
"Pak Umar maaf, untuk konsumsi kita selama kita di atas bagaimana, karena saya tidak melihat ada dapur umum disini" ucap Azman dengan ramah.
"Iya Pak Azman, kita masing masing untuk konsumsinya karena anggaran belum turun" ucap Pak Umar dengan ramah sambil tersenyum lebar.
"Maaf bisa pertemukan saya sebentar dengan pemimpin tim sar disini, saya akan menyumbang untuk konsumsi kita semua" ucap Azman dengan ramah.
"Alhamdulillah" ucap semua anggota Tim sar di regu ke 1 itu yang mendengar perkataan Azman.
"Mari Pak" ucap Pak Umar dengan bersemangat sambil berjalan menuju pemimpin tim sar dan Azman bersama dengan Daim pun mengikutinya meskipun Daim tidak terlihat oleh siapapun.
"Izin Ndan, kenalkan ini Pak Azman relawan yang akan membantu kita" ucap Pak Umar memperkenalkan Azman.
"Senang bertemu dengan anda Pak Azman, saya Jaja apa ada yang bisa saya bantu untuk anda" ucap pemimpin tim sar yang bernama Pak Jaja itu dengan ramah sambil menyodorkan tangan kanannya.
"Saya Azman Pak Jaja" ucap Azman sambil berjabat tangan dengan Pak Jaja.
"Pak Jaja maaf sebelumnya tanpa mengurangi rasa hormat saya ke rekan rekan tim sar namun disini tidak ada dapur umum sama sekali, dan informasi dari Pak Umar jika anggaran belum turun" ucap Azman kembali.
"Benar Pak Azman karena belum ada anggaran untuk dapur umum kita maka kita masing masing saja dulu" ucap Pak Jaja dengan ramah.
"Maaf apakah bisa kita adakan saja dapur umumnya, dengan biaya dari saya, karena meskipun ini tugas sosial, perut kita tidak boleh lapar bukan" ucap Azman dengan ramah.
"Pak Azman minimal dana yang di butuhkan mencapai 15 juta rupiah Pak, saya tidak enak hati jika bapak menanggungnya sendiri" ucap Pak Jaja dengan ramah.
"Pak Jaja, bisa saya minta nomor rekening bapak, saya akan transferkan uangnya, kita tidak boleh dalam kondisi lapar Pak, tadi kita sama sama shalat subuh berjamaah di masjid desa, dan kita juga sama sama belum ada yang makan, jadi maaf sebaiknya kita makan dulu baru naik ke atas, ini untuk meminimalkan adanya tim sar yang jatuh sakit atau terluka karena kelelahan" ucap Azman dengan ramah sambil mengeluarkan ponselnya.
__ADS_1
"Jika bapak memang ingin membantu kami dan jika bapak percaya dengan saya, bisa ke rekening bank saya saja pak, saya benar benar berterima kasih kepada bapak atas bantuan yang bapak berikan ini" ucap Pak Jaja dengan ramah sambil memperlihatkan layar ponselnya yang menunjukkan rekening bank nya.
Azman hanya tersenyum dan langsung mengirimkan senilai dua puluh juta rupiah ke rekening tersebut.
"Pak sudah saya titipkan ke rekening bapak sebanyak dua puluh juta rupiah untuk menjadi konsumsi kami semua, bapak bisa mengeceknya terlebih dahulu.
"Alhamdulillah" ucap para anggota Tim sar yang ada disana dan mereka semua terlihat sangat gembira.
Pak Jaja langsung mengeceknya melalui aplikasi perbankannya dan melihat masuk saldo dua puluh juta rupiah.
"Pak Azman, saya atas nama tim sar dan seluruh relawan mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak, semuanya dengarkan kita akan mundur dua jam, untuk sarapan dan juga membuat dapur umum sementara disini" ucap Pak Jaja.
"Baik Pak, jika demikian saya permisi dulu, mari Pak Umar kita kembali ke rekan rekan yang lain" ucap Azman dengan ramah.
