
“Baik Pak Danu, saya akan menyampaikan ke warga desa, untuk meminta mereka tidak keluar rumah sampai masuk waktu subuh nanti.” Ucap Pak Tatang sambil berdiri dan langsung melangkah meninggalkan balai desa.
“Pak Azman, mohon tunggu sebentar, saya akan mengarahkan anak buah saya terlebih dulu.” Ucap Pak Danu yang juga kemudian ikut meninggalkan balai desa.
“Istriku, apa pendapatmu?.” Tanya Azman sambil menyalakan sebatang rokoknya.
“Suamiku, sepertinya ada kelompok lain yang terlibat namun aku tidak melihat adanya bahaya di desa ini.” Ucap Azizah.
“Baguslah jika tidak ada masalah di desa ini, namun bagaimana dengan keadaan di luar desa, apakah ada yang menarik dari penglihatanmu.” Ucap Azman.
“Aku belum menemukan apapun, karena akan susah bagiku mendeteksi adanya bahaya jika aku tidak melihat hati mereka, dan orang - orang yang tadi di dalam mobil juga sudah berada jauh dari sini.” Ucap Azizah.
“Semoga saja malam ini tenang dan tidak ada gangguan apapun.” Ucap Azman.
“Iya sayang, namun ada baiknya kita ke rumah orang itu saja melihat isinya, siapa tahu ada yang bisa kita dapatkan disana.” Ucap Azizah.
“Aku juga berpikiran seperti itu, kita masih belum mengetahui apapun soal mereka, mereka keburu tidak dapat dimintai keterangan jadi hanya rumah mereka saja yang bisa jadi harapan kita mengetahui apa yang mereka rencanakan.” Ucap Azman.
“Ada yang aneh di desa ini namun aku tidak mengetahui apa itu, suamiku, bisakah kau memindahkan mobil ke bagian belakang desa saja, bukankah disana ada tanah luas dan berdekatan dengan hutan.” Ucap Azizah.
“Itu ide yang baik, mendirikan tenda di sana juga lebih baik untuk kita jadi tidak di pinggir jalan, tapi apa yang kau rencanakan.” Ucap Azman.
__ADS_1
“Yang aku rencanakan hanya satu, aku ingin melihat sumur itu lagi namun lebih dekat sehingga aku bisa mempelajarinya, aku ragu kita bisa ke rumah itu malam ini, jadi biar malam ini kita sedikit menjauhi desa dan fokus dengan mencari informasi di hutan saja.” Ucap Azizah.
“Jika itu rencana mu maka setelah ini kita akan ke mobil saja, kita tunggu dulu mereka berdua datang karena akan lebih baik jika kita meminta izin dari mereka berdua terlebih dulu.” Ucap Azman.
“Iya, aku ikut saja bagaimana baiknya, entah kenapa aku hanya merasa jika orang - orang itu hanya pion saja, aku sangat yakin ada orang lain yang terlibat dengan makhluk - makhluk terkutuk di jurang kematian.” Ucap Azizah.
“Seandainya kita bisa mengetahuinya dan mendapatkan bukti keterlibatannya maka akan enak kita bertindaknya, namun apakah orang itu tidak mendapatkan karmanya?.” Ucap Azman.
“Bukankah yang mendapatkan karma hanya yang sudah melakukan kontrak jiwa dan darah, bisa saja orang itu tidak melakukan kontrak itu dan dengan kepintarannya dia membuat orang lain yang melakukan kontrak jiwa plus darah.” Ucap Azizah.
“Itu mungkin saja, bukankah tidak ada yang tidak mungkin untuk terjadi di dunia ini, semua itu mungkin namun pertanyaannya apa yang bisa kita lakukan untuk menemukan orang itu.” Ucap Azman.
Cuaca malam itu cukup cerah, dan perlahan bulan mulai menunjukkan pesonanya, sinarnya mulai bersinar menyinari malam itu, Azman dan Azizah tetap berbincang sampai akhirnya Pak Danu dan Pak Tatang datang bersamaan yang langsung duduk di kursi yang tadi mereka duduki.
