Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Yogyakarta 8


__ADS_3

Tidak sampai satu jam untuk Pak Jaja dan Azman sampai di rumah yang dituju, dan rumah itu merupakan rumah kayu yang cukup besar dengan halaman yang juga luas bahkan Azman memperkirakan jika halaman rumah itu seluas halaman rumahnya.


“Pak Azman kita sudah sampai, dan ayo kita turun.” Ucap Pak Jaja sambil memarkirkan mobilnya persis di depan rumah besar itu dan mengajak Azman turun dari dalam mobil.


Pak Jaja pun mengeluarkan semua barang yang mereka bawa dan Azman ikut membantu, mereka meletakkan semua barang itu di teras rumah kayu tersebut, namun belum nampak ada seorang pun pemilik dari rumah kayu yang menemui mereka.


“Pak Jaja, aura disini sangat kental.” Ucap Azman sambil melihat ke arah salah satu pohon beringin yang ada di samping rumah, dan Azman melihat jika di pohon beringin itu ada banyak sekali makhluk gaib, dan ada satu nampak melihat ke arah Azman, Makhluk gaib itu berwujud perempuan dengan rambut panjang dan wajah yang nampak sangat rusak serta pucat.


Pak Jaja ikut melihat ke arah pohon beringin itu namun Pak Jaja tidak melihat apapun dan tidak melihat apa yang dilihat oleh Azman.


“Kreeeeeeee Ttttttttt.” terdengar suara pintu rumah itu dibuka oleh seseorang.


“Assalamualaikum Mbah Mirno, apa kabarnya, sudah lama kita tidak berjumpa.” Ucap Pak Jaja yang langsung menemui sosok kakek - kakek yang keluar dari dalam rumah dan berjabat tangan dengan sosok tersebut.


“Walaikumsalam, Jaja, ayo masuk dan ajak teman mu itu.” Ucap sosok pemilik rumah kayu tersebut yang langsung membalikkan badannya dan masuk kedalam rumahnya.


“Pak Azman, mari kita masuk.” Ucap Pak Jaja sambil menepuk punggung Azman karena Azman masih melihat ke arah pohon beringin.


“Mari Pak.” Ucap Azman dan Pak Jaja kemudian berjalan masuk kedalam rumah di ikuti oleh Azman.

__ADS_1


Sosok pemilik rumah itu nampak duduk di kursi kayu dan Pak Jaja pun langsung duduk di depannya demikian juga Azman setelah sebelumnya berjabat tangan dan memperkenalkan dirinya.


“Mbah, rumah mbah ini ramai sekali ya.” Ucap Azman yang melihat jika di rumah besar itu ternyata ada banyak makhluk gaib dan yang ada di dalam rumah itu adalah roh - roh leluhur dan roh - roh itu nampak berdiri di belakang Mbah Mirno seolah - olah sedang menjaga Mbah Mirno.


“Azman, kemampuanmu sangat spesial.” Ucap Mbah Mirno sambil menatap tajam ke Azman.


“Mbah, Mas Azman ini selain kawan saya juga sudah seperti anak saya, apakah ada yang salah dengan Mas Azman.” Ucap Pak Jaja dengan sangat sopan.


“Sudah tidak apa - apa, saya yakin Azman datang kesini dengan maksud yang baik dan bukan hendak menyerang saya.” Ucap Mbah Mirno yang membuat Pak Jaja kebingungan.


“Mbah, kedatangan saya kesini untuk bersilaturahmi tapi sejujurnya saya kaget jika di rumah ini sangat ramai dengan roh dan juga di luar ada banyak sekali genderuwo dan kuntilanak, namun jika yang ada disini tidak membahayakan manusia maka saya tidak akan berbuat apapun.” Ucap Azman sambil mengeluarkan rokoknya dan langsung menyalakan satu batang, dan apa yang diucapkan Azman ini membuat Pak Jaja sangat kaget hingga melirik ke Azman.


“Azman, mereka semua ini yang sudah saya selamatkan jadi mereka tidak akan mengganggu manusia, bahkan mereka yang selalu menolong saya jika ada masalah di gunung.” Ucap Mbah Mirno.


