Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Membeli Rumah 2


__ADS_3

Azman dan Azizah pun kemudian mengikuti Dania masuk ke dalam rumah itu dan Dania pun memperlihatkan semua bagian rumah besar itu tanpa terkecuali, terlihat jelas oleh Azman jika Azizah menyukai rumah tersebut.


Selain bagian dalam, Dania pun memperlihatkan bagian - bagian luar dari rumah tersebut dan selain ada taman di belakang rumah itu juga ada kolam ikan dan kolam renang yang berseberangan, kolam renangnya juga cukup tersembunyi karena di pagar oleh pepohonan yang cukup rapat mirip dengan kolam renang di villa yang sebelumnya mereka.


Azman dan Azizah pun kemudian di ajak Dania untuk duduk di kursi yang ada di taman belakang tersebut untuk membahas pembelian rumah itu.


“Jadi Mas Azman dan Mba Azizah, apakah kalian tertarik dengan rumah saya ini?.” Tanya Dania.


“Bagaimana Istriku, apakah kau menyukai rumah ini, jika kau menyukainya maka aku akan membelikannya untuk mu.” Ucap Azman.


“Aku suka rumah ini, suasananya mirip dengan villa yang kemarin kita sewa, tapi rumah sebesar ini pastinya bernilai tinggi ya, dan kenapa Mba Dania menjual rumah ini ya?.” Ucap Azizah.


“Rumah ini tadinya saya bangun untuk menjadi hadiah bagi kedua orang tua saya, namun hingga hari terakhir mereka belum bisa menempati rumah ini, kedua orang tua saya meninggal dunia sebelum rumah ini jadi sempurna tepatnya, oleh karena itu saya memutuskan untuk menjualnya saja.” Ucap Dania yang terlihat sedikit berlinang air mata.


“Mohon maaf jika kami membuatmu teringat dengan kepergian kedua orang tuamu, dan kami turut berduka ya dengan kepergian kedua orang tuamu.” Ucap Azizah.


“Tidak masalah, lagi pula itu sudah dua tahun yang lalu, dan sudah dua tahun juga rumah ini kosong, saya hanya kesini untuk bebersih saja, jadi harap maklum ya jika rumah ini sedikit berantakan.” Ucap Dania.

__ADS_1


“Mba Dania, apakah anda memiliki kenalan notaris untuk mengurus akta jual beli tanah dan rumah ini, kami berdua ini kan bukan asli sini jadi tidak ada yang kami kenal disini selain anda.” Ucap Azman.


“Mas Azman, ada kenalan saya yang seorang notaris, dan kita bisa pakai jasa dia saja yang kebetulan juga saat ini sertifikat rumah ini saya simpan disana, lalu apakah harganya sudah sepakat?.” Ucap Dania.


“Harga tidak masalah, saya sepakat dengan harga yang mba minta tadi saat kita berkeliling, jadi bisa anda panggil kawan anda itu kesini apa kita yang harus kesana?.” Ucap Azman.


“Saya akan memanggilnya saja, dan Mas Azman serta Mba Azizah bisakah saya meminjam kartu tanda penduduk anda dahulu, hendak saya photo lalu kirim ke notaris jadi dia bisa menyiapkan berkas - berkasnya dan nanti hanya tinggal kita tanda tangani saja disini.” Ucap Dania.


Azman hanya mengangguk dan langsung mengeluarkan kartu tanda penduduknya demikian juga dengan Azizah lalu memberikannya ke Dania, Dania pun langsung memphoto kedua kartu tanda penduduk itu dan juga kartu tanda penduduknya lalu mengirimkannya melalui pesan singkat ke kawannya yang notaris dan mengembalikan kartu tanda penduduk milik Azman dan Azizah.


“Mba Dania berapa nomor rekening anda biar saya transferkan saja uangnya, saya malas jika harus ke Bank untuk melakukan penarikan uang.” Ucap Azman sambil mengambil telepon selulernya dan Dania pun kemudian memberikan sebuah kartu yang bertuliskan nomor rekeningnya.