"Saya izin dulu Ndan" ucap Pak Umar sambil kemudian melangkah meninggalkan Pak Jaja dan yang lainnya di ikuti oleh Azman.
"Aamiin Ya Rabbal Alamin" ucap Azman.
"Pak Azman, sambil nunggu boleh ngak kami numpang photo di motor bapak" ucap salah seorang anggota Tim sar regu satu itu.
"Tentu saja boleh, jika mau pakai juga boleh, ini kuncinya" ucap Azman sambil memberikan kunci motornya.
"Wah, makasih Pak Azman …. Apa ku bilang Pak Azman orang baik pasti di bolehkan bukan, nga kayak yang kita temui di penyelamatan sebelumnya tuch" ucap anggota tim sar itu sambil menerima kunci motornya Azman.
"Hati hati, jangan sampai lecet" ucap Pak Umar mengingatkan anggota tim nya itu.
__ADS_1
Hampir setengahnya yang berusia muda mendekati motor Azman sedangkan sisanya yang sudah lebih tua dari Azman memilih untuk tetap berkumpul bersama Azman.
"Ada apa pak memangnya saat aksi penyelamatan sebelumnya?" Tanya Azman ke Pak Umar.
"Jadi begini Pak Azman, waktu itu ada rombongan pengguna motor mewah seperti bapak yang ikut menjadi relawan, dan ada salah seorang anggota tim sar yang bersandar di motornya, nah pemilik motor itu marah sehingga terjadi keributan kecil antara kami dengan para relawan itu, namun sudah kami selesaikan kok" ucap Pak Umar dengan ramah.
"Ada ada saja, hanya di senderin saja kok marah" ucap Azman sambil menyalakan sebatang rokoknya dan menawarkan untuk yang lainnya dan mereka pun ikut mengambil satu batang rokoknya.
"Malah saat mereka makan juga tidak mau gabung dengan kita pak, mereka tetap sendiri bersama kelompok mereka saja" ucap salah seorang anggota tim sar regu satu itu.
"Ya itulah manusia Pak, kadang ada manusia yang lupa lagi dimana dan sedang apa, coba lihatlah mereka bisa tersenyum bahagia seperti itu, bukankah itu lebih berharga dari pada motor saya, jika motor saya rusak kan tinggal di perbaiki, tapi jika senyuman mereka yang rusak gimana bisa kita memperbaikinya." ucap Azman sambil melihat anggota tim sar yang sedang mencoba motornya berkeliling di area parkiran secara bergantian.
"Iya Pak Azman, namun baru anda saja yang kami temui yang memiliki sikap seperti ini" ucap Pak Umar sambil tersenyum hangat melihat anggota regunya itu.
Azman melihat jika anggota regu lain juga terlihat ingin mencoba motornya namun sungkan untuk menyampaikan kepadanya.
"Bapak bapak yang mau mencoba motor saya silahkan saja bergantian, bensinnya masih cukup banyak kok" ucap Azman sedikit kencang dengan ramah ke anggota Tim sar regu lain.
Azman tidak sedikit pun khawatir kehabisan bensin karena dia masih membawa bensin cadangannya di jerigen jadi tidak khawatir jika sampai nantinya kehabisan bensin di jalan.
Satu persatu anggota Tim sar menyampaikan terima kasih mereka setelah mencoba motornya Azman dan raut wajah gembira terlihat dari mereka sampai ….
Bruuuuuug motor BMW R 1200 Gs Milik Azman terjatuh ke tanah karena pengemudinya kurang hati hati.
Semuanya terdiam karena motor ratusan juta itu kini terbaring di tanah.
__ADS_1
Azman langsung berdiri lalu mendirikan motornya dan membantu anggota tim sar itu untuk bangun karena tadi sempat tertimpa motor besar Azman, meskipun Azman yakin orang itu tidak terluka sama sekali karena ada pengaman samping body motornya dan juga ada Box pannier di kiri kanan belakang.