
“Pak Azman, mohon maaf ini perincian dari biaya yang di perlukan untuk semua penyewaan dan lain - lainnya.” Ucap Bu Amel sambil memberikan sebuah Map berwarna merah yang berisi beberapa lembar kertas.
“Terima kasih Bu, biar saya cek dulu ya, dan jam berapa akan ada pengukuran pakaiannya, karena kan waktunya sudah sangat mendesak.” Ucap Azman sambil menerima map tersebut dan mulai membaca halaman pertama dari kertas yang ada.
“Sebentar lagi mereka akan sampai Pak, tadi saya hubungi mereka infonya sudah dalam perjalanan sedangkan untuk dekorasi akan dilakukan dalam satu jam lagi.” Ucap Bu Amel.
“Bu Amel, tamannya sudah sangat bagus dan saya sangat menyukainya, bisakah ibu tetap mengutamakan keindahan tamannya.” Ucap Azizah sedangkan Azman nampak sangat teliti membaca serta mempelajari data yang diberikan oleh Bu Amel.
“Iya Bu, seperti ini nantinya dan ini adalah pernikahan dua tahun lalu di luar negeri yang sengaja saya contek tamannya, nanti juga saya akan membuatnya seperti ini untuk acara bapak dan Ibu.” Ucap Bu Amel sambil memberikan ponselnya yang sudah memutarkan sebuah video ke Azizah.
Azizah pun langsung menerima ponsel tersebut dan melihat video yang di putar, dan dia nampak sangat tertarik dengan video tersebut.
“Bu Amel benar, ini taman yang sangat mirip, bahkan saya akan mengira ini taman yang sama jika ibu tadi tidak menyampaikannya di awal.” Ucap Azizah sambil memberikan kembali ponsel Bu Amel karena sudah selesai melihat video tersebut.
“Iya Bu, nanti bahkan akan lebih baik lagi untuk pernikahan Bapak dan Ibu, karena kan dilakukan malam hari maka saya akan menambahkan permainan dari lampu sorot juga, sehingga suasana akan lebih menarik dan hidup, saya yakin siapapun tamu anda berdua akan terkesima dengan pesta anda, oh iya Pak Azman, itu saya ada lakukan perubahan, karena setelah akad nikah kalian maka akan ada pesta kecil sebagai jamuan.” Ucap Bu Amel.
“Iya Bu, saya sudah membacanya dan biayanya juga sudah saya transferkan, untuk jumlah yang hadir nanti saya kabarin ya.” Ucap Azman yang kini sudah kembali menikmati sebatang rokoknya.
Bu Amel tidak langsung menjawabnya melainkan dia memeriksa rekeningnya melalui aplikasi di ponsel miliknya.
“Terima kasih Pak Azman, dananya sudah masuk, dan sesuai yang saya tulis jika kami menyiapkan untuk lima ratus orang, apabila sampai kurang maka kami juga akan mencadangkan untuk lima ratus lagi, jadi tidak akan sampai kurang untuk makanan dan minumannya, itu sudah datang anak buah saya yang akan melakukan pengukuran pakaiannya.” Ucap Bu Amel sambil melihat keluar dan nampak dua orang wanita usia tiga puluh tahunan datang ke arah mereka.
__ADS_1
Azman dan Azizah pun kemudian melakukan pengukuran pakaian dan tidak begitu lama mereka pun selesai melakukan pengukuran pakaian, Bu Amel dan kedua orangnya itu pun langsung meninggalkan Azman dan Azizah sehingga kini mereka tinggal berdua lagi.
“Azizah, pelajari dulu saja ya ponselnya dan aku tadi sudah memasukkan nomor ayah dan ibu serta nomor ku juga ke ponselmu, jangan lupa untuk menghubungi ibu ya.” Ucap Azman.
“Iya, aku akan ke kamarku ya, aku ingin tiduran sebentar dan menghubungi orang tua kita tentunya.” Ucap Azizah sambil berdiri dan mengambil ponselnya lalu berjalan memasuki bagian dalam villa.
