
Lima belas menit berlalu dan kini terlihat jika semua orang yang akan ikut penyelamatan sudah berkumpul di depan Azman, Pak Jaja sendiri sudah duduk kembali di kursi lipat yang ada di sebelah Azman.
“Pak Jaja apakah sudah semuanya berkumpul?.” Tanya Azman sambil berdiri demikian juga dengan Pak Jaja.
“Sudah semua Pak, dan semua perlengkapan juga sudah kami siapkan, kami sudah siap berangkat tergantung komando dari Pak Azman saja.” Ucap Pak Jaja.
“Baiklah jika demikian, biar saya menyampaikan beberapa hal dulu kepada mereka semua.” Ucap Azman.
“Silahkan Pak.” Ucap Pak Jaja mempersilahkan Azman untuk memberikan arahan ke semua orang.
Azman pun langsung berjalan ke mikrofon yangs udah disiapkan.
“Saudaraku semuanya, mohon waktunya sebentar, kita akan masuk kedalam hutan dan menyelamatkan mereka yang masih selamat, selain itu kita juga akan mengevakuasi para pendaki yang jatuh ke jurang, namun saya minta dengan sangat ke semuanya agar tidak terperangkap dalam jebakan makhluk gaib yang ada di hutan ini, kalian semua harus tetap dalam ikatan regu masing masing, hiraukan apabila kalian mendengar suara permintaan tolong dan hanya dengan komando dari Pak Jaja atau saya saja, di hutan ini banyak makhluk gaib yang menjelma menjadi manusia, dan mereka bisa menjelma menjadi wanita maupun laki - laki sesuai dengan keinginan mereka, apakah kalian semua bisa memahaminya.” Ucap Azman.
“SIAP BISA.” Ucap semuanya kompak dan bersamaan.
“Baik sekarang saya serahkan ke Pak Jaja untuk pengaturannya.” Ucap Azman yang kemudian berjalan kembali ke belakang yaitu ke arah Pak Jaja.
Pak Jaja pun kemudian melangkah ke arah mikrofon tersebut lalu mengarahkan semua sesuai dengan standar operasi mereka lalu kembali menemui Azman.
__ADS_1
Azman pun langsung memimpin rombongan itu dia berjalan berdampingan dengan Pak Jaja, terlihat ratusan orang yang terdiri dari anggota Tim Sar, anggota kepolisian dan juga anggota dari TNI berbaris rapi di belakang mereka sedangkan Daim kini berjalan di depan.
“Azman kita akan masuk hutan ingatkan lagi mereka karena kalian di depan akan aman karena para sundel bolong itu akan menghindariku tapi mereka bisa menggoda yang jauh dari kita.” Ucap Daim yang terus berjalan memasuki hutan.
“Baik aku akan mengingatkan mereka.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.
“Rekan rekan semua ingat pesanku tadi, hiraukan semua gangguan dan tetap dengan jarak yang dekat, jangan ada yang keluar dari regu kalian, jika ada apapun yang membuat salah satu dari kalian untuk keluar dari ikatan regu maka sampaikan melalui radio jadi kami semua mengetahuinya.” Ucap Azman melalui radio komunikasi miliknya yang sudah di atur frekuensinya.
“Kalian sudah mendengar apa yang disampaikan oleh Pak Azman jadi jangan sampai kalian tidak mematuhinya, ingat itu ada apapun juga kalian harus menyampaikan kepada kami, semua komandan regu agar benar - benar mengecek anggotanya.” Ucap Pak Jaja melalui radio komunikasi.
Satu persatu komandan regu itu pun menjawabnya melalui radio komunikasi secara bergantian.
Mereka terus berjalan semakin kedalam dan rute yang mereka tempuh bukanlah rute pendakian melainkan menembus hutan melalui jalan setapak, sehingga jalan itu pun tidak selebar dan semulus yang biasa dilalui oleh para pendaki pada umumnya.