“Mohon maaf kami berdua sedikit lama, karena saya tidak ada ingin ada hal buruk terjadi ke penduduk desa ini.” Ucap Pak Danu.
“Maaf apakah pelakunya sudah tertangkap.” Ucap Azman.
“Mohon maaf Pak, anak buah saya masih mengejarnya dan berusaha untuk menangkapnya hidup - hidup.” Ucap Pak Danu.
“Saya hanya bisa berdoa saja semoga pelakunya segera tertangkap jadi kita jadi mengetahui apa yang dia rencanakan, sampai sudah menyiapkan bom molotov untuk menyerang kita disini, karena itu tindakan paling bodoh dengan adanya banyak pihak kepolisian sebanyak ini.” Ucap Azman.
__ADS_1
“Apa yang anda katakan itu benar, dan saya sudah perintahkan anak buah saya untuk bisa mengejar serta menangkapnya, saya juga ingin mengetahui apa yang mendasari tindakannya itu.” Ucap Pak Danu.
“Pak Tatang dan Pak Danu, saya akan berkemah di belakang desa di tanah kosong sebelah hutan itu, saya dan istri juga ada dua keinginan lainnya, semoga anda bisa membantu saya.” Ucap Azman.
“Apa itu Pak.” Ucap Pak Danu.
“Pak Azman, jika anda ingin berkemah di sana silahkan Pak, namun disanakan rumputnya masih basah Pak.” Ucap Pak Tatang.
“Saya akan berkemah di atas mobil saya, jadi tidak akan kebasahan dengan rerumputan itu, adapun yang saya inginkan adalah mengunjungi rumah pelaku serta mengunjungi sumur keramat itu, kami berdua ingin mencari informasi tambahan, siapa tahu kami bisa menemukannya yang bisa menjadi sumber informasi kita kedepannya, ada kecurigaan saya jika ada orang lain yang bekerja sama dengan keempat orang itu dan dia adalah orang yang mengendalikan keempatnya, serta makhluk - makhluk gaib di jurang kematian yang tadi saya musnahkan.” Ucap Azman.
“Mengenai ke rumah pelaku saya bisa membantu, namun ini juga kita harus mendapatkan persetujuan dari Pak Tatang yang merupakan Kepala Desa disini.” Ucap Pak Danu.
“Saya setuju saja, lagipula semua penduduk desa kan sudah tidak ada yang keluar dari dalam rumah mereka, jadi tidak akan mengetahui jika anda masuk ke rumah itu, soal ke sumur keramat saya juga memberikan anda izin, toh semua tindakan anda ini untuk membantu kami.” Ucap Pak Tatang.
“Pak Danu, nanti biar saya dan istri saja yang masuk ke rumah itu terlebih dulu ya, karena yang kami cari bukan hal yang biasa, kami lebih tertarik mencari tahu soal racun serta hal yang bisa membuat kita mengetahui apa yang mereka rencanakan, oh iya, dimana telepon seluler mereka, bukankah mereka sudah tidak bisa menggunakannya juga, siapa tahu dari telepon seluler itu kita bisa mendapatkan lebih banyak petunjuk.
“Sepertinya masih di rumah itu Pak untuk telepon seluler mereka, nanti saja kita ambil saat anda memeriksanya ya,akan tetapi karena itu sudah menjadi tempat kejadian perkara maka saya akan menemani anda, ini sudah prosedur dan saya harap anda bisa mengerti.” Ucap Pak Danu.
“Jika hanya anda seorang maka saya tidak keberatan, semoga saja telepon seluler itu masih aktif dan bisa kita lihat isinya.” Ucap Azman.
“Asalkan masih ada telepon selulernya kami bisa mengambil semua datanya, ada anak buah saya yang bisa melakukannya, anda tidak perlu khawatir karena semua yang sudah di hupus juga bisa dia kembalikan.” Ucap Pak Danu.
__ADS_1