Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Desa di tengah lembah 11


__ADS_3

Pak Jaja menerima senter kepala tersebut dan memakainya.


“Mari ikuti saya” Ucap Pak Jaja sambil berjalan menuju area makam kuno dan dia mengetahui makam itu beberapa tahun yang lalu.


Perjalanan pak Jaja tidak terlalu lama dan hanya membutuhkan waktu lima menit untuk mereka sampai di area pemakaman kuno, nampak jika ada banyak sekali makam disana.


“Kalian jangan sampai terpisah dan tetap waspada” Ucap Pak Jaja sambil berjalan memasuki area makam dan Perwira kepolisian itu berjalan di sampingnya.


“Makam disini sepertinya sudah sangat tua ya Pak” Ucap Perwira kepolisian yang melihat jika padung makam disana terbuat dari batu yang sudah berlumut bahkan ada yang sudah rusak.


“Benar Pak, makam ini di temukan sepuluh tahun yang lalu, dan tidak ada jejak siapa saja yang dimakamkan disini, bahkan penduduk desa sekitar sini saja tidak ada yang tahu sejarah makam - makam disini” Ucap Pak Jaja.


Perwira kepolisian itu tidak berucap lagi karena mereka kini sudah sampai di area sumur yang mereka tuju, dan di depan mereka nampak sebuah sumur dengan dinding batu.


“Pak Jaja apakah ini sumurnya?” Tanya Perwira kepolisian itu.


“Benar ini sumurnya, namun saya menyarankan sebaiknya di periksa bagian atas sini saja dulu, siapa tahu ada petunjuk” Ucap Pak Jaja.


“Semuanya mulai bekerja, periksa dengan teliti dan tetap waspada” Ucap Perwira Kepolisian mengarahkan anggotanya.


“Siap Ndan” Ucap mereka kompak dan langsung bekerja, ada yang menyalakan lampu sorot besar dan ada juga yang memeriksa area sekeliling.


Disaat petugas kepolisian itu bekerja Pak Jaja nampak mencoba menghubungi Azman kembali namun ternyata kini telepon seluler Azman tidak aktif.


“Apa yang sebenarnya yang sedang terjadi denganmu” Ucap Pak Jaja dalam hatinya.


Pak Jaja pun mencoba mengirimkan pesan ke Azman dengan harapan jika telepon seluler Azman nyala maka Azman dapat segera memberinya kabar, Pak Jaja pun kemudian menyimpan kembali telepon selulernya dan menyalakan sebatang rokoknya.


Setengah jam berlalu dan tidak ada satupun gangguan yang mereka dapatkan saat berada di makam itu, Pak Jaja sendiri nampak duduk di atas batu yang tidak terlalu jauh dari lokasi sumur tua sambil menikmati rokoknya.

__ADS_1


“Pak Jaja, informasi yang anda berikan ternyata benar, tadi kami melihat ada bekas darah di dinding sumur dan setelah kami cek ternyata ada mayat seorang perempuan di dalam sumur itu, dan bahkan bukan hanya satu mayat melainkan ada dua mayat perempuan” Ucap Perwira kepolisian menginformasikan perkembangannya.


“Kita harus ke desa di tengah lembah, apakah bisa cukup anggota anda saja yang disini untuk melakukan evakuasi jenazah itu” Ucap Pak Jaja yang sangat khawatir dengan keadaan Azman yang masih belum bisa di hubungi.


“Mohon Izin sebelumnya, namun rekan saya akan segera tiba, dan setelah dia tiba saya akan menyerahkan tugas ini kepadanya” Ucap Perwira kepolisian itu.


“Kira - kira berapa lagi dia sampai?” Tanya Pak Jaja.


“Lima belas menit sampai setengah jam Pak paling lama” Jawab Perwira kepolisian.


“Oke, tidak masalah, jika begitu saya akan menunggu di mobil saja, dan apakah anggota anda yang memeriksa area sekitar sudah menemukan sesuatu?” Ucap Pak Jaja sambil berdiri.


“Sementara belum Pak, anggota saya masih menyebar dan mencari petunjuk serta orang yang mencurigakan, jika nanti ada yang berhasil kami temukan saya akan langsung melaporkan kepada Bapak” Ucap Perwira kepolisian itu sambil berjalan di samping Pak Jaja.