“Mba Dania, semuanya sudah saya transferkan ya, termasuk dengan biaya surat - suratnya, dan tolong sampaikan ke kawan anda untuk surat - surat rumah ini gunakan nama istri saya saja ya.” Ucap Azman sambil mengembalikan  kartu yang bertuliskan nomor rekening itu dan menyimpan kembali telepon selulernya.


“Baik Mas, terima kasih ya.” Ucap Dania sambil menerima kartunya itu dan kemudian dia melihat aplikasi perbankan di telepon selulernya untuk memastikan jika transferan itu sudah berhasil.


“Oh Iya, apakah Mba Dania ada kenalan orang yang bisa membantu kami untuk membersihkan rumah ini, karena jika kami berdua harus membersihkan sendirian saat ini, kami tidak akan mampu.” Ucap Azman.

__ADS_1


“Mas Azman jangan khawatir, saya akan minta karyawan saya untuk kesini membereskan rumah ini, baik bagian dalam maupun bagian luarnya, akan tetapi jika menurut saya kemungkinan baru malam rumah ini siap untuk di tempati.” Ucap Dania.


“Baguslah jika demikian, kira - kira berapa lama notarisnya akan tiba ya.” Ucap Azman yang melihat jam tangannya dan sudah jam sepuluh pagi sedangkan dia dan Azizah belum beristirahat sama sekali sejak kemarin.


“Perkiraan saya sepuluh sampai lima belas menit Mas, apakah Mas dan Mba nya ada acara.” Ucap Dania.


“Tidak namun kami dari kemarin belum beristirahat jadi kami hendak mencari penginapan terlebih dahulu untuk bisa beristirahat, apa bisa saya percayakan untuk merapikan rumah ini kepada anda saja.” Ucap Amzan.


“Tentu saja bisa “as, anda jangan khawatir saya akan merapikan rumah ini dengan maksimal, dan jika anda berdua mau bisa beristirahat di rumah saya saja, jadi tidak perlu mencari penginapan.” Ucap Dania menawarkan bantuannya.


“Terima kasih Mba, namun kami biar di penginapan saja.” Ucap Azizah yang tidak ingin berhutang apapun kepada Dania.


“Tentu tidak masalah, dekat sini ada penginapan yang bagus, malah tidak terlalu jauh juga lokasinya.” Ucap Dania.


Tidak terasa lima belas menit berlalu dan sang notaris yang di tunggu pun tiba dengan membawa semua berkas jual belinya, Azman dan Azizah pun langsung menanda tangani semua berkas itu, kini mereka sudah sah menjadi pemilik dari rumah besar tersebut.


Azman dan Azizah pun setelah membereskan semua berkas jual beli itu langsung menuju penginapan yang memang hanya berjarak lima ratus meter dari sana dan keduanya pun langsung pulas dengan tidur mereka setelah keduanya mengisi perut mereka tentunya.

__ADS_1


Sementara itu Dania yang merupakan seorang pengusaha desain interior langsung memanggil semua anak buahnya dan membereskan rumah besar yang kini menjadi milik Azman tersebut, cukup banyak anak buah dari Dania yang ikut membereskan rumah itu, ada sembilan puluh orang yang terlibat dalam hal ini.


Dania tidak hanya membersihkan rumahnya namun dia juga mengecat ulang dan membelikan furniture baru untuk Azman dan Azizah, ini dia lakukan karena dia tidak keluar uang untuk pengurusan surat menyurat jual beli rumah itu yang nilainya sangat besar, rumah itu sendiri laku dia jual dengan nominal lima miliar rupiah dan biayanya pengurusan suratnya itu juga tidak sedikit sehingga Dania merasa jika uang yang seharusnya dia keluarkan itu dia gantikan dengan mengecat ulang dan memberikan furniture sebagai hadiah untuk Azman dan juga Azizah.


__ADS_2