“Pak Azman bagaimana anda bisa mengetahui jalan ini, bukankah anda baru pertama kali ke hutan ini?.” Tanya Pak Jaja.
“Saya bingung bagaimana menjawabnya Pak, dan yang jelas ini jalan menuju lokasi semua korban, ini juga jalan yang membawa ketiga orang tadi keluar dari dalam hutan ini.” Jawab Azman.
“Jika kita melihat kondisi jalan ini bisa dipastikan jika ini rute lama pendakian, karena disini sangat asri dan tidak terlihat jika jalan ini biasa di lewati.” Ucap Pak Jaja.
__ADS_1
“Itu mungkin saja Pak, namun saya tidak bisa menjawabnya dengan pasti, karena bisa di lihat di depan kita jika semua rumput di jalan ini ada bekas orang yang menginjaknya, namun memang tidak banyak yang melintas disini.” Ucap Azman.
“Benar itu pak, dari tadi juga saya memperhatikannya namun saya berpikiran ada satu dua penduduk yang melewati jalan ini.” Ucap Pak Jaja.
Mereka terus berjalan di dalam hutan itu dan tidak terasa sudah lebih dari setengah jam mereka berjalan tanpa berhenti sama sekali.
“Azman apakah kau ingin berhenti dulu, jika iya maka aku akan berhenti di depan ada tanah kosong yang cukup luas dan kita bisa beristirahat disana.” Ucap Daim.
“Sebaiknya tidak karena biar bagaimanapun juga kita mengejar waktu bukan, dan aku yakin daya tahan mereka masih kuat, mereka semua kan sudah terbiasa dengan hal ini, apakah jaraknya masih jauh, kita sudah cukup jauh memasuki hutan ini.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.
“Tidak terlalu jauh lagi namun aku mendeteksi di depan ada banyak sekali sundel bolong, aku tidak bisa menghabisi mereka dengan banyaknya orang disini, aku takut kekacauannya akan membawa korban bagi semua orang ini.” Ucap Daim.
“Lalu apa yang kau sarankan untukku, aku paling hanya bisa meminta mereka berdzikir saja untuk pertahanan diri mereka.” Ucap Azman dalam hatinya kembali, untuk berkomunikasi dengan Daim.
“Ya itu bisa kau lakukan dan sementara hanya itu saja, aku akan menakuti mereka semoga saja orang - orang yang ada di belakang aman.” Ucap Daim.
“Pak Jaja, kita akan memasuki kawasan yang banyak makhluk gaib nya dan tolong minta mereka semua untuk berdzikir ya, ini untuk pertahanan diri mereka agar tidak sampai di ganggu oleh makhluk makhluk gaib yang ada di hutan ini.” Ucap Azman ke Pak Jaja yang masih setia berjalan di sampingnya dengan tanpa nampak kelelahan sama sekali.
“Baik Pak saya akan menyampaikan mereka untuk berhati - hati dan juga agar semuanya berdzikir.” Ucap Pak Jaja sambil mengambil radio komunikasinya dan Azman pun hanya menganggukkan kepalanya saja.
__ADS_1
“Kalian semua dengarkan, kita akan memasuki wilayah yang banyak makhluk gaib jadi saran Pak Azman yaitu kalian semua untuk berdzikir, jangan sampai kalian malah menjadi sasaran dari makhluk gaib, serta ingat tetap dalam barisan dan dalam ikatan regu, jangan sampai tergoda dan teralihkan dengan segala bentuk cobaan, kalian juga jangan mengambil keputusan sendiri tanpa seizin ku, apapun yang kalian lihat dan dengar nanti maka sampaikan kepada kami.” Ucap Pak Jaja melalui radio komunikasi miliknya itu.
Satu persatu komandan regu pun kini mulai menjawabnya dan mereka menyampaikan kesiapan mereka untuk menjalankan apa yang Azman inginkan melalui radio komunikasi.