“Semoga semuanya berjalan lancar dan semoga apa yang aku lakukan ini lebih baik untuk masa depanku.” Ucap Azman dan tidak lama kemudian ponselnya berbunyi dikarenakan ada panggilan masuk dari Pak Jaja.
“Pak Azman, kami baru selesai berbenah dan sebentar lagi akan menuju tempat anda.” Ucap Pak Jaja membuka percakapan telepon itu.
“Iya Pak, nanti kawan - kawan bisa mengisi hotel disini saja, dan anda bisa menggunakan villa yang kosong, kebetulan saya sudah menyewa semua area disini namun untuk villa yang ada di kiri dan kanan villa yang saya tempati akan saya gunakan untuk tempat tinggal ayah dan ibu kami.” UCap Azman.
“Iya Pak, terima kasih, ya sudah anda kesini saja ya, nanti kita lanjutkan perbincangan kita disini saja ya, namun jangan lupa kalian minta libur dulu untuk hari ini jadi tidak akan mendapatkan gangguan.” Ucap Azman.
“Sudah beres Pak, kami mendapat libur sampai tiga hari kedepan, selama tidak darurat maka kami bisa bersantai di sana.” Ucap Pak Jaja.
“Oke, saya tunggu disini ya.” Ucap Azman.
“Baik Pak.” Ucap Pak Jaja dan Azman pun langsung mengakhiri panggilan telepon itu.
“Azman apakah kau mendengarkanku.” terdengar suara Daim yang bertelepati dengan Azman.
__ADS_1
“Bicaralah, aku bisa mendengarmu, dimana kau sekarang.” Ucap Azman dala hatinya berkomunikasi dengan Daim.
“Aku sedang ada di rumahku yang ada di kota Bandung, dan aku memang memiliki rumah disini, aku tadinya mau melakukan panggilan video dengan mu namun aku tidak tahu berapa nomormu, jadi dengan cara seperti ini saja.” Ucap Daim yang hanya terdengar oleh Azman saja.
“Kau ini banyak kejutan ternyata, jadi selama ini kau memiliki harta di disini, oh ya kapan kalian akan kesini.” Ucap Azman.
“Bukankah pernikahannya malam, jadi sore saja kami kesananya, kami akan membeli beberapa pakaian dulu untuk menghadiri pernikahan kalian itu, aku tidak menyangka jika kau benar - benar akan menikahi Azizah.” Ucap Daim.
“Mungkin ini jalannya, ya sudah jika memang kalian akan datang sore tidak masalah, semuanya juga sudah aku siapkan dan kalian nanti tinggal bersantai saja.” Ucap Azman.
“Baguslah jika kau sudah mempersiapkan semuanya, jadi aku tidak akan direpotkan oleh mu, oh ya jika kau membutuhkan kartu identitas Azizah aku bisa mengurusnya dan bisa masuk ke kartu keluarga ku, karena memang aku sebenarnya sudah lama menjadi manusia dan memiliki semua administrasi.” Ucap Daim.
“Kau terlambat memberitahu ku, aku sudah mengurus semuanya dan Azizah kini sudah memiliki identitas.” Ucap Azman.
“Kau memang bisa diandalkan, tidak salah aku memilihmu untuk jadi pendamping dari Azizah.” Ucap Daim lagi.
“Daim, berapa nomor ponselmu, kau ini terlalu banyak hal yang disembunyikan dariku, pantas saja waktu aku melihat wajah aslimu nampak tidak asing.” Ucap Azman.
“Nomor ponsel ku . . . .. . . . . dan ya aku memang menyembunyikan identitas manusia ku kepadamu, karena media sangat suka dengan mu, aku tidak ingin banyak orang yang mengetahui jika aku ini kaum Jin dan bukan asli manusia.” Ucap Daim.
“Ya ini semua adalah pilihan mu, lalu apakah ayah dari Azizah sudah pulih seutuhnya?.” Ucap Azman.
__ADS_1