Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Ke rumah ibu warung


__ADS_3

Azman yang hanya sebagai pengunjung satu satunya di warung nasi itu menikmati makanannya dengan santai hingga memerlukan waktu hampir sepuluh menit.


Azman yang telah selesai menikmati makanan dan minumannya kini hanya duduk sambil menikmati sebatang rokoknya saja sambil melihat   ibu warung datang lalu mengambil piring dan gelas yang sudah kosong namun tidak lama kemudian ibu warung itu datang kembali dan duduk di depan Azman.


"Bu apa ada yang bisa saya bantu untuk ibu" ucap Azman sesaat setelah ibu warung itu duduk di depannya.


"Iya Pak Azman, maaf ibu ingin berkonsultasi dengan Pak Azman jika tidak keberatan" ucap Ibu warung.


"Iya Bu, ada masalah apa ya, jika saya mampu maka saya akan menjawabnya" ucap Azman.


"Jadi begini Pak Azman, dulu warung ibu ini sangat ramai, banyak penduduk atau orang lewat yang datang namun entah kenapa sejak suami ibu sakit, warung ibu jadi sepi, para pelanggan warung ibu ini tidak kembali lagi, bahkan banyak yang komplain ke ibu, katanya masakan ibu tidak berbumbu, padahal ibu rasain kaya dengan bumbu" ucap Ibu warung.


“Ibu Bisa ceritakan ke saya, suami ibu sakit apa? dan bagaimana suami ibu bisa sakit.” Ucap Azman yang tetap santai sambil menikmati rokoknya itu.


“Jadi waktu itu pas malam minggu warung nasi ibu sangat ramai cuaca sangat cerah sampai semua pelanggan pulang namun pas kami hendak menutup warung karena sudah jam sepuluh malam, tiba tiba hujan sangat deras, alhasil ibu dan suami ibu menunggu hujan reda di sini, 


tiba tiba dari dinding bilik sebelah sana timbul asap hitam lalu membentuk sesosok makhluk yang sangat menyeramkan, 


Makhluk itu mirip dengan yang mencekik Pak Azman waktu itu, ibu bisa mengatakan seperti itu karena ibu melihat rekamannya beberapa kali di media sosial, nah kami yang ketakutan hanya diam di pojokan warung saja dengan suami ibu berada di depan ibu berusaha menyelamatkan ibu, 


Makhluk itu kemudian berubah menjadi asap hitam dan masuk ke dalam tubuh suami ibu, suami ibu kemudian menjerit kesakitan lalu jatuh pingsan tidak lama setelah suami ibu pingsan makhluk itu keluar lagi dalam wujud asap hitam lalu menghilang dari pandangan ibu. 


Sampai saat ini suami ibu tidak sadarkan diri, ibu sudah bawa ke dokter namun katanya suami ibu itu mati suri sehingga ibu bawa kembali ke rumah dan sekarang di tunggui oleh anak ibu, sejak kejadian itulah warung ini jadi sepi.” ucap ibu warung menjelaskan dengan wajah yang terlihat sedih serta takut.

__ADS_1


“Apa ibu sudah membawa suami ibu ke tokoh agama yang biasa melakukan ruqyah?” Tanya Azman.


“Sudah beberapa orang yang ibu panggil namun tiada hasil sama sekali Pak.” Ucap Ibu warung dengan wajah bersedih dan bersuara pelan.


“Rumah ibu jauh nggak Bu?” Tanya Azman.


“Dekat Pak, paling lima ratus meter dari sini” Jawab Ibu warung.


“Bu tadi saya menemukan ini di bilik bambu sebelah sana” ucap Azman.


“Batu Akik?” Tanya Ibu Warung


“Benar Bu, di dalamnya ada makhluk itu, namun sekarang sudah saya musnahkan, dan makhluk ini melakukan kontrak dengan manusia, jadi ada yang ingin mencelakakan suami ibu, dan makhluk ini pula yang membuat para pelanggan ibu merasakan jika masakan ibu hambar jadi mereka malas datang lagi, mengenai suami ibu saya harus melihatnya langsung, inshaallah saya dapat membuatnya sadar kembali dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala.” ucap Azman.


“Pak Azman benarkah Bapak bersedia menolong suami saya” ucap ibu itu yang terdengar sangat gembira.


“Pak Azman sudah tidak perlu membayarnya kan bapak juga sudah menolong saya dan akan menolong suami saya” ucap Ibu warung sambil meletakan kembali uang itu di atas meja di depan Azman.


“Bu, ini untuk makanan yang masuk ke perut saya dan ibu juga sedang usaha untuk keluarga ibu jadi jangan menolaknya, saya menolong ibu dengan ikhlas kok, namun apakah tidak masalah jika ibu tutup sementara” ucap Azman sambil kembali memberikan uang tersebut.


“Pak Azman, terima kasih, sebentar ibu tutup dulu warungnya” ucap Ibu warung sambil berdiri lalu menutup semua jendela dan Azman pun langsung keluar dari warung itu.


Azman menunggu ibu warung di luar warung sambil menggunakan kembali jaketnya dan menghidupkan motornya.

__ADS_1


“Pak Azman, sebentar ibu ambil motor ibu dulu di belakang warung ini” ucap Ibu Warung yang sedang mengunci pintu warung itu.


“Iya Bu” Ucap Azman sambil kemudian menggunakan helmnya dan naik ke atas motornya itu.


Tidak sampai lima menit ibu warung itu kembali dengan menaiki motor honda varionya dan Azman pun langsung mengikuti ibu itu dari belakang dengan tetap menjaga jarak aman.


Mereka melewati jalan di tengah sawah dan sampai di sebuah perkampungan, jarak lima ratus meter yang disampaikan ibu itu ternyata hampir dua kilometer, lalu keduanya berhenti di depan sebuah rumah kayu yang sangat sederhana dengan masih menggunakan bilik bambu sebagai dindingnya.


“Pak Azman maaf rumah ibu jelek, masih rumah tradisional, mari pak masuk” ucap Ibu Warung setelah melihat Azman turun dari motornya.


“Iya Bu” ucap Azman yang langsung mengikuti ibu warung itu memasuki rumahnya dan masuk ke sebuah kamar.


Azman melihat jika ada seorang laki laki berusia empat puluh tahunan yang terbaring tak berdaya di kamar itu di temani oleh seorang anak laki laki usia delapan belas tahunan.


“Pak Azman ini suami dan anak saya” Ucap Ibu warung memperkenalkan suami dan anak laki laki nya itu.


“Iya Bu, maaf bisa saya minta air putih setengah gelas saja ya untuk saya minumkan ke bapak, ini suami ibu jiwanya di kunci oleh makhluk itu” Ucap Azman setelah melihat jika ada asap hitam  kasat mata yang membungkus suami ibu warung itu.


“Pak Azman ini” ucap anak ibu warung yang memberikan sebuah gelas kaca yang berisi air ke Azman.


“Terima kasih ya, sekarang saya minta kalian berdua untuk berdzikir ya, atau boleh mengaji jika mau, yang penting pikiran kalian jangan kosong ya.” ucap Azman sambil duduk di samping kepala suami ibu warung dengan tangan kanannya memegang gelas kaca tersebut.


“Baik Pak Azman, Kakak juga berdzikir ya” ucap Ibu warung itu.

__ADS_1


“Ingat apapun yang terjadi tetap berdzikir ya, maaf ya pak” ucap Azman sambil kemudian tangan kirinya memegang kepala suami ibu warung yang tidak sadarkan diri itu.


“Iya Pak Azman” ucap keduanya kompak yang kini duduk di kursi plastik yang ada di kamar itu.


__ADS_2