Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Gunung Gelap Garut 16


__ADS_3

“Bagus, aku suka ini ini, kau sudah sangat pintar mengambil keputusan dengan cepat.” Ucap Pak Jaja.


“Jika demikian mari kita kesana sekarang saja, jadi saat mereka berangkat mengangkat semua jenazah kita juga bisa langsung jalan bukan.” Ucap Azman.


“Komandan kami mohon izin dulu, Pak Azman mari kita berangkat.” Ucap Perwira kepolisian itu sambil berdiri demikian juga dengan Perwira dari TNI serta Azman yang langsung mengambil tasnya dan langsung memakainya.


“Pak Jaja, saya permisi dulu ya, jangan sungkan menghubungi saya jika ada hal yang membutuhkan bantuan saya malam ini.” Ucap Azman sambil berjabat tangan dengan Pak Jaja.


“Baik Pak, anda berhati - hati di perjalanan dan kami akan menunggu kepulangan anda kesini besok pagi.” Ucap Pak Jaja.


“Terima kasih, Bapak - Bapak mari kita mulai perjalanan kita.” Ucap Azman dan mereka pun langsung meninggalkan tenda komando itu.


Mereka bertiga pun berjalan ke arah lokasi dimana jenazah itu ditemukan dan Daim tidak ikut berjalan melainkan melayang jauh di atas Azman.


“Daim kenapa kau melayang di atas seperti itu.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.


“Lebih baik aku melayang seperti ini, jadi pengawasanku lebih baik, sudah kau lanjutkan saja, karena aku tidak bisa menuju puncak gunung juga sebelum tugas mu selesai.” Ucap Daim yang hanya terdengar oleh Azman seorang.


“Pak Azman, semuanya berkumpul di bawah, karena setelah kami lakukan pengecekan jalur untuk menuju puncak ada di atas.” Ucap Perwira kepolisian dan saat ini mereka berada di jalan yang menuju ke bawah dan area itu merupakan area yang terpasang garis polisi namun beberapa anggota kepolisian dengan sigap langsung membukakan jalan untuk mereka bertiga.


“Baik, mari kita pergi ke bawah.” Ucap Azman sambil melangkahkan kakinya menuju jalanan yang mulai menurun dan diikuti oleh kedua perwira kepolisian itu.

__ADS_1


Azman terus melangkah dan akhirnya dia pun kembali sampai di lokasi semua jenazah itu berada, disana juga terlihat jika banyak anggota Kepolisian dan TNI yang sudah berbaris siap untuk berangkat menuju lokasi yang akan ditunjukkan oleh pelaku tersebut.


“Pak Azman itu pelakunya.” Ucap Perwira kepolisian sambil menunjuk seorang pria usia empat puluh tahunan yang sedang diborgol kedua tangannya dan terlihat beberapa anggota kepolisian bersenjatakan laras panjang menjaganya.


“Jadi dia pelakunya, wajahnya cukup tenang dan ini menunjukan ada yang dia sembunyikan,  jadi sebaiknya kita langsung melanjutkan perjalanan kita saja ya.” Ucap Azman.


“Pak Azman, apakah ini hal yang membahayakan untuk kita?.” Perwira kepolisian itu bertanya ke Azman dengan wajah yang terlihat cukup khawatir.


“Tenang saja, jika lawannya manusia maka itu bagian kalian, jika lawannya adalah makhluk gain maka akan jadi bagianku, aku sangat yakin orang ini memiliki kartu As yang akan digunakan.” Ucap Azman.


“Terima kasih Pak Azman, sebentar saya perintahkan anggota saya untuk membawa mereka semua jenazahnya saja dulu.” Ucap Perwira kepolisian.


“Silahkan Pak.” Ucap Perwira kepolisian dan Azman pun langsung melangkah menuju batu besar yang dia tuju dan mendudukinya.


Perwira kepolisian itu sendiri langsung menemui anak buahnya dan memerintahkan agar proses evakuasi segera dilaksanakan, disana kini tidak lagi ada jenazah melainkan ada banyak kantong jenazah yang sudah terisi oleh jenazah - jenazah itu.


