Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Desa di tengah lembah 1


__ADS_3

“Baik Pak, rencana saya juga demikian, oh iya saya akan menunggu di mobil saja ya Pak, acara seperti ini saya kurang nyaman.” Ucap Azman sambil berdiri dan menyimpan kartu nama tersebut di saku celananya.


“Pergilah, aku akan segera menyusul sebentar lagi, dan jangan lupa hubungi istrimu, tanya perkembangan di dokter kandungan seperti apa.” Ucap Pak Jaja.


Azman hanya mengangguk dan langsung berjalan menuju arah pintu keluar, dia terus berjalan dan kemudian masuk ke dalam mobil lalu menghidupkannya, dengan tujuan agar bisa tetap adem di dalam mobil.


Azman pun mengambil telepon selulernya yang dari tadi dia hanya dalam mode getar saja, dan melihat jika ada beberapa panggilan tidak terjawab dari Azizah sehingga dia pun langsung menghubungi Azizah melalui panggilan telepon video.


“Suamiku, sudah santai ya, alhamdulillah, Allah Subhanahu Wa Ta’ala benar sudah menitipkan seorang anak kepadaku, aku benar - benar bahagia.” Ucap Azizah memulai percakapan telepon video tersebut dan Azizah nampak sangat bahagia.


“Alhamdulillah, maafkan aku yang tidak menemani mu ya, ini acaranya intinya baru selesai, dan dimana kau saat ini sayangku.” Ucap Azman yang melihat Azizah seperti berada di restoran.


“Aku ada dekat malioboro sekarang, tadi selesai dari dokter langsung kesini bersama Ibu, ini ibu mengajak aku mencoba maka masakan khas Yogyakarta, tapi Ibu sedang ke kamar kecil sekarang.” Ucap Azizah.


“Ya sudah, kalian bersenang - senanglah, namun ingat pesanku semalam ya, jangan sampai Ibu keluar uang, belikan semua yang dia inginkan dan yang kedua ingat jangan sampai kecapean, jaga baik - baik kandunganmu itu.” Ucap Azman.


“Iya sayang ku, kau tidak perlu khawatir ya, semua pesan mu pasti akan aku laksanakan kok, oh iya tadi juga kami sudah membeli tas loh, kebetulan ada toko tas yang bagus - bagus, ini lihatlah.” Ucap Azizah sambil memperlihatkan tas yang dia beli.


“Iya, belilah apapun yang kau inginkan, aku tidak akan melarangmu namun aku hanya mengingatkan, jika membeli jangan karena keinginan mata ya, belilah sesuai kebutuhan mu.” Ucap Azman mengingatkan agar Azizah tidak membeli hal - hal yang tidak di perlukan.


“Iya suamiku, tenang saja, aku hanya akan membeli apa yang aku perlukan kok.” Ucap Azizah.

__ADS_1


“Oke, ya sudah, aku sebentar lagi akan pergi lagi dengan Pak Jaja, jadi kalian bersenang - senanglah.” Ucap Azman.


“Iya sayangku, kau berhati - hati juga ya, ingat kau sudah akan punya anak loh.” Ucap Azizah.


“Iya sayang, aku pasti akan lebih berhati - hati, Bye sayang ku.” Ucap Azman.


“Bye juga sayang ku.” Ucap Azizah dan panggilan telepon tersebut kemudian di akhiri oleh Azman.


Azman pun kemudian merubah lagi nada deringnya ke semula, karena urusan rapat itu sudah selesai dan dia tidak ingin membuat Azizah khawatir jika tidak berhasil menghubunginya.


Azman pun kembali membuka kaca sunroof mobil lalu menyalakan sebatang rokoknya sambil bersandar santai di kursi pengemudi mobil itu.


“Siapa orang tua yang tadi ya, aku benar - benar penasaran, dan aku yakin jika orang tua tadi itu bukan orang sembarangan, meskipun terlihat tua namun aku sangat yakin jika usianya jauh lebih tua dari wujudnya.” Ucap Azman berbicara sendirian sambil mengingat kembali kejadian tadi.