“Semoga saja pelakunya berhasil ditemukan, perbuatan keji ini harus dihentikan, aku takut akan ada korban lainnya di kemudian hari” Ucap  Pak Jaja.


“Kami akan berusaha semaksimal mungkin, jika boleh saya ketahui anda mendapatkan petunjuk ini dari mana Pak” Ucap Perwira kepolisian.


“Pak Azman yang mempunyai kelebihan bisa melihat dan membunuh makhluk gaib itu ya Pak”  Ucap Perwira kepolisian itu.


“Benar, ya sudah ini kita sudah sampai mobil dan saya akan beristirahat sebentar, entah kenapa saya merasa sangat lelah, silahkan kabari saya jika kita sudah bisa melanjutkan perjalanan” Ucap Pak Jaja sambil membuka pintu mobil.


“Baik Pak, silahkan anda beristirahat” Ucap Perwira kepolisian itu sambil kemudian melihat Pak Jaja masuk kedalam mobil dan dia pun langsung berjalan kembali ke sumur tua itu.


****


“Kebakaran ….. Kebakaran …. Kebakaran…” Teriak seorang warga dan teriakan nya ini  membuat banyak penduduk menyalakan lampu rumah mereka.


Satu persatu penduduk mulai keluar dari dalam rumah dan saling bahu membahu untuk memadamkan api di rumah ibu dan anak yang hilang, namun tidak nampak Mbah Hardiyata maupun keluarganya diantara para warga itu.

__ADS_1


“Sudah pemiliknya hilang, kini rumahnya terbakar” Ucap salah seorang warga.


“Ayo semuanya bantu padamkan” Ucap Warga yang lain.


“Bangunkan kepala desa” Ucap Warga yang lainnya.


*****


Kembali ke Pak Jaja kini sudah kembali melanjutkan perjalanan dan nampak juga jika ada banyak mobil dinas kepolisian yang mengikuti mobilnya.


“Saya sangat khawatir dengan Pak Azman, dan tidak seharusnya saya meninggalkan dia sendiri di desa itu” Ucap Pak Jaja sambil mengemudikan mobilnya dengan hati - hati karena jalanan yang licin dan dia tidak ingin terjadi apapun di perjalanannya.


“Pak Jaja, bisa saya minta nomor telepon Pak Azman, agar saya bisa melacak keberadaannya” Ucap Perwira Kepolisian yang duduk di kursi penumpang depan.


Pak Jaja kemudian mengambil telepon selulernya dan mengirimkan nomor telepon Azman ke Perwira Kepolisian itu.


“Itu nomornya namun sudah tidak aktif, sepertinya Pak Azman kehabisan baterai” Ucap Pak Jaja.


“Sebentar saya coba cek terlebih dahulu lokasi terakhirnya Pak” Ucap Perwira kepolisian tersebut.


Pak Jaja hanya mengangguk dan dia pun kembali menghisap rokoknya perlahan.


“Sudah dapat, posisi Pak Azman terakhir ada lima ratus meter di depan kita sebelah kiri dan sepertinya di dalam hutan Pak” Ucap Perwira kepolisian tersebut dan Pak Jaja langsung menghentikan mobilnya.


“Pak Anda bawa anggota anda ke desa, saya akan mengecek Pak Azman, nanti saya temui anda di desa” Ucap Pak Jaja sambil melihat ke arah perwira kepolisian itu.


“Pak Jaja, saya kirimkan lokasinya ke anda, dan anda bawa lima belas anggota saya untuk mendampingi anda, ini untuk berjaga - jaga saja” Ucap Perwira Kepolisian itu.


“Oke dan sesampainya di desa saya harap anda bisa mengisolasi desa itu sepenuhnya, saya tidak ingin ada yang keluar dari dalam desa” Ucap Pak Jaja.

__ADS_1


“Baik Pak, sebentar saya akan meminta anggota saya untuk mengawal anda” Ucap perwira kepolisian itu sambil membuka pintu mobil dan langsung turun dari dalam mobil.


“Pak Jaja pun sama dia kemudian turun dari dalam mobil dan membuka pintu belakang mobil lalu mengambil perlengkapannya, karena dia ingin selalu siap jika memang harus melakukan evakuasi.


__ADS_2