Sementara itu Perwira dari TNI itu pun kini menemui anak buahnya dan terlihat berbincang dengan mereka.


Satu persatu kantong jenazah itu diangkat oleh  anggota kepolisian serta anggota TNI yang memang sudah mendapatkan perintah untuk ini, mereka pun langsung meninggalkan tempat itu  bersama sama.


“Pak Azman, apakah anda sudah siap, dan kita akan berjalan di depan rombongan atau di belakang rombongan ya.” Ucap Perwira kepolisian yang sudah mendatangi Azman setelah semua kantong jenazah terangkat.

__ADS_1


“Azman kalian di belakang saja, biarkan saja mereka di depan ya.” Ucap Daim yang kembali hanya terdengar oleh Azman dan Daim tiba - tiba muncul di belakang Azman namun masih melayang dengan jarak lima meter di atas tanah.


“Saya akan di belakang saja Pak dan mengikuti kalian pastinya, silahkan anda di depan rombongan tidak masalah, saya membawa radio komunikasi jalur tim sar jadi jika ada apa apa, anda bisa menghubungi saya bukan.” Ucap Azman yang mengikuti saran dari Daim.


“Baik Pak, jika demikian maka saya akan berjalan di depan saja, jika ada masalah maka saya akan mengabari anda.” Ucap Perwira dari kepolisian itu.


“Sebentar, ada berapa orang ini yang ikut berangkat dengan kita aku lihat ini sangat banyak orang yang ikut, apakah ini tidak akan merepotkan perjalanan kita.” Ucap Azman.


“Pak Azman, dari kami kepolisian ada lima puluh orang dan dari TNI ada dua puluh yang akan ikut serta, ini terlihat banyak karena mereka yang akan kembali ke kemah tim sar masih bergabung dengan kita.” Ucap Perwira dari kepolisian itu.


“Oke, tujuh puluh orang sudah cukup banyak menurutku, silahkan dimulai perjalanannya dan saya akan mengikuti di belakang saja, jangan lupa kabari saya jika ada hal yang mencurigakan jika berkaitan dengan makhluk gaib.” Ucap Azman sambil mengambil kembali ransel yang sudah dia lepas dan sempat di letakkan di sampingnya.


Perwira kepolisian itu pun kemudian meninggalkan Azman dan menemui anak buahnya yang sudah siap berangkat lalu mereka pun mulai meninggalkan lokasi itu namun tidak semua orang disana karena sebagian besar kini mulai naik kembali untuk menuju lokasi kemah tim sar.


Azman pun mengikuti rombongan itu namun dia tidak berjalan dekat melainkan dia menjaga jarak sampai dua puluh meter ini dikarenakan Daim berjalan di sampingnya dan alasan utamanya dia tidak ingin ada yang mendengar pembicaraannya dengan Daim.


“Azman, goa yang dia bilang itu aku tidak bisa melihat isinya atau memasukinya, dan ada beberapa lokasi juga di atas yang tidak bisa aku kunjungi di gunung ini.” Ucap Daim.


“Daim bisakah kau perjelas lagi, apakah ada kekuatan mistik yang sangat kuat sampai kau Jin terkuat saja bisa kalah.” Ucap Azman berbicara pelan namun terdengar oleh Daim dan Azman tetap menjaga agar dia terus berada agak jauh dari rombongan itu.


“Jadi begini di bumi ini memang ada sebagian tempat tersegel yang tidak bisa kami masuki, namun untuk mu manusia tidak masalah, makanya aku membutuhkan bantuanmu untuk merusak segel tersebut, segel itu biasanya ada lima atau tujuh titik, selama kau bisa merusak satu maka sudah bisa dipastikan jika aku bisa bekerja sebagai pengawal pribadimu lagi.” Ucap Daim menjelaskan semua yang dia ketahui

__ADS_1


__ADS_2