Mbah Mirno menganggukkan kepalanya dan kemudian mengangkat tangan kanannya, dan semua roh - roh leluhur itu satu persatu mulai menghilang namun hanya Azman yang bisa melihat dan Mbah Mirno sendiri yang tahu kejadian ini.


“Terima kasih ya Mbah Mirno, saya sebenarnya tidak masalah dengan semua kawan anda ini, namun saya tidak yakin jika kuntilanak, genderuwo dan teman - temannya bisa dijadikan teman.” Ucap Azman.


“Azman, mereka tidak akan mengganggu manusia dan saya sangat kagum dengan mu, belum pernah ada seorang pun yang bisa melihat para penjaga saya selama ini.” Ucap Mbah Mirno yang langsung menyalakan sebatang rokok kretek namun saat rokok itu di nyalakan, bau kemenyan yang tercium bukan tembakau.

__ADS_1


“Mbah, bagaimana kabar Mbah?.” Tanya Pak Jaja mencoba mencairkan situasi.


“Alhamdulilah kabar Mbah baik, bagaimana kabar mu Jaja, sudah lama sekali tidak datang kesini.” Jawab Mbah Mirno.


“Alhamdulillah saya juga baik Mbah, maaf Mbah putri dan yang lain kemana ya Mbah.” Ucap Pak Jaja karena tidak melihat siapapun dan ada banyak barang yang dia bawa masih di teras.


“Mbah putri sama yang lain sedang ke Lawu.” Ucap Mbah Mirno singkat.


“Mbah, apakah sudah lama mbah hidup bersama dengan semua roh dan lainnya.” Ucap Azman yang memang tidak mau menyimpan rasa penasarannya.


“Azman, Mbah sudah sejak kecil disini bersama dengan mereka semua, dan mereka sudah turun temurun menjaga keluarga mbah, Azman kemampuanmu itu sangat spesial dan sangat jarang ada manusia yang bisa seperti mu, bahkan mbah saja hanya diberikan kemampuan melihat, tidak sepertimu yang bisa menghancurkan mereka, namun Mbah mohon kau tidak menyerang para penjaga rumah mbah ini.” Ucap Mbah Mirno.


“Mbah jika mereka menyerang dan merugikan manusia maka saya akan menghapus keberadaan mereka akan tetapi jika mereka itu hanya menemani dan menjaga mbah maka saya tidak akan menghapus keberadaan mereka.” Ucap Mbah Azman.


“Azman, apakah ada yang ingin kau tanyakan kepada Mbah, karena Mbah yakin jika ada yang ingin kau tanyakan kepada Mbah.” Ucap Mbah Mirno.


Azman hanya tersenyum dan tidak langsung menjawabnya, dia hanya menghisap rokoknya dalam - dalam dan melihat sekelilingnya.


“Mbah, ada apa di Gunung Lawu kenapa Gunung itu sangat penuh misteri dan kenapa ada banyak sekali korban disana, apakah tidak bisa untuk mereka tidak mengganggu manusia dan lebih memaafkan manusia.” Ucap Azman dan hal ini membuat Pak Jaja melihat kepadanya.

__ADS_1


“Azman dan Jaja, Apa yang saya lihat mungkin akan di lihat oleh Azman, dan tidak mudah untuk saya menceritakannya, akan lebih mudah untuk Azman jika datang ke Candi Cetho dan belajar di sana, dengan kemampuan yang Azman miliki maka jawabannya akan lebih mudah di dapat, tapi Jaja sebaiknya kau tidak ikut dengan Azman.” Ucap Mbah Mirno.


“Jika kedatangan saya bisa untuk menolong para pendaki maka saya akan kesana Mbah, akan tetapi mungkin tidak hari ini saya kesana, insyaallah dalam waktu dekat saya akan mengunjungi candi Cetho dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Cetho dan Lawu.” Ucap Azman dengan sangat santai dan kini dia sudah merasakan jika semua roh leluhur sudah tidak ada di rumah itu.


__ADS_2