lokasi itu, mereka berdua langsung berjalan ke arah mobil lalu memasukinya, Azman pun menjalankan mobilnya perlahan, memasuki desa itu untuk menuju ke lokasi yang di inginkan oleh Azizah.
“Suamiku, ini pihak kepolisian sudah sebanyak ini, namun masih ada yang berbuat konyol, bisa jadi nanti malam akan ada yang berbuat serupa, aku tidak ingin tidurku terganggu dengan perbuatan manusia berhati busuk.” Ucap Azizah.
“Iya aku juga sama, semoga malam ini kita bisa tidur dengan nyenyak ya.” Ucap Azman sambil terus mengendalikan mobil jeepnya itu.
“Sayangku, apakah selama ini kau selalu membantu orang lain seperti ini.” Ucap Azizah.
“Sayang, aku dulu tidak bisa sama sekali melihat atau merasakan makhluk lain selain manusia, namun Yang Maha Kuasa memberikan ku kemampuan ini, aku merasa jika inilah jalan yang harus aku lalui, aku tidak bisa berpangku tangan melihat ada musibah atau melihat adanya gangguan dari makhluk - makhluk terkutuk seperti itu.” Ucap Azman.
“Apa yang kau lakukan ini bagus dan aku akan selalu mendukungmu sampai kapan pun juga.” Ucap Azizah.
“Terima kasih istriku, ini kenapa aku tidak bisa merasakan kaum mu yang ada di pohon beringin tua itu ya.” Ucap Azman yang kebetulan mereka sedang melintas di depan pohon beringin tua itu.
__ADS_1
“Itu karena dia sedang tidak ada di pohon beringin aku sudah berusaha menghubunginya namun tidak bisa juga, mungkin dia sedang ada di dunia kecilnya, sehingga aku tidak bisa berkomunikasi dengannya.” Ucap Azizah.
“Desa ini begitu sunyi dan tenang namun ternyata memiliki banyak permasalahan, ya meskipun permasalahannya datang dari luar akibat harta yang ada disini.” Ucap Azman.
Tidak terlalu lama untuk Azman memarkirkan mobilnya di belakang desa itu, dan mereka berdua pun langsung turun lalu berjalan menuju ke rumah yang akan mereka selidiki, yaitu rumah para pelaku kontrak dengan makhluk di jurang kematian.
“Pak Azman dan Ibu sudah kembali, mari ikut dengan saya untuk masuk kedalam.” Ucap Pak Danu yang berdiri di depan sebuah rumah besar yang sudah di pasang garis polisi.
“Sebentar Pak, ini rumahnya begitu besar dan saya lihat jika hanya rumah ini saja yang memiliki mobil bahkan sampai dua seperti ini, Pak Tatang apakah mobil - mobil ini selalu mereka gunakan setiap harinya.” Ucap Azman sambil menunjuk ke arah garasi mobil yang memang ada dua unit mobil disana.
“Mobil - mobil ini hanya keluar di malam hari Pak, dan sebelum subuh sudah kembali lagi, entah mereka kemana, kami tidak pernah mengetahuinya dan juga tidak pernah menanyakan kepada mereka juga.” Ucap pak Tatang.
“Baik Pak, sebentar saya akan meminta anak buah saya yang memang ahli dalam pelacakan kendaraan dan pemeriksaan kendaraan, biar dia saja yang memeriksa kedua mobil itu.” Ucap Pak Danu yang tidak lama kemudian langsung melangkah meninggalkan lokasi itu.
“Anda sangat jeli Pak, oh iya saya akan menunggu disini kok, dan tidak akan ikut masuk kedalam, saya tidak suka dengan bau menyengat dari belakang rumah ini.” Ucap Pak Tatang.
“Bau menyengat dari belakang rumah, bisakah anda perjelas lagi Pak.” Ucap Azman.
__ADS_1
“Iya, seperti anda bisa lihat, rumah ini memiliki halaman belakang yang berpagar rapat, kami warga desa ini biasa mencium bau kotoran kelelawar, dan ada banyak kelelawar hitam yang berkeliaran di atas tanah itu, mungkin mereka memang memeliharanya.” Ucap Pak Tatang.
“Jadi seperti itu, dan kebetulan racun yang mereka gunakan memang racun dari kelelawar Pak.” Ucap Azizah yang ikut berbicara.
“Nanti kami akan memeriksanya, dan jika memang ada hal yang membahayakan disana maka biar di bersihkan saja nanti oleh pihak kepolisian, saya minta bantuan bapak, untuk penduduk tidak perlu tahu semua detailnya Pak, biarkan mereka hanya mengetahui bagian - bagian intinya saja seperti besok kita akan menjelajah Gua Kematian.” Ucap Azman.
“Iya Pak, tadi beberapa warga desa menanyakan perkembangannya dan saya sampaikan jika di Jurang Kematian sudah tidak ada lagi makhluk gaib karena sudah anda bereskan semuanya.” Ucap Pak Tatang yang bersamaan dengan kembalinya Pak Danu kesitu.
“Saya sudah memerintahkan anak buah saya, mari kita masuk kedalam, namun Pak Azman dan Ibu mohon kenakan sarung tangan karet ini ya, agar tidak ada sidik jari anda yang tertinggal disana, dan jika ada yang hendak anda buka atau bongkar maka tolong kabari kesaya, biar saya saja yang melakukannya.” Ucap Pak Danu sambil memberikan sepasang sarung tangan karet ke Azman dan sepasang sarung tangan karet ke Azizah.
“Iya Pak, saya akan mengingatnya, kami hanya ingin melihat dengan kasat mata saja dulu Pak.” Ucap Azman sambil mengenakan sarung tangan karet itu dan demikian juga dengan Azizah.
“Jika sudah dipakai mari kita masuk, Pak Tatang mohon tunggu sebentar ya.” Ucap Pak Danu dan dengan sigap petugas kepolisian langsung mengangkat garis polisi itu agar mereka bertiga bisa melewatinya,
Mereka langsung masuk kedalam rumah itu dan satu persatu ruangan di masuki oleh Azman dan juga Azizah untuk mencari alat yang bisa dijadikan sebagai barang bukti atau yang bisa menerangkan apa yang akan para pelaku kerjakan.
Setengah jam berlalu dan tidak ada satupun yang mereka temukan di rumah itu karena Azman dan Azizah benar - benar tidak menyentuh apapun namun hanya mondar mandir keluar masuk satu ruangan dan ruangan lainnya saja.
__ADS_1
“Pak Danu, kita lanjutkan ke bagian belakang saja tidak ada yang bisa saya temukan di dalam rumah ini dan informasi dari Pak Tatang suka ada banyak kelelawar hitam di belakang rumah ini, dan saya rasa itu pintu masuknya.” Ucap Azman sambil menunjuk ke arah sebuah pintu yang memang merupakan satu - satunya pintu yang belum mereka buka sejak pertama masuk ke rumah itu.
“Baik Pak, jika demikian mari kita kesana, setidaknya saya sudah berhasil menemukan delapan telepon seluler dengan dua puluh kartu simnya.” Ucap Pak Danu sambil memperlihatkan sebuah kantong plastik yang memang sudah berisi delapan telepon seluler serta beberapa kartu sim juga nampak ada di dalam kantong plastik bening itu.