“Azman kau kenapa, seperti ada yang sedang kau pikirkan.” Ucap Pak Jaja setelah masuk ke dalam mobil.


“Tidak Pak, saya hanya memikirkan soal kakek tua tadi, tapi sudahlah, besok jika sudah senggang maka saya akan menghubunginya, jadi sekarang kita kemana Pak.” Ucap Azman sambil menjalankan mobil itu.


“Kita langsung ke desa itu saja, semakin cepat membantu warga desa kan semakin baik.” Ucap Pak Jaja sambil mengatur Gps Navigasi mobil agar Azman mengetahui arah tujuan mereka.


“Ini jaraknya lumayan jauh juga ya, empat jam perjalanan.” ucap Azman yang tidak menduga jika jaraknya akan sejauh dan selama itu juga.

__ADS_1


“Ini masih masuk Yogyakarta kok, namun rutenya memang rute yang ramai orang jadi sedikit lebih lama.” Ucap Pak Jaja yang langsung menyalakan sebatang rokok.


Waktu berjalan dan sudah lebih dari empat Jam Azman mengemudi karena padatnya jalanan, kini terlihat jika mobil yang di kendarai Azman itu berjalan di jalanan menanjak yang sangat sepi, bahkan tidak nampak kendaraan lain.


“Sudah hampir sampai, nanti ada jalan sebelah kiri dan dulu jalannya belum di aspal.” Ucap Pak Jaja.


Azman hanya mengangguk dan benar apa yang diucapkan Pak Jaja jika seratus meter kemudian mereka melihat Jalan tanah berbatu di sebelah kiri mereka.


Azman pun kemudian mengarahkan mobil ke jalan tersebut dan dia kini lebih hati - hati, karena selain jalanan yang masih tanah berbatu, jalan itu juga sebelah kirinya adalah jurang dan sebelah kanannya ada tebing yang sangat terjal.


“Jalanan ini menuju ke desa yang akan kita tuju Pak?.” Tanya Azman.


“Benar, desanya cukup terpencil dulu, namun nanti kau akan kaget dengan desanya yang sangat asri.” Jawab Pak Jaja.


“Penduduk desa sendiri sehari - hari bekerja sebagai apa Pak?.” Tanya Azman lagi sambil melihat sekelilingnya dan sejauh mata memandang dia tidak menemukan adanya perkebunan.


“Mereka rata - rata berkebun dan bertani, sudah kau akan melihatnya nanti, paling satu kilometer lagi kita akan sampai, sebenarnya ada jalan lain namun jalan itu jembatannya rusak jadi Bapak mengajak melalui jalanan yang ini.” Jawab Pak Jaja.


“Iya Pak, tidak masalah lewat jalan apa,  kan kita sudah biasa dengan jalanan seperti ini, tapi jalan ini sungguh berbahaya, longsor bisa datang kapan saja disini.” Ucap Azman sambil melihat ke arah tebing terjal di samping kanannya.


“Iya, tapi untungnya selama ini itu belum pernah terjadi, di depan kita akan masuk kedalam hutan dan ada jalan lagi ke kiri, jalan itu menurun jadi kau harus lebih hati - hatinya.” Ucap Pak Jaja.

__ADS_1


Azman hanya mengangguk dan apa yang diucapkan Pak Jaja ternyata benar, ada jalan ke kiri dan jalannya hanya muat satu mobil saja, sehingga tidak akan bisa papasan dengan kendaraan lain karena pepohonan yang sangat padat di kiri dn kanan jalan itu.


Azman terus menjalankan mobil dengan sangat hati - hati karena beberapa kali ternyata mereka bertemu dengan lumpur yang cukup dalam namun berkat penggerak empat roda mobil itu dan juga keahlian dari Azman, Azman pun bisa melewatinya dengan tanpa banyak perjuangan.


__